Thursday, June 20, 2013

Matahari mulai terbenam dengan perlahan. Langit mulai menggelap dan jalanan pun mulai sepi. 
Tiba-tiba saja, kau merasa seperti ada dalam pusaran waktu yang terhenti. Matamu nyalang memperhatikan sekeliling, menyadari keheningan yang tiba-tiba menerpamu.

Semua seakan diam tak bergerak. Bahkan suara jangkrik pun tak terdengar sedikitpun. Dan keheningan itu pun melingkupi semua panca indramu, pikiranmu, kepalamu, hatimu. Untuk sekejap, kau merasa kosong. Seakan tubuhmu terdiri dari kumpulan dedaunan kering yang sebagian besar terbang ditiup angin dan mengacaukan ritmemu sebagai seorang makhluk hidup. Semua potongan-potongan yang menjadikanmu 'dirimu', sebagian besar telah menghilang. 

Kemudian tiba-tiba saja semua keheingan itu lenyap. Orang-orang keluar dari rumah dengan kegiatan masing-masing. Membuang sampah, memasukkan motornya ke dalam rumah, bermain dengan anaknya, saling berbicara dan tertawa bahagia membicarakan tentang kegiatan hari ini, dan sebagainya. Suara bising kendaraan pun terdengar bersaut-sautan dengan tak henti-hentinya. 

Kau pun melanjutkan kembali perjalananmu. Walaupun kini kau bisa mendengar lagi kebisingan di sekitarmu dan semua berjalan seperti sedia kala, tapi dalam hatimu kau tahu bahwa kau tak akan pernah sama lagi. Jadi kau hanya diam dan terus melangkah ke depan.

Monday, June 10, 2013

OHMYGOD! I think I just made a 'holy-molly-chocolate-nutella-brownies'!! :o

Dan gue bahkan sama sekali nggak ngikutin resep apapun! Takarannya bahan-bahannya ngasal semua, mulai dari terigu, telor, mentega, coklat, dll. Pokoknya gue masukin semua bahan yang ada di dapur secara ngasal.

I wish I can give it to someone I love. Seriously, it's THAT good! :')
brb daftar biro jodoh


posted from Bloggeroid

Thursday, June 6, 2013

donor



Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini gue kepikiran untuk donor lain selain donor darah. Mungkin yang bikin gue kepikiran kayak gini adalah karena seringnya gue nonton Grey's Anatomy. Cerita-cerita di tiap episodenya sering kali berhubungan dengan donor bagian tubuh. Dan jadi pengen aja gitu nolong orang lain. Daripada kebuang sia-sia?

Iseng-iseng, gue pun googling tentang donor tubuh di Indonesia. Kayaknya sih kalau di Indonesia kalau untuk cangkok anggota tubuh masih jarang ya, kecuali untuk darah dan kornea mata kayaknya. Oh, dan ginjal.

Waktu itu iseng-iseng googling dan nemu artikel ini. Sampai detik ini, artikel itu masih gue bookmark dan sesekali masih gue baca.

Beberapa bulan lalu gue ke bandung karena ada sodara yang nikahan. Dan gedungnya pas banget ada di deket RS Mata Aini di Bandung. Saat itu waktu gue jalan dari stasiun ke arah gedung nikahan sodara gue dan melewati RS itu, tekad gue bulet banget buat masuk ke dalam dan nanya-nanya segala macem tentang donor mata. Gue pengen banget ngedonorin mata gue kalau nantinya gue meninggal.

Tapi mendadak gue inget di artikel yang gue baca itu, bahwa harus ada surat keterangan juga dari orangtua atau wali surat wasiat mungkin lebih tepatnya ya  yang isinya memperbolehkan pihak Bank Mata ngambil kornea mata kalau nantinya gue meninggal. Dan itu bikin gue mendadak gamang untuk masuk ke dalam rumah sakit itu. Gue sama sekali belum cerita tentang keinginan gue ini sama orangtua gue. Dan gue pun nggak tau mereka bakal ngizinin atau nggak.

Untuk beberapa saat, gue cuma ngeliatin gedung rumah sakit di depan gue itu dan kemudian gue pun mengurunkan niat kesana.

Beberapa minggu lalu, niatan gue yang hampir terlupa itu mendadak keinget lagi. Waktu itu gue cuma berdua sama bokap di mobil. Kita berdua lagi cari makan di luar karena nyokap waktu itu lagi pergi.

"Yah, aku waktu itu baca artikel." kata gue, memberanikan diri membuka percakapan. "Tentang donor mata di Indonesia."
"Oh." tanggepan babeh awalnya cuma itu.
Gue narik nafas panjang, "Aku pengen donor mata, Yah."
Bokap sempet diem, nggak ngerespon kata-kata gue sama sekali. Gue pun nggak tau harus ngomong atau nambahin apalagi.
"Buat apa sih? Nggak usah lah."
"Ya kan bisa buat nolong orang Yah."
Gue mendengar tarikan nafas panjang bokap, "Nggak usah lah."

Dan kemudian gue cuma bisa diem. Nggak tau, keberanian gue untuk membicarakan itu lebih lanjut mendadak ilang abis denger suara bokap waktu itu. Kayak gimana ya? Kayak beda dari suara yang biasanya gue denger. Gue pun nggak nerusin lagi obrolan itu. Well, sampai detik ini gue belum nerusin lagi obrolan itu.

Tapi ya, keinginan itu masih ada. Toh donor mata diambil ketika gue udah meninggal. Beda dengan ginjal yang bisa aja diambil ketika kita masih hidup. Kalo untuk ginjal, gue takut. Nggak berani sama sekali sampai detik ini.

Nggak tau lah. Mungkin nanti gue bakalan ngomongin lagi tentang donor ini ke bokap nyokap. Mudah-mudahan saat itu gue lebih bisa kuat sama pendirian gue ya. Amin.


Momen dimana rasanya pengen loncat ke lobang





Orang-orang di sekitar gue mungkin tau ya gimana kacaunya koordinasi tubuh gue plus kedodolan gue yang sering kali berujung pada perasaan malu luar biasa sampe rasanya gue pengen masuk galian lubang saking malunya.
Banyak banget hal bodoh di hidup gue yang udah kejadian, dan seringnya sih nggak sengaja ya iyalah. Gila aja kali semuanya disengaja


  • Gue pernah salah nyebut nama asdos plus gebetan di depan orangnya sendiri dari enrico jadi enrique. Iglesias kali ah enrique
  • Gue pernah mendadak gagap total dan kosa kata di kepala gue mendadak ilang semua karena diajak ngobrol sama bule ganteng bukan diajak ngobrol sih, lebih tepatnya dia nanya jalan sama gue
  • Gue juga pernah kepleset di mol dan juga jatoh di jalanan pas turun dari metromini
  • Gue sering mendadak setor ke toilet pas abis makan ama temen walopun cengengesan, malunya naujubilah itu
  • Gue sering ketawa ngakak kenceng banget kayak pake toa kalo ketawa geli, dsb dst.


Baru aja salah satu kejadian kampret yang bikin gue malu terjadi lagi tadi. Di parkiran mobil FX tepatnya.

Jadi tadi itu gue dan kroco-kroco yang laen lagi makan bakso sambil berdiri pokoknya panjang deh ceritanya sampe kenapa kita makan bakso sambil berdiri di parkiran mobil FX
Karena makan tu bakso pake abon cabe dan abonnya cukup pedes, selesai makan pengen minumlah kan gue. Nah, disitu awal mula tragedi berasal. Gue minum air dari botol, dan buodohnya gue, gue nampung air di mulut gue jauh dari kapasitas yang bisa ditahan mulut gue. Kepenuhanlah mulut gue sama aer itu.

Dan disaat itu, semua mendadak slow motion. Somehow, semua kayak bergerak lambat dan gue bisa merasakan perasaan AnjirLahIniKokKayaknyaGueBakalanKeselekBanget

Lalu gue pun mulai batuk-batuk dengan mulut masih penuh aer. Awalnya gue masih coba tahan supaya batuk gue mereda, tapi batuk brengsek itu malah makin gede dan makin nggak terkendali!
Akhirnya gue muntahin aer di mulut gue. Dan saat itu, sumpah demi tuhan, gue nggak muntahin aer dengan seanggun mungkin. Mendadak ada suara mengerikan yang keluar dari tenggorokan gue. Kayak kambing dibelek! Suara gue kayak gitu! Suara menggelegar itu keluar dari mulut gue! Diperparah lagi dengan kondisi parkiran basement yang pastinya bergaung kemana-mana. NJIS LAH! IDUL QURBAN MASIH LAMAAA!!

Saat itu mendadak slow motion lagi. Asli lah gue nggak bohong. Gue langsung kepikiran 3 hal :

"Anjir! Suara gue menjijikkan banget!"

"Ya Allah, tolong jangan sampe dimuntahin semua! Tolong jangan sampe dimuntahin semua!"

"NYEEETT!! ITU BANYAK ORANG DIBELAKANG YANG NGEDENGER DAN NGELIAT LO KAYAK GINI! MUKA LO MAU DITARO DIMANA NYEEEEEETTTTT???"

Sambil masih batuk gila-gilaan dengan tangis yang mulai keluar karena kuping dan idung gue sakit, plus muka yang gue yakin banget merah dan keringet dimana-mana, gue berusaha tetep stay cool NGANYING! STAY COOL GIMANA KALO GUE MALUNYA NAUJUBILAH GITUUU??

Dan kemudian setelah itu gue masih berusaha menutupi rasa malu gue yang amat sangat sambil ketawa cengar cengir sok santai walaupun dalam hati rasanya gue mau deactive semua akun jejaring sosial aja drama

Sepanjang perjalanan pun, gue nggak henti-hentinya ngutukin diri gue dalem hati. Seandainya aja gue nggak semaruk itu minum aernya. Seandainya aja tadi gue nggak minum sama sekali. Seandainya aja... oh seandainya aja...

Dan begitulah sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Moral of the story-nya adalah, mungkin inilah faktor kenapa sampe sekarang gue masih jomblo -_-" gelesotan di bahu jalan

Tuesday, June 4, 2013

Selasa Malam



Judul postingan kali ini sebenernya nggak jelas juga sih. Bingung aja sebenernya mau ngasih judul apa.

So anyway, tadi iseng-iseng ke gramedia sebelum nonton. Nemu dua judul buku Haruki Murakami yang versi terjemahan Indonesia. Norwegian Woods sama IQ84. Dan impulsif, langsung ngambil 3 buku itu Yang IQ84 soalnya ada 2 jilid
Tadinya sempet sih ngambil komi-komik, tapi komik-komiknya terpaksa dibalikin. Dan padahal itu budget buat yang lain either buat meet and greet Ono Eriko, pengarang Miiko atau buat nonton Ariah Ndelalah kok ya malah buat novel -_-"

Ya udahlah. Gimana lagi? Emang nasib tiap ke gramed, akal sehat mendadak ilang entah kemana halah

Abis itu nonton 2 film berturut-turut. Laura dan Marsha sama Hangover 3.

Jujur aja, untuk Laura dan Marsha tadinya gue sama sekali nggak tau film ini tentang apa dan bagaimana. Nggak begitu excited juga sih. Palingan film indonesia kayak gimana sih? Ya gitu-gitu doang kan? Gue kirain garing-garing gimana gitu. Tapi ternyata nggak. Film ini menurut gue cukup oke.

Ceritanya tentang dua sahabat perempuan yang bertualang muterin eropa dan masing-masing memiliki tujuan yang berbeda untuk kesana. Mulai kebayang dikit lah ya kira-kira cerita ke depannya kayak gimana.

Yang bikin gue kaget, sebenernya karena visualisasinya. Maksud gue, jarang kan film Indonesia mengambil setting di banyak tempat? Selama ini liat aja. Eiffel I'm In Love, Love in Paris asli, gue ngeliat itu sinetron cuma sekelibat-sekelibat doang! semuanya mengambil satu tempat. Paris lagi, paris lagi. Sampe-sampe gue mikir menara Eiffel itu palingan kayak Monas dan gue udah mulai eneg ngeliat Eiffel mulu di layar Di layar doang ya bosennya. Kalo aslinya gue ke Eiffel sih mungkin gue bakalan jerit-jerit histeris atau dengkul gue gemeter sampe nggak bisa bediri

Visualnya kehreeenn! Cantik! Dan banyak tempat yang di tampilkan disana. Menurut artikel ini , tempat-tempat shootingnya itu ada di stasiun kereta Amsterdam, pegunungan Alpen, bangunan tua di Verona, dan Austria.

Walaupun kamera banyak goyang, editingnya masih keliatan kurang cihuy, tapi menurut gue film indonesia yang ngambil tempat shooting segitu banyak walaupun cuma sekilas-sekilas, itu udah keren banget dibanding ngeshoot Eiffel lagi, Eiffel lagi.

Dan pegunungan Alpen! Omaigat! Scenenya cuma bentar sih, tapi itu cukup bikin gue bengong dan sampe detik ini, pemandangan itu belom ilang dari kepala gue sama sekali.

Untuk endingnya, hmmmm... gimana ya jelasinnya. Kurang ngena dan sebenernya udah ketebak sama gue. Dan agak nonjok ulu hati karena... ya begitulah.

Untungnya setelah itu gue nonton Hangover. Gue nggak berharap banyak sebenernya sama film ini. Waktu Hangover pertama, gue suka sih. Cuma karena ekspektasi terlalu tinggi di film kedua dan ternyata nggak sebagus yang gue bayangin, gue kecewa bener. Jadi untuk yang film ini, gue nggak berharap banyak.

Untuk ending sebuah trilogi, oke kok menurut gue eh, ini beneran endingnya kan? Pokoknya lower your expectation, and you're gonna enjoy the entire movie.

Tapi walaupun lucu dan gue ketawa berkali-kali, sayangnya isi kepala masih ke distract sama endingnya Laura Marsha tadi. Sialan. Tau gitu mending nonton Laura Marshanya terakhir aja -_-"

Why? Cause it reminds me of you, you jerk. You. Yes, you.

How are you by the way? Is it good up there?