Monday, November 19, 2012
Daun Jeruk
Dia akhirnya berjongkok. Menunduk dan memandang selembar daun jeruk di telapak tangannya. Dia menciumnya dan kemudian menghanyutkan selembar daun jeruk itu. Daun yang menjadi favorit istrinya. Berharap nantinya daun jeruk itu akan sampai ke tubuh istrinya yang hanyut entah dimana. Berharap daun tersebut menyampaikan rindunya tak terhingga yang diantarkannya kepada istrinya.
Postingan nggak jelas
Dan setelah gue inget-inget, banyak film yang nayangin gitu ya. Pas di detik-detik kehancuran bumi, presiden berpidato, mencoba menenangkan semua rakyatnya. Emang staf-staf kepresidenan pada nggak mau pulang kalo tau bumi bakalan hancur dan berkumpul sama keluarganya? Emang awak-awak media nggak pada bubar pada balik ke rumah, terus pelukan sama keluarganya?
Ngerti sih ini cuma film, cuma fiksi. Tapi somehow, mendadak kepikiran aja. Jikalau nanti kejadian yah, jangan sampe sih emang bakalan tetep pada bekerja seperti biasa dan nggak bakalan lari berhamburan kesana kesini karena panik?
postingan nggak jelas kebanyakan minum kopi. Meeehh
Sunday, November 18, 2012
gagal!
Alasannya? LUPA, NYET! LUPAAAAA!!!
Jadi... ya.. gitu deh... -_-"
apa lah postingan ini nggak jelas bet
Tuesday, October 30, 2012
Monopoly
- Pukul 03.00 pagi. Tiga jam lagi menuju jatuhnya meteor yang akan menabrak bumi
Aku mendekap erat ranselku dan juga tongkat besi yang sudah menjadi sahabat baikku selama dua hari ini.
Nafasku terhenti ketika mereka semakin mendekat.
Lima langkah...
Tiga langkah...
Dua langkah...
Selangkah..
Dan kemudian mereka berhenti. Berbalik, kemudian menjauh.
Aku mengatur nafasku. Dan kemudian kembali berlari. Melanjutkan perjalananku untuk bertemu dengannya.
***
Dengan berat, saya paksakan kedua mata saya untuk membuka. Hari ini jauh lebih tenang dibanding beberapa hari kemarin, dimana semua orang berteriak histeris menyebut nama Tuhan ketika pemerintah tiba-tiba mengumumkan akan ada meteor sebesar negara ini yang akan menabrak ke bumi.
5 jam lagi kami akan musnah. Semua akan mati. Dan saya bahkan tidak merasa gentar sedikit pun. Aneh? Tidak. Karena sudah sejak 2 tahun lalu dokter memvonis saya akan mati pada saat itu. Dan sudah sejak 5 tahun lalu saya sudah merasa ingin mati saja. Saya lelah.
Tuhan... kalau Engkau memang ada... sungguh, bolehkan saya minta meteor itu datang lebih cepat dibandingkan prediksi orang-orang ini?
Dan saya kembali menutup mata
- Pukul 15.00. Tiga hari sebelum Presiden memberi pengumuman tentang meteor.
- Pukul 05.00
Saya mendudukkan diri di sofa dan kemudian melihat sekeliling. Kosong. Hanya tinggal saya yang ada di rumah besar ini. Sendiri.
Semua orang mendadak panik tiga hari lalu, dan langsung berhamburan keluar. Mencoba pergi menyelamatkan diri entah kemana. Meninggalkan saya terkapar disini sendiri.Orang-orang bodoh itu belum juga sadar mereka tidak akan bisa melarikan diri kemana-mana. Ah, biarkan saja...
Dasar orang-orang bodoh. Ya, orang-orang bodoh yang mengaku saudara saya, yang mengaku sanak saudara saya dan berkata akan menjaga saya di depan makam orang tua saya. Tanpa saya harus ke ruang keluarga pun, saya tahu isi brankas Papa sudah menghilang semua dibawa orang-orang bodoh itu.
Saya berdiri dan mencoba berjalan ke arah kulkas, tapi kedua lutut saya mendadak gemetar dan saya terjatuh ke lantai. Dengan sekuat tenaga, saya berusaha untuk mendudukkan diri saya. Brengsek. Bahkan untuk duduk saja saya sudah kepayahan. Kanker jahanam ini benar-benar sudah merenggut semua kekuatan saya. Rambut saya. Hidup saya.
Saya melihat sekeliling. Gelap. Saya lapar. Saya haus. Saya merasa sepi.
Tiba-tiba saya teringat kepada gadis pemulung yang ada di dekat rumah sakit dan sering bermain monopoly dengan saya. Sedang apa dia sekarang?
Mendadak rasa gemetar hebat menyelimuti tubuh saya. Senyuman itu akan hilang dalam satu jam ke depan. Suara gelak tawa yang suka sekali saya dengar dari bibir mungilnya itu tidak akan ada lagi. Sekelibat, mendadak terbayang di benak saya tubuh mungilnya yang kaku dan hancur.
Tuhan, kalau Engkau benar-benar ada, bolehkah saya mengganti permintaan dan tolong kabulkan permintaan saya yang baru?
Tuhan, bisakah tolong biarkan dia tetap hidup dan bahagia?
***
Aku tetap berlari, tanpa mempedulikan kakiku yang sudah sakit berdarah tak karuan. Aku tak menyangka jembatan ini begitu panjang. Aku semakin mempererat ranselku. Aku harus mengembalikan Monopoly miliknya.
Pandanganku terfokus pada rumah besar yang sudah terlihat dari sini. Aku semakin mempercepat lariku. Hanya tinggal beberapa meter lagi. Tuhan, tolong jangan tabrakkan dulu meteor itu. Tolong biarkan aku bertemu dengannya dulu....
- Pukul 05.16
Tuhan... rasanya sakit sekali...
- Pukul 05.18
- Pukul 05.20
- Pukul 05.25
Saya masih menatapnya kaget. Ini si gadis pemulung itu! Sedang apa dia disini?
Gadis itu mendadak berdiri dan berlari mendekati saya sambil terengah-engah sambil menyodorkan ransel yang saya berikan padanya ketika terakhir kali kami bertemu. Dia kemudian membuka resleting ransel dan mengeluarkan satu set monopoly yang sudah terbungkus rapi di plastik.
"Ayo kita main!" katanya dengan mata berbinar dan senyum lebarnya.
Hati saya mendadak terasa enteng. Serasa ada beban berat yang mendadak menghilang. Saya bisa merasakan senyuman lebar menghiasi wajah saya. Rasanya saya belum pernah sebahagia ini selama beberapa tahun ini.
Tapi kemudian pandangan saya beralih ke suara gemuruh kencang yang mendadak muncul dari langit. Dia pun berbalik, mendongak ke atas mengikuti pandangan mata saya dan.....
Kemudian kami berdua tidak merasakan apa-apa lagi.
Sunday, October 28, 2012
Sunday, October 14, 2012
Wednesday, October 10, 2012
Monday, September 10, 2012
Yah, namanya juga idup
Ada yang di restui, ada yang nggak di restui
Yah, namanya juga idup..
Udah susah-susah nyari kerjaan trus dapet, tapi ga di bolehin gara-gara jam kerjanya begitu
Yah, namanya juga idup..
Ada yang emang rejekinya disitu, ada yang emang belom rejekinya
Yah, namanya juga idup..
Kadang ada kontra antara pengennya kita sama pengennya orang tua.
Capek...
boleh kan ya nangis bentar doang?
*jongkok di pojokan sambil ngeliatin lilin*
Sunday, September 9, 2012
Si Kampret dan Si Bunga Mawar
isinya begitu semua?
Saturday, September 8, 2012
Tips-Tips Mempersiapkan Pernikahan
gambar diambil dari sini
Okay, sebagai orang yang pernah berkecimpung di dunia wedding, temen-temen saya yang mau nikah sering konsultasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan. Jadi, kali ini saya juga mau sharing tentang kira-kira tips-tips apa aja yang bisa dipersiapkan oleh calon mempelai menghadapi hari Hnya. Mudah-mudahan bisa membantu :)
Tema
Sering sekali para calon mempelai yang akan melaksanakan pernikahan itu bingung mau mulai darimana. Nyari gedung dulu? Catering dulu? Dekor dulu? Atau apa dulu.
Yang pertama kali harus dicari itu adalah tema acara. Mulai dari adat istiadat yang dipakai, apakah nanti acaranya outdoor atau indoor, nuansa warna untuk acara tersebut, nanti akan ada acara apa saja (misalnya apakah ada malam bainai atau midodareni, apakah nanti pengajiannya akan ada pengajian khatam quran atau tidak ada, apakah seserahan akan dilakukan ketika lamaran atau di midodareni dan sebagainya)
Budgeting
Budgeting ini juga sangat penting. Calon pengantin harus membreakdown keuangannya untuk kebutuhan-kebutuhan yang nanti akan dipersiapkan. Alokasikan dana ke vendor-vendor yang kiranya lebih penting dulu, misalnya Venue dan juga Catering. Yang ketiga kemudian vendor Dekorasi. Menurut saya, vendor-vendor tersebut adalah tiga vendor utama yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Pertama, cari dulu Venue yang kira-kira diinginkan, karena setiap minggunya, para calon mempelai pasti 'bertempur' dengan calon mempelai lain yang juga menginginkan tempat dan hari yang sama untuk acara pernikahannya. Bukan hanya venue yang diinginkan oleh calon pengantin, tapi juga harus sesuai dengan budget yang ada. Vendor kedua yang tak kalah pentingnya adalah vendor Catering. Kenapa Catering? Karena makanan dalam suatu acara pernikahan adalah hal yang krusial. Jangan sampai karena alokasi dana semua disalurkan ke Gedung dan Dekorasi, tetapi untuk Catering hanya pas-pasan. Kan rasanya tidak enak kalau kita sudah mengundang tamu untuk datang ke acara kita, tetapi kemudian mereka tidak dijamu karena makanannya sudah habis.
Selain itu dekorasi juga penting, karena dekor juga pasti akan diperhatikan oleh para tamu.
Pemilihan Vendor
1. Venue
Untuk tempat, pasti setiap calon pengantin sudah memiliki impian masing-masing untuk menikah dimana. Tapi calon pengantin juga kadang sering lupa bahwa kadang, venue yang diinginkan tidak sesuai dengan budget yang ada. Untuk pemilihan venue, ada beberapa hal yang harus dipikirkan.
Pertama, cari venue yang sesuai dengan tema pernikahan. Apakah mau indoor atau outdoor.
Kedua, apakah budgetnya sesuai dengan yang sudah di rencanakan? Kalau pun memang melebihi budget yang sudah direncanakan, sebaiknya tidak melenceng jauh dari apa yang sudah diperhitungkan karena nantinya akan mempengaruhi budget untuk vendor lain.
2. Catering
Untuk catering, hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah porsi makanan yang akan disediakan ketika hari H. Biasanya jumlah makanan itu dua kali lipat dari jumlah tamu. Misalnya undangan pernikahan yang disebar sekitar 1.000 buah undangan. Maka untuk porsi catering yang dipesan, harusnya 2.000 porsi. Kenapa? Karena biasanya tamu undangan tidak mungkin datang sendiri, walaupun ada beberapa juga yang datang sendiri. Tamu undangan biasanya akan membawa pasangan, dan juga anak ke acara pernikahan.
Untuk waktu acara juga perlu diperhatikan. Misalkan acaranya dilakukan di siang hari, maka disarankan untuk agak banyak menghidangkan makanan yang agak berat, tapi jangan semuanya makanan berat karena tamu juga akan merasa kekenyangan. Misalnya saja buffetnya disediakan 2, lalu ada gubukan nasi liwet atau nasi gudeg, atau mungkin juga nasi kapau, lalu ada pasta dan sebagainya. Kenapa? Karena kadang, pernikahan itu juga menjadi ajang 'makan gratisan' dimana ada sebagian orang yang bela-belain untuk tidak makan pagi agar nanti bisa makan puas di acara pernikahan.
Untuk acara malam, sebaiknya tidak dihidangkan terlalu banyak makanan yang berat. Tapi bukan berarti tidak ada makanan berat sama sekali. Buffet harus tetap ada, hanya saja misalnya untuk gubuk-gubukan, lebih baik memilih yang tidak terlalu berat misalnya seperti somay, soto, sate padang, bakso, dan lain-lain.
Yang kadang lupa diperhitungkan oleh calon pengantin adalah jumlah untuk tamu-tamu yang diundang tanpa undangan. Misalnya undangan yang hanya lewat mulut ke mulut. Atau undangan melalui facebook. Atau bisa juga satu undangan, tapi untuk seluruh karyawan kantor. Itu juga hal yang harus diperhatikan untuk memperhitungkan kira-kira berapa porsi yang akan di pesan ke catering. Tidak jarang juga makanan cepat habis karena tamu-tamu yang diundang tanpa undangan tersebut. Jadi sebaiknya, calon pengantin sudah memperhitungkan kira-kira berapa banyak tamu yang akan datang, baik tamu yang diundang melalui undangan resmi maupun tamu melalui undangan tidak resmi.
3. Dekorasi
Kalau catering bisa mengenyangkan perut para tamu, maka dekorasi bisa mengenyangkan mata para tamu. Ya, dekorasi adalah hal yang pertama kali dilihat para tamu ketika memasuki venue. Dekorasi pun tidak hanya sekedar dekorasi. Ada beberapa vendor yang sudah memiliki khas masing-masing dalam dekorasinya. Tinggal calon pengantin saja yang memilih kira-kira vendor mana yang hasl dekornya sesuai dengan tema dan keinginan, dan sesuai dengan budget tentunya.
Calon pengantin juga sebaiknya memilih dekor yang pas dengan venue yang dipakai. Mahal tidak selalu pas dengan venue. Misalnya saja venue yang dipilih calon pengantin adalah venue ruangan yang cukup besar, lalu calon pengantin bersikukuh ingin memakai vendor dekorasi yang sudah mempunyai nama besar dan cukup mahal. Tapi dengan budget yang sudah diperhitungkan untuk dekorasi dan menggunakan jasa vendor dekorasi mahal tersebut, ternyata tidak mendapatkan dekorasi yang cukup sesuai dan malah membuat ruangan tersebut kelihatan kosong. Rasanya sayang sekali. Lebih baik cari vendor dekorasi lain yang kira-kira tidak semahal vendor tersebut, tapi harganya pun sesuai dengan yang didapat dan pas untuk venue yang diinginkan, dekornya pun sesuai dengan tema dan budget yang sudah diperhitungkan.
Dekorasi biasanya mahal karena bunga-bunga yang dipakai biasanya import. Kalau ingin mensiasatinya, nego saja untuk tidak memakai bunga-bunga import atau kurangi bunga-bunga yang dipakai dan diganti dengan ornamen lain yang sesuai dengan tema acara.
Friday, September 7, 2012
Tolong, janganlah memudar...
Aku rindu suaramu. Suara yang bahkan hampir tak bisa kuingat.
Aku rindu wajahmu. Wajah yang sudah mulai kabur diingatanku.
Aku rindu tepukan hangat tanganmu. Hangat yang bahkan samar-samar kuingat.
Bolehkan kuminta Tuhan untuk memutar waktu kembali? Bolehkah aku berharap aku bisa kembali ke waktu di mana kamu masih ada disini? Di sampingku? Mendengarkan dengan gaya cuek sampai sering aku marah-marah karena merasa tak didengarkan? Bisakah?
Atau setidaknya kumohon dengan sangat, datanglah ke dalam mimpiku. Datanglah dan duduk disampingku, kemudian dengarkan aku. Dengarkan semua keluh kesahku dengan gaya biasamu dan setelah itu komentarlah dengan komentarmu yang khas. Dengan sebuah tepukan hangat di punggung dan berkata "I got your back. Everything's going to be fine."
Kumohon, datanglah. Karena aku sedang butuh didengar dan kamu adalah pendengar terbaik. Dan karena aku tak ingin kehilangan ingatan tentangmu.
Kumohon, datanglah. Malam ini. Dalam mimpiku. Karena selain itu, aku tak tahu lagi cara apa yang bisa kulakukan agar kenangan tentangmu terus melekat di ingatanku.
Kumohon. Aku tak ingin kamu memudar.
Kamu dan Sepiring Nasi Padang
Kamu. Aku. Kita. Tanpa obrolan apapun.
Kamu sibuk dengan makananmu, aku pun pura-pura asik dengan makananku walaupun sebenarnya bingung kenapa tempat ini yang kamu pilih?
Tak ada obrolan yang berarti. Tak ada gelak tawa, apalagi tangisan. Hanya sekedar senyuman sekilas yang keluar dari rasa gugup.
Orang bilang kenangan yang paling lekat dalam pikiran adalah kenangan yang entah itu adalah kenangan buruk atau kenangan bahagia. Dan lucunya, tanpa obrolan yang berarti, kenangan ini termasuk kenangan bahagiaku.
Kamu dan sepiring nasi padang.
Saturday, September 1, 2012
Agustus 2012
Gaaahh telat posting gueee! Gara-gara koneksi kacrut bin dudul! Eeeegghhhh!! Postingan ini harusnya untuk tangal 31 Agustus *sigh*
Well anyway, tema makanan pada bulan Agustus adalah... cake mokka! Hohohohoho....
Bulan Agustus banyak banget kejadian yang manisnya kayak cake mokka ini. Tapi juga ada yang sedikit ganjelan-ganjelan nggak diduga yang dateng juga, yah kayak potongan-potongan kecil kacang yang ada di kue itu.
Agak struggle di awal-awal bulan, tapi alhamdulilah di akhir bulan ini udah mulai mendapat pencerahan di dalam pikiran. Aura gue jadi nggak segelap awal-awal agustus *halah*
Jadi ya gitu deh di bulan Agustus ini. Walaupun di awali dengan ganjelan-ganjelan yang nggak enak, di akhir, semuanya dibalur dengan rasa manis :)
Sunday, August 19, 2012
Lebaran kali ini
Nyekar ke makam sebelum lebaran adalah tradisi di keluarga gue. Bukan karena apa-apa, tapi karena kalau nyekarnya pas lebaran, pasti penuh banget TPUnya.
So anyway, kemaren sore , tepat sehari sebelom lebaran, gue sempet nyekar ke makam eyang bapak. Eyang bapak itu sebutan gue untuk alm. Bapaknya ayah. Eyang bapak ini belum pernah sama sekali ketemu gue. Beliau meninggal setahun sebelum gue lahir. Mungkin beliau masih ada waktu mama masih hamil alm. Kakak gue.
Biasanya waktu nyekar ke makam eyang bapak, gue berdoa kayak biasa dan kemudian udah, selesai. Kemaren itu beda. Nggak tau kenapa, gue inget kalau gue belum pernah ketemu beliau sama sekali. Dan mendadak gue berandai-andai kalau beliau masih hidup, beliau akan jadi seorang kakek yang kayak gimana. Pikiran gue kemudian loncat ke almarhum kakak gue juga yang udah meninggal. Ya, gue seharusnya punya dua kakak. Tapi waktu itu mama keguguran sampe dua kali.
Gue kembali berandai-andai kalau misalkan kakak-kakak gue itu masih hidup, akan gimana jadinya. Apalagi dari kemaren-kemaren, entah apa yang ngerasukin gue, gue lagi kena sindrom pengen punya kakak laki-laki banget.
Sekelibat pikiran-pikiran dimana gue berandai-andai eyang bapak dan kakak-kakak gue masih hidup, bikin gue mendadak nangis waktu lagi nyekar ke makam eyang bapak. Padahal selama gue hidup, gue sama sekali belum pernah nangis di makam eyang bapak. Ini pertama kalinya buat gue. Semacam ada rasa rindu, walaupun gue sendiri belum pernah ketemu sama sekali sama mereka.
Bahkan ketika udah di mobil diperjalanan pulang pun, gue masih kebayang-bayang pikiran itu. Mendadak, ayah yang lagi nyetir bilang 'iput belom pernah ketemu sama bapak ya..' *iput itu nama panggilan gue di rumah. Heuheu..*
Dan nada suara ayah yang menggantung juga kalimat itu, somehow bikin gue nangis lagi. Nggak tau kenapa. yah, emang sih pada dasarnya gue itu cengeng, tapi belom pernah secengeng ini.
Udah kayak di video klip banget deh. Gue ngeliatin jendela luar sambil ngusep-ngusep pipi sama mata sambil sembunyi-sembunyi biar yang di mobil nggak tau gue nangis. Halah banget.
Dan abis itu selama perjalanan, gue kebayang semua orang-orang yang gue sayangin yang udah pada meninggal, dan gue berandai-andai kalau mereka masih hidup sekarang, kira-kira bakalan kayak gimana.
Dosa nggak sih kalo mikir kayak gitu?
Anyway, akhirnya suara takbir membantu gue kembali sadar. Denger takbiran yang nggak berhenti-berhenti, somehow jadi bikin gue inget 'ah, mereka semua udah bahagia disana' dan gue kayak langsung dipencet sakelar yang ada tulisan offnya. Gue berhenti berandai-andai. Sebagai gantinya, sungguh gue berharap pada satu masa nanti, mungkin di akhirat nanti, gue bisa bertemu dengan mereka semua. Baik yang sudah pernah gue temui, atau belum pernah gue temui sama sekali. Semoga rasa rindu ini pada akhirnya bisa terobati. Semoga.
Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir batin.
Semoga tahun depan kita semua masih bisa ketemu Idul Fitri lagi dan bisa ngerayain sama orang-orang yang kita sayangi yah. Insya Allah.
Tuesday, July 31, 2012
Challenge To My Self
Oke, jadi mulai dari bulan Juli ini, gue memberikan tantangan pada diri gue sendiri. Setiap bulan, gue akan ngeblog dan merepresentasikan tiap bulannya dengan satu makanan sampai setahun ke depan.
Tema untuk bulan Juli ini, adalah Sup Kimchi.
Bulan ini, gue pertama kalinya ngerasain yang namanya sup kimchi. Pertama kalinya juga ada hal-hal yang terjadi pada gue di bulan ini. Misalnya, gue bisa ikut Quick Count Pilkada dari Kompas, yang pertama dilaksanakan oleh Kompas (untuk pilkada jakarta kalo gue nggak salah) dan Pilkada ini juga dilaksanakannya 5 taun sekali. Well, I consider myself as a lucky girl, walaupun pada akhirnya gue nggak bisa ikut piknik sama temen-temen di danau UI. Hiks... tapi, kapan lagi bisa ikut quick count kan? Dan nggak semua orang punya kesempatan kayak gini.
Gue ngerasain gimana hecticnya orang-orang yang melakukan quick count. Deg-degan di ruang data nungguin siapa calon gubernur yang memimpin, suara erangan kalo datanya naik turun dan cagub pilihan kita hampir disusul atau kalah beberapa suara. Dan hecticnya karena dikejar-kejar supaya datanya terakumulasi secepatnya jadi bisa lebih cepat disampaikan juga ke orang-orang diluar sana (katanya sih kemaren cepet-cepetan sama LSI. LSI yang mulai duluan, tapi Kompas yang selesainya duluan. Kata temen gue sih gitu).
Disana juga gue, sebagai orang yang saat itu entah kenapa baju kebanyakan pada dicuci semua sehingga yang tersisa tinggal baju kotak-kotak, yang sama pula dengan ciri khas salah satu cagub Jokowi, akhirnya pake baju kotak-kotak pas quick count dan alhasil? Yak, hampir semuaaaa yang ada disana selalu nunjuk-nunjuk dan bilang "Wah, pendukungnya Jokowi nih" atau nggak "Wah, tim suksesnya Jokowi nyelusup kemari nih" hadeh -_-"
Yak, jadi itu salah satu pengalaman pertama yang gue rasakan di bulan Juli ini. Balik lagi ke sup kimchi, sup kimchi itu rasanya dominan dengan rasa fermentasi yang asam dan agak-agak pedes gimana gitu. Bulan ini juga gue ngerasain asem-asem gimanaa gitu. Di salah satu waktu, gue dimintai tolong untuk ngeWO untuk gantiin temen yang nggak bisa. Perasaan gue entah kenapa nggak enak dari awal dateng. Intinya, singkat kata, pas disana gue nyampenya telat dan kemudian dimarahin abis-abisan. Asem.
Sup juga selalu identik dengan hangat. Ada kehangatan yang gue rasa di bulan ini. Bulan ini, gue kembali ngutak-ngatik di dapur. Gue yang mendadak kembali semangat ngutak-ngatik di dapur, bikin nyokap juga ikutan semangat nyoba resep ini itu. Dan gue ngerasa, dengan masak bareng nyokap, somehow itu ngebawa kita berdua jadi lebih deket lagi.
Jadi yah, itu tema gue untuk bulan Juli ini. Sup Kimchi. Semoga bulan-bulan berikutnya sampai setahun kedepan gue bisa terus melaksanakan tantangan yang gue bikin buat diri gue sendiri. Bukannya apa-apa sih. Cuman pengen bikin satu hal yang... apa ya? Yah semacam pengen ngetes apakah gue ini orangnya bisa dengan patuh menjalani tantangan yang gue bikin buat diri gue apa nggak. Heuheuheu...
Yosh!
Thursday, June 28, 2012
postingan ga penting
Thursday, May 24, 2012
leha-leha
It's been a veeeeeeeery looooooonngg time yes nggak maen-maen ke rumah ini. Udah banyak jaring laba-laba di kanan dan di kiri, atas bawah, semua muanya.
So anyway, gue akhirnya resign. Yes, again. Hah!
Banyak hal yang akhirnya bikin gue resign yaelah, dari dulu juga banyak banget alesan lo met oke, gue sebutin deh salah satu alesannya. Salah satunya adalah karena bokap gue nggak setuju. Pertama kalinya dalam hidup gue, gue nggak dibolehin kerja. Buat cari duit. Well...
Jadi kerjaan lo sekarang ongkang-ongkang kaki di rumah dong? Weits, jangan salah. Nggak punya kerja tetap, bukan berarti nggak ada kerjaan yes. Kerjaan gue banyak! Salah satunya, nyuci baju, ngepel, nyuci piring... Oh, dan selain itu, gue juga freelance disana sini. Kadang gue freelance di WO kalo misalnya eventnya pagi sampe sore (itu masih dibolehin babeh soalnya), kadang gue freelance di Kompas Gramedia, pokoknya kerjaan apapun yang menghasilkan uang. Gue butuh uang untuk liburan aseeekk nggak liburan juga sih, yah pokoknya untuk pegangan gue lah aheeyy
Jadi yah, nggak tau ya. Untuk saat ini, gue masih pengen freelance dulu deh, belom mau yang full time. Mau leha-leha dulu, tapi tetep dapet duit. Ahihihihihi...
Jadi ini ceritaku. Apa ceritamu? sambil makan indomi ayam spesial
Wednesday, April 25, 2012
Wednesday, January 11, 2012
Belajar
Belajar untuk sabar,
dimana gue mengalami penolakan berkali-kali dari beberapa perusahaan. Bukan hanya 1 atau 2, tapi berbelas-belas atau mungkin sampai berpuluh kali. Entahlah. Gue nggak mau mengingat itu lagi
Belajar untuk tidak berandai-andai,
ketika gue belajar dan berusaha untuk sedapat mungkin tidak berandai-andai jika waktu bisa kembali berputar ke masa lalu dan gue tidak mengambil keputusan yang akhirnya gue ambil
Belajar untuk menerima,
ketika pada satu titik dimana gue pada akhirnya harus mengakui bahwa penilaian gue terhadap diri sendiri tidaklah setinggi yang gue kira dan gue belajar untuk tidak menyalahkan keadaan sekeliling atas hal yang gue alami. Shit happens
Belajar hal baru,
ketika pada akhirnya gue memberanikan diri untuk belajar bahasa negara lain yang mungkin bisa menjadi ilmu yang berguna suatu saat nanti. Entah kapan
Belajar bahwa ketika memang saatnya tiba dan Tuhan mengijinkan, hal yang tak pernah terpikirkan bisa menjadi kenyataan,
ketika pada akhirnya gue dapat bekerja dalam sebuah wedding organizer dimana gue tidak pernah berpikir sebelumnya kalau gue akan bekerja di bidang ini. Dan gue banyak sekali belajar hal baru
Ya, 2011 adalah tahun penuh pelajaran untuk gue. Entah apa yang akan ada di tahun 2012. Semoga kejutan baik menanti gue. Amin...
Alhamdulilah 2011, Bismillah 2012 :)



