Showing posts with label Cuapan. Show all posts
Showing posts with label Cuapan. Show all posts

Wednesday, September 13, 2017

Laut



                                                          gambar diambil dari sini
                                        

Langit biru 
Suara deburan ombak yang bersahut-sahutan
Harum garam yang tercium kuat di hidung
Terik matahari yang panas, kontras dengan angin kencang yang menyelimuti

Aku menghirup udara dalam-dalam
Menikmati semua sensasi yang selalu menyenangkanku

Dari kejauhan, kudengar suara anak-anakku berlarian mengejar ombak
Mereka berteriak-teriak setiap kali ombak mendekati kedua kaki mereka
Kulihat raut wajah mereka yang sangat bahagia
Sudah lama sekali sejak terakhir kali mereka melihat laut

Kududukkan diriku di pasir putih itu itu sembari menikmati sensasi aneh yang menusuk kulit ketika tubuhku menyentuh butiran-butiran itu
Aku kembali memperhatikan kedua anakku yang masih saling berlarian sambil bermain air
Kurasakan sudut-sudut mulutku tertarik dengan sendirinya, membentuk sebuah senyuman
Ternyata otot-otot mulut ini masih bekerja
Aku kembali menarik nafas panjang
Jika saja waktu berhenti saat ini, akan sangat menyenangkan
Sangat menyenangkan

Kudengar seseorang memanggil namaku

Dengan enggan, aku membuka kedua mataku

Dua orang petugas menatapku dengan tatapan datar
Pantai dan lautan luas, berubah menjadi sebuah ruangan dingin dengan banyak alat yang selama ini hanya kulihat di film-film

Aku kembali menarik nafas panjang
Udara yang sangat berbeda dengan yang tadi kuhirup
Setidaknya aku harus mengisi penuh paru-paruku.
Untuk yang terakhir kalinya

Lalu jarum suntik itu menusuk lengan kananku

Aku berusaha mengingat bayangan kedua anakku yang berlarian di pantai
Tapi semua menjadi gelap

Monday, August 24, 2015

“Bagaimana kau ingin pemakamanmu nanti diadakan?”


                                                                                   Gambar diambil dari sini


Kemarin, dengan berat hati saya menuju daerah Tangerang untuk menghadiri pemakaman salah satu rekan kerja saya. Rekan kerja yang memang usianya sudah sangat jauh diatas saya, hampir 3 kali lipat usia saya.

Selain perjalanan yang lumayan jauh, cuaca hari itu terasa sangat terik. Sangat terik sampai panasnya menusuk kulit.

Saya melihat orang-orang sekitar. Semua memandangi liang lahat dengan tatapan kosong. Terdengar beberapa orang yang saling berbicara satu sama lain. Membicarakan tentang kebaikan dan semua yang telah beliau lakukan semasa hidup. Beliau memang orang baik dan periang. Tak pernah seharipun beliau tidak membuat orang lain tertawa. Celetukannya yang khas dengan logat betawi kental, masih terngiang-ngiang di kepala saya. Ah, saya pasti rindu dengan celetukan-celetukannya itu.

Kemudian pikiran saya terlempar pada satu buku yang belum lama ini saya baca. Perempuan yang Melukis Wajah. Di buku kumpulan cerpen tersebut, salah satunya menyebutkan satu cerita dimana sang perempuan dan sang lelaki pertama kali bertemu lalu saling melontarkan pertanyaan. Salah satunya, bagaimana kau ingin pemakamanmu nanti dilaksanakan.

Saya membayangkan cuaca saat itu cerah dengan langit biru tanpa awan satu pun. Orang-orang yang saya sayangi datang, mengantarkan saya pada peristirahatan terakhir. Diri saya dibaringkan di sebuah padang rumput luas, dengan pohon trembesi besar yang memayungi. Tak usah diberi keramik. Saya hanya ingin gundukan tanah dengan rumput hijau tumbuh rapi di sekitar tempat peristirahatan terakhir saya.

Kemudian orang-orang berdatangan sembari membawa benda-benda kesayangan mereka. Jika kalian ingin sekedar membaca buku dan menikmati hembusan angin, datanglah. Jika kalian ingin bernyanyi-nyanyi dan bersenang-senang, marilah. Jika kalian ingin sekedar berbicara dan bercerita mengenai kehidupan kalian, silakan. Bahkan jika kalian ingin duduk diam saja dan sekedar mencari tempat menyendiri sembari berkontemplasi, kemarilah. Lakukan kegiatan apa saja yang kalian mau. Bergembiralah. Nikmatilah. Karena tempat saya terbaring terakhir bukan tempat menakutkan.

Tepukan pelan di pundak saya, membawa saya kembali ke alam nyata. Saya masih berada di pemakaman rekan kantor saya. Di depan sana, di depan pusara jenazah, istri dan anaknya yang masih sekolah SD yang awalnya terlihat kuat, akhirnya menangis kencang. Satu anaknya yang paling kecil, masih melihat sekeliling dengan tidak mengerti. Mungkin dia bingung kenapa ayahnya yang sedang terlelap, ditangisi oleh semua orang.

Setelah doa dipanjatkan, kami pun kembali pulang sembari diiringi wangi kembang yang menyengat. Bahkan ketika saya berjalan menjauhi makam, saya membayangkan babeh tersenyum lebar dan berkata, "Ati-ati pulangnya."


Selamat berbahagia disana, beh. Inget, jangan ngerokok lagi ya disana. Hehehehe... 

Sunday, July 21, 2013

It's been 5 years...



                                                              Foto : Nyolong dari Path-nya Aga


Mungkin kalau beberapa waktu sebelum 5 tahun yang lalu ada peramal yang bilang ke gue 'Dalam beberapa waktu ke depan, kamu akan ketemu satu komunitas yang mengubah hidup kamu' mungkin gue nggak akan percaya. Tapi yes, ini kejadian. Iya, ini gue lagi ngomongin plurkers.

Awalnya gue bikin akun plurk karena diajak Nuri. Dan yah, 5 taun lalu sebelum twitter booming, cuma ada friendster dan facebook. Gue awalnya iseng-iseng doang sih bikin akun plurk ini. Isi postingannya pun nggak jelas, ngeadd random sana sini pokoknya biar banyak friend listnya ya sampe sekarang masih nggak jelas juga sih tret-tretnya

Ngalor ngidul komen-komen di tret orang, akhirnya gue pun temenan sama Tity yang sampe detik ini selalu gue panggil Mamih karena kita waktu itu iseng-iseng bikin silsilah keluarga OOTers, dimana gue sebagai anak bawang karena paling muda -_-". Dan pas temenan sama Tity itulah akhirnya gue kenal dunia kopdar-kopdaran alias kopi darat dan ketemu sama orang-orang yang sekarang ini tiap hari ngobrol ngalur ngidul nggak jelas.

Setelah sering saling komen-komenan di plurk, waktu itu pas puasa gue disuruh ikut kopdar.  Tapi yah, karena gue ini anak rumahan dan gue orangnya takutan, gue nolak. Alesannya waktu itu apa ya? Lupa. Bilangnya sih kalo nggak salah udah ada acara laen apa ya? eaaa dia buka kartu Pokoknya gue nggak ikut deh karena masih belom berani. Yah, kan namanya juga dunia maya. Waktu itu pun gue belom pernah sama sekali kopdar sama orang asing. Nanti kalo gue diculik gimana? Yakaleeeeee

Beberapa waktu setelah itu, gue pun diundang kopdar lagi. Kali ini di monas dalam rangka ultahnya Tity. Dan gue pun memberanikan diri untuk ikut kopdar karena udah seringnya ngobrol-ngobrol ngalur ngidul di, gue udah mulai nyaman dan gue udah mulai percaya. Kesan pertama ikut kopdar. Hedaaan ruamee pisan orang-orangnya. Lebih bocor dibanding pas di plurk malah.

Mulai dari situ, kita makin sering komunikasi. Ya kopdar, ya ngoceh-ngoceh di plurk. Komen di plurk aja waktu itu ada yang sampe 300an yang isinya sumpah nggak jelas sama sekali. Bahkan kita dulu tiap malem sampe bikin konfrens nggak jelas di YM. Serasa ngobrol di tiap-tiap tret nggak cukup, isi konfrens pun sama gilanya. Bahkan mungkin lebih.

Selain obrolan gila yang nggak jelas dan sering mental kemana-mana, kita juga sering kumpul pergi bareng-bareng. Ya piknik, ya makan bareng, ya ke pulau seribu. Ada juga ke Anyer tapi waktu itu gue nggak ikut karena ada nikahan sodara  yang dengan sangat menyesal gue datengin karena badan gue waktu itu dikomenin sama sodara-sodara. PIH! Tau gitu mending gue ke Anyer!

Kalo gue nggak kenal sama komunitas OOTers ini OOT kepanjangan dari Out Of Topic karena kita sering keluar jalur kalo ngobrol APAPUN, mungkin gue nggak akan sesering itu jalan-jalan. Ya ke Kota lah hunting foto, ya ke Mutia Benhil lah yang sampe si bapak supervisor disana kenal sama kita-kita karena saking seringnya kita kesana dan saking seringnya kita bikin heboh disana. Tapi karena si bapak itu kenal sama kita, kita bahkan tadi dapet satu porsi mi aceh yang porsinya buanyak plus dua porsi martabak gratis! Semoga bapak itu masuk surga. Amin amiiiinnnn gue emang gampang tersentuh kalo dapet makanan gratis

Dan sekarang, nggak kerasa udah 5 taun gue kenal sama plurkers. Dibalik semua obrolan ngalur ngidul nggak jelas yang selalu kita obrolin, ada hal yang lebih besar yang lebih gue dapet dari mereka. Mereka adalah orang-orang yang telah membantu pembangunan karakter diri gue saat ini tsaaahh

Eh tapi beneran. Gue ngerasa sangat bersyukur karena kenal dengan mereka. Berteman dengan orang banyak yang memiliki karakter yang berbeda-beda, sangat membantu gue dalam membentuk diri gue sekarang. Mereka sangat membantu gue dalam membentuk karakter dan pola pikir gue. Serius lho ini. Bergaul dengan orang banyak yang umurnya diatas gue daku ndak bilang tua lho ya, membuat gue merasa lebih dewasa. Gue banyak belajar, banyak dapet ilmu, dan banyak dapet petuah-petuah tentang hidup dan seisinya tsahilaaahh

Mungkin kalo gue nggak kenal mereka, sampe detik ini gue akan selalu NULIS PAKE KAPITAL KALO MISALNYA TERLALU SEMANGAT, YANG KEMUDIAN BERUJUNG KEPADA KESALAH PAHAMAN KARENA DIKIRANYA GUE NYOLOT DAN NGGAK SOPAN. PADAHAL HURUF KAPITAL INI HANYA BENTUK UNGKAPAN GUE YANG TERLALU BERSEMANGAT DALAM MERESPON KATA-KATA MELALUI TULISAN!!!
IYA, GUE DULU PERNAH ALAY! BAHKAN SAMPE SEKARANG JUGA MUNGKIN BENIH-BENIH ALAY ITU MASIH TERSIMPAN DI DIRI GUE!! ditabok karena kepslok jebol

Nggak berlebihan sebenarnya kalo gue merasa mereka bukan sekedar teman dan bukan sekedar sahabat, tapi mereka adalah keluarga. Karena memang semuanya sudah gue anggap seperti saudara. Saudara yang bahkan jauh lebih pengen gue temuin dan pastinya lebih betah kumpul lama-lama dibanding kalo gue ngumpul sama keluarga besar gue! SERIUS INIH! ohmaap, terlalu semangat lagi

Orang bilang kita nggak bisa memilih keluarga kita, tapi kita bisa memilih siapa teman dan sahabat kita. Betapa beruntungnya gue karena menemukan teman, sahabat yang sekaligus gue anggap sebagai keluarga. Ya toh? :)

Jadi, terima kasih untuk ikatan selama 5 tahun ini. Semoga kita bisa terus dan terus dan teruuusss sama-sama saling ketawa ketiwi, saling ngumpul-ngumpul, saling bergunjing lho pokoknya saling semua muanya sampai nantinya kita tua.
Bahkan kalaupun ke depannya nanti kita akan berpisah dan meneruskan jalan masing-masing, sungguh, terima kasih untuk semua kenangan indah yang telah diberikan. AI LAP YUUU OOOLLLL :*

 Kamu sangat berarti 
 Istimewa di hati 
 Selamanya rasa ini 
 Jika tua nanti 
 Kita t'lah hidup masing-masing 
 Ingatlah hari ini~ 

 P.S : Sayangnya, tadi nggak semua dateng buka puasa bareng di Mutia Benhil. Masih buhanyaaakk yang nggak ada di foto itu. Hiks.... :((
Mungkin lain kali kita harus ngadain kopdar akbar kayak dulu-dulu lagi yah, either di Kebon Raya ato di Monas gitu. Biar rameeeee xD


posted from Bloggeroid

Thursday, June 20, 2013

Matahari mulai terbenam dengan perlahan. Langit mulai menggelap dan jalanan pun mulai sepi. 
Tiba-tiba saja, kau merasa seperti ada dalam pusaran waktu yang terhenti. Matamu nyalang memperhatikan sekeliling, menyadari keheningan yang tiba-tiba menerpamu.

Semua seakan diam tak bergerak. Bahkan suara jangkrik pun tak terdengar sedikitpun. Dan keheningan itu pun melingkupi semua panca indramu, pikiranmu, kepalamu, hatimu. Untuk sekejap, kau merasa kosong. Seakan tubuhmu terdiri dari kumpulan dedaunan kering yang sebagian besar terbang ditiup angin dan mengacaukan ritmemu sebagai seorang makhluk hidup. Semua potongan-potongan yang menjadikanmu 'dirimu', sebagian besar telah menghilang. 

Kemudian tiba-tiba saja semua keheingan itu lenyap. Orang-orang keluar dari rumah dengan kegiatan masing-masing. Membuang sampah, memasukkan motornya ke dalam rumah, bermain dengan anaknya, saling berbicara dan tertawa bahagia membicarakan tentang kegiatan hari ini, dan sebagainya. Suara bising kendaraan pun terdengar bersaut-sautan dengan tak henti-hentinya. 

Kau pun melanjutkan kembali perjalananmu. Walaupun kini kau bisa mendengar lagi kebisingan di sekitarmu dan semua berjalan seperti sedia kala, tapi dalam hatimu kau tahu bahwa kau tak akan pernah sama lagi. Jadi kau hanya diam dan terus melangkah ke depan.

Thursday, June 6, 2013

donor



Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini gue kepikiran untuk donor lain selain donor darah. Mungkin yang bikin gue kepikiran kayak gini adalah karena seringnya gue nonton Grey's Anatomy. Cerita-cerita di tiap episodenya sering kali berhubungan dengan donor bagian tubuh. Dan jadi pengen aja gitu nolong orang lain. Daripada kebuang sia-sia?

Iseng-iseng, gue pun googling tentang donor tubuh di Indonesia. Kayaknya sih kalau di Indonesia kalau untuk cangkok anggota tubuh masih jarang ya, kecuali untuk darah dan kornea mata kayaknya. Oh, dan ginjal.

Waktu itu iseng-iseng googling dan nemu artikel ini. Sampai detik ini, artikel itu masih gue bookmark dan sesekali masih gue baca.

Beberapa bulan lalu gue ke bandung karena ada sodara yang nikahan. Dan gedungnya pas banget ada di deket RS Mata Aini di Bandung. Saat itu waktu gue jalan dari stasiun ke arah gedung nikahan sodara gue dan melewati RS itu, tekad gue bulet banget buat masuk ke dalam dan nanya-nanya segala macem tentang donor mata. Gue pengen banget ngedonorin mata gue kalau nantinya gue meninggal.

Tapi mendadak gue inget di artikel yang gue baca itu, bahwa harus ada surat keterangan juga dari orangtua atau wali surat wasiat mungkin lebih tepatnya ya  yang isinya memperbolehkan pihak Bank Mata ngambil kornea mata kalau nantinya gue meninggal. Dan itu bikin gue mendadak gamang untuk masuk ke dalam rumah sakit itu. Gue sama sekali belum cerita tentang keinginan gue ini sama orangtua gue. Dan gue pun nggak tau mereka bakal ngizinin atau nggak.

Untuk beberapa saat, gue cuma ngeliatin gedung rumah sakit di depan gue itu dan kemudian gue pun mengurunkan niat kesana.

Beberapa minggu lalu, niatan gue yang hampir terlupa itu mendadak keinget lagi. Waktu itu gue cuma berdua sama bokap di mobil. Kita berdua lagi cari makan di luar karena nyokap waktu itu lagi pergi.

"Yah, aku waktu itu baca artikel." kata gue, memberanikan diri membuka percakapan. "Tentang donor mata di Indonesia."
"Oh." tanggepan babeh awalnya cuma itu.
Gue narik nafas panjang, "Aku pengen donor mata, Yah."
Bokap sempet diem, nggak ngerespon kata-kata gue sama sekali. Gue pun nggak tau harus ngomong atau nambahin apalagi.
"Buat apa sih? Nggak usah lah."
"Ya kan bisa buat nolong orang Yah."
Gue mendengar tarikan nafas panjang bokap, "Nggak usah lah."

Dan kemudian gue cuma bisa diem. Nggak tau, keberanian gue untuk membicarakan itu lebih lanjut mendadak ilang abis denger suara bokap waktu itu. Kayak gimana ya? Kayak beda dari suara yang biasanya gue denger. Gue pun nggak nerusin lagi obrolan itu. Well, sampai detik ini gue belum nerusin lagi obrolan itu.

Tapi ya, keinginan itu masih ada. Toh donor mata diambil ketika gue udah meninggal. Beda dengan ginjal yang bisa aja diambil ketika kita masih hidup. Kalo untuk ginjal, gue takut. Nggak berani sama sekali sampai detik ini.

Nggak tau lah. Mungkin nanti gue bakalan ngomongin lagi tentang donor ini ke bokap nyokap. Mudah-mudahan saat itu gue lebih bisa kuat sama pendirian gue ya. Amin.


Momen dimana rasanya pengen loncat ke lobang





Orang-orang di sekitar gue mungkin tau ya gimana kacaunya koordinasi tubuh gue plus kedodolan gue yang sering kali berujung pada perasaan malu luar biasa sampe rasanya gue pengen masuk galian lubang saking malunya.
Banyak banget hal bodoh di hidup gue yang udah kejadian, dan seringnya sih nggak sengaja ya iyalah. Gila aja kali semuanya disengaja


  • Gue pernah salah nyebut nama asdos plus gebetan di depan orangnya sendiri dari enrico jadi enrique. Iglesias kali ah enrique
  • Gue pernah mendadak gagap total dan kosa kata di kepala gue mendadak ilang semua karena diajak ngobrol sama bule ganteng bukan diajak ngobrol sih, lebih tepatnya dia nanya jalan sama gue
  • Gue juga pernah kepleset di mol dan juga jatoh di jalanan pas turun dari metromini
  • Gue sering mendadak setor ke toilet pas abis makan ama temen walopun cengengesan, malunya naujubilah itu
  • Gue sering ketawa ngakak kenceng banget kayak pake toa kalo ketawa geli, dsb dst.


Baru aja salah satu kejadian kampret yang bikin gue malu terjadi lagi tadi. Di parkiran mobil FX tepatnya.

Jadi tadi itu gue dan kroco-kroco yang laen lagi makan bakso sambil berdiri pokoknya panjang deh ceritanya sampe kenapa kita makan bakso sambil berdiri di parkiran mobil FX
Karena makan tu bakso pake abon cabe dan abonnya cukup pedes, selesai makan pengen minumlah kan gue. Nah, disitu awal mula tragedi berasal. Gue minum air dari botol, dan buodohnya gue, gue nampung air di mulut gue jauh dari kapasitas yang bisa ditahan mulut gue. Kepenuhanlah mulut gue sama aer itu.

Dan disaat itu, semua mendadak slow motion. Somehow, semua kayak bergerak lambat dan gue bisa merasakan perasaan AnjirLahIniKokKayaknyaGueBakalanKeselekBanget

Lalu gue pun mulai batuk-batuk dengan mulut masih penuh aer. Awalnya gue masih coba tahan supaya batuk gue mereda, tapi batuk brengsek itu malah makin gede dan makin nggak terkendali!
Akhirnya gue muntahin aer di mulut gue. Dan saat itu, sumpah demi tuhan, gue nggak muntahin aer dengan seanggun mungkin. Mendadak ada suara mengerikan yang keluar dari tenggorokan gue. Kayak kambing dibelek! Suara gue kayak gitu! Suara menggelegar itu keluar dari mulut gue! Diperparah lagi dengan kondisi parkiran basement yang pastinya bergaung kemana-mana. NJIS LAH! IDUL QURBAN MASIH LAMAAA!!

Saat itu mendadak slow motion lagi. Asli lah gue nggak bohong. Gue langsung kepikiran 3 hal :

"Anjir! Suara gue menjijikkan banget!"

"Ya Allah, tolong jangan sampe dimuntahin semua! Tolong jangan sampe dimuntahin semua!"

"NYEEETT!! ITU BANYAK ORANG DIBELAKANG YANG NGEDENGER DAN NGELIAT LO KAYAK GINI! MUKA LO MAU DITARO DIMANA NYEEEEEETTTTT???"

Sambil masih batuk gila-gilaan dengan tangis yang mulai keluar karena kuping dan idung gue sakit, plus muka yang gue yakin banget merah dan keringet dimana-mana, gue berusaha tetep stay cool NGANYING! STAY COOL GIMANA KALO GUE MALUNYA NAUJUBILAH GITUUU??

Dan kemudian setelah itu gue masih berusaha menutupi rasa malu gue yang amat sangat sambil ketawa cengar cengir sok santai walaupun dalam hati rasanya gue mau deactive semua akun jejaring sosial aja drama

Sepanjang perjalanan pun, gue nggak henti-hentinya ngutukin diri gue dalem hati. Seandainya aja gue nggak semaruk itu minum aernya. Seandainya aja tadi gue nggak minum sama sekali. Seandainya aja... oh seandainya aja...

Dan begitulah sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Moral of the story-nya adalah, mungkin inilah faktor kenapa sampe sekarang gue masih jomblo -_-" gelesotan di bahu jalan

Sunday, April 7, 2013

Buat gue, nyanyi dan goyang pas nonton konser itu rasanya mungkin mirip kayak orang abis pake narkoba kali ya.

Asli, gue kadang suka nggak peduli kalo lagi nonton gigs live nyanyi sama joget heboh. Sebodo amat diliatin orang. Dikira lagi ngefly kali. Hahahahahahahahah...

Friday, March 22, 2013

Tik tok tik tok..

                                                              Gambar diambil dari sini




Tik tok.. tik tok.. tik tok..

Pukul 3 pagi. Tak ada hal lain yang diperhatikannya selain jarum jam yang bergerak memutar ke arah kanan. Keheningan malam membuat suara itu semakin terdengar kencang di telinganya.

Sembari tetap menatap lekat ke arah jam dinding yang ada di atas rak bukunya, kenangan demi kenangan kembali menyentak di kepalanya. Kenangan yang tiba-tiba saja membuatnya bersenandung kecil.

Seandainya jarum jam sengaja diputarnya terbalik, bisakah waktu pun ikut berputar dan kembali menempatkannya di masa lalu?

Wednesday, March 13, 2013

Ehm... misiii... setor dulu :">


                                                                 gambar diambil dari sini

Gue nggak tau nih kenapa akhir-akhir ini gue kalo abis makan mendadak langsung ijin setor. Sistem pencernaan gue nggak tahu emang semakin lancar atau emang pengen ngerjain gue. Setor disini pun bukan setor uang atau apa ya. Setor as in menunaikan kewajiban di kamar mandi yang nomor dua halah

Ganggu banget loh kayak gini. Asli. Yah, untung kalo pas nemu yang toiletnya bagus, lha kalo jorski?

Untunglah sistem pencernaan gue masih CS dikit lah ama gue. Dia nunggu gue selesai dulu makan baru abis itu mulai berontak gila-gilaan.
Lha kalo pas tengah-tengah lagi makan? Bok, apa kabar itu lagi makan setengah jalan mendadak perut mules-mules? Trus abis setor kudu ngelanjutin makan lagi gitu? Wah, itu tuh yang bahaya. Apalagi kalo misalnya lagi ngumpul-ngumpul ama temen. Apa nggak disorakin terus di 'iyuuuwwhh' 'iyuuwwhh'in  kayak abis ngutil daleman banci tuh?

Untungnya gue belom sampe taraf  itu sih. Tapi kan tetep aja, ini bencana nasional. Gimana kalo nanti gue diajak kencan atau candlelight dinner? ya teuing sih itu nanti taun berapa kejadiannya. Persiapan aja dari sekarang

Masa nanti dialognya bakalan gini :

Mas Masa Depan (teuing saha) : Jadi gimana hubungan kita sekarang?
Gue   :  aduh Mas, maaf aku mules. Bentar ya
Mas Masa Depan    : NGGAK USAH DITERUSIN LAGI HUBUNGAN KITA!
Gue   : keringet dingin ngucur, kaki udah gera-gerak ga karuan ...tapi aku mules beneran....

Atau mungkin juga gini :

Mas Masa Depan : Gimana? Makanannya enak?
Gue : hehehe.. Mules... cengar-cengir
Mas Masa Depan : ..... kemudian dia pergi ninggalin gue gara-gara ilfil


ITU GIMANA KALO NANTI JADINYA GITU???

Kalo di postingan ini gue bilang mungkin calon kriteria yang gue pengenin adalah yang bisa jadi imam yang baik dan nggak selingkuh, di postingan ini gue kayaknya kudu nambahin :


  • Yang nggak keberatan walaupun gue mules di tengah-tengah kencan habis makan (-_-")




Wednesday, February 20, 2013

Antara pertanyaan 'kapan nyusul' dan takut

So, life's good akhir-akhir ini. Banyak dapet berita bahagia dari temen-temen. Ada beberapa yang lagi persiapan nikah, ada yang lagi persiapan lamaran, ada yang baru jadian, ada juga temen SMP yang mau melahirkan.

Dan tentunya seiring berita bahagia itu, pertanyaan 'kapan nyusul' pun pasti semakin tinggi juga ya intensitasnya. Heuheuheu... Yah well, apa mau dikata. Kadang basa basi itu menyebalkan.

Dibalik jawaban gue yang kalo ditanya tentang itu suka ngejawab 'makanya cariin dong', gue rasa gue bukan tipe yang akan menyusul mereka dalam waktu dekat ini. Gue bahkan merasa gue kayaknya bukan tipe yang akan menikah muda. Ya selain calonnya juga belum ada, gue kayaknya punya trust issue.

Gimana nggak? Hidup gue dikelilingi oleh perselingkuhan. Temen gue, saudara gue, orang yang paling gue percaya sekali pun juga melakukan itu. Dan gue sudah melihat dari ketiga sudut pandang. Dari pihak yang selingkuh, dari pihak yang diselingkuhi, dan dari pihak ketiga. Dan semakin kesini, entah kenapa permasalahan itu kayak semakin berkumpul di dekat gue.

Entahlah, mungkin itu yang bikin gue agak susah percaya sama orang. Gue tipe yang nggak mudah membuka diri ke setiap orang yang gue kenal, even mereka curhat ke gue. Gue biasanya hanya membuka diri ke orang-orang yang amat sangat gue percaya.

Itu juga sih yang sering jadi doa gue tentang pendamping kalo abis solat. Yang pertama dia bisa jadi imam dunia akhirat yang baik, yang kedua jangan pernah ada tertanam di pikirannya untuk dia selingkuh atau poligami. Dua poin paling penting buat gue.

Mungkin itu kenapa ada rasa dimana gue pengen pasangan gue nantinya pernah merasakan bagaimana di selingkuhi, supaya dia nggak akan berbuat hal yang bisa menyakiti seperti itu karena dia udah tau rasanya. Sakitnya anjir-anjiran. Sakit banget.



Again, postingan nggak jelas karena deg-degan ujan gede. Takut banjir lagiiiiii aaaakkk >,<

posted from Bloggeroid

Monday, February 11, 2013

It finally ends

After all this months, struggling with this, it finally ends.


Damn. Now i feel empty

posted from Bloggeroid

Gw baru sadar, ternyata tema cerita yang paling banyak gw bikin itu tentang pernikahan.

Somehow, cerita tentang 2 orang yang tinggal satu atap karena menikahi satu sama lain dengan terpaksa tanpa rasa cinta, entah kenapa selalu bikin gw tertarik.

*baru ngitung ada 3 cerita aja yg gw bikin dengan tema itu* ahihihi...

posted from Bloggeroid

Sunday, February 10, 2013

Mungkin malam

Mungkin malam selalu identik dengan kenangan.

Mungkin karena aku bisa menggambarkan apa yang ada di benakku pada langit yang seperti kanvas kosong itu.

Mungkin karena keheningan total yang menyelimuti, sehingga aku bisa mendengarkan dengan lebih jelas bisikan-bisikan masa lalu yang tidak terlalu terdengar di siang hari.

Mungkin karena gabungan keduanya sehingga aku bisa menggambarkan bagaimana dirimu yang hampir terlupa, serta mendengar lagi bagaimana suaramu yang hampir tak bisa kuingat.

Mungkin malam menjadi satu-satunya waktu ketika aku bisa berdansa dan memabukkan diri dengan seluruh ingatanku tentangmu yang perlahan mulai memudar.


*balada mati lampu. 8$+#))£&@G#$(5g9£*


posted from Bloggeroid

Banjir

Oh well, okay. Rumah gw kebanjiran (lagi). Setelah 2002, 2007, januari 2013 kemaren rumah gw kebanjiran. Masuk rumah selutut.

Anyhow, walaupun udah sebulan abis banjir kemaren, tapi keadaan di rumah gw masih kacau balau. Baju-baju gw masih banyak di dalem plastik sampah yg item gede itu (semuanya malah), gw sebulan ini tidur di kursi kayu, komputer gw masih berupa pretelan. Kata nyokap jangan diturunin dulu sebelum februari selesai.

Selain itu, gw juga sekarang suka panik kalo denger orang berisik di depan rumah, inget para tetangga yang heboh karena banjir. Dan setiap kali gw denger berita tentang hujan gede, either di bogor, bekasi atau jakarta, bawaannya selalu panik.

So yeah, kayaknya masih trauma berat sih. Dan gw masih belum kembali ke kehidupan normal. Oh well...
posted from Bloggeroid

Tuesday, January 8, 2013

Start over

Akhir-akhir ini mikir kayaknya mau memulai sesuatu, tapi kepentok umur, kepikiran apa tanggapan orang-orang sekitar nantinya.

Barusan liat dialog sama seorang biksu yang ngebahas tentang hal sama. Well, dia bilang, mulai aja kalau memang mau mulai suatu hal dari awal.  Nggak usah pikirin orang lain. Pikirkan baik-baik apa yang mau dilakukan dalam hidup ini. Jangan sampai nyeselnya nanti.

Hmmm...

Monday, September 10, 2012

Yah, namanya juga idup

Yah, namanya juga idup...
Ada yang di restui, ada yang nggak di restui

Yah, namanya juga idup..
Udah susah-susah nyari kerjaan trus dapet, tapi ga di bolehin gara-gara jam kerjanya begitu

Yah, namanya juga idup..
Ada yang emang rejekinya disitu, ada yang emang belom rejekinya

Yah, namanya juga idup..
Kadang ada kontra antara pengennya kita sama pengennya orang tua.

Capek...


boleh kan ya nangis bentar doang?
*jongkok di pojokan sambil ngeliatin lilin*

Friday, September 7, 2012

Kamu dan Sepiring Nasi Padang

Lucu bahwa sepiring nasi padang bisa terus mengembalikan kenangan lama. Dan kemudian kenangan itu terus menerus berputar tanpa henti.

Kamu. Aku. Kita. Tanpa obrolan apapun.

Kamu sibuk dengan makananmu, aku pun pura-pura asik dengan makananku walaupun sebenarnya bingung kenapa tempat ini yang kamu pilih?

Tak ada obrolan yang berarti. Tak ada gelak tawa, apalagi tangisan. Hanya sekedar senyuman sekilas yang keluar dari rasa gugup.

Orang bilang kenangan yang paling lekat dalam pikiran adalah kenangan yang entah itu adalah kenangan buruk atau kenangan bahagia. Dan lucunya, tanpa obrolan yang berarti, kenangan ini termasuk kenangan bahagiaku.

Kamu dan sepiring nasi padang.
Musik yang mengalun lembut lewat earphone, udara malam yang sejuk, dan langkah kaki yang berjalan, kadang bisa sedikit membantu dalam usaha pencarian sebuah titik terang ketika pikiran sedang berada di dalam jurang paling gelap

Saturday, September 1, 2012

Agustus 2012



Gaaahh telat posting gueee! Gara-gara koneksi kacrut bin dudul! Eeeegghhhh!!  Postingan ini harusnya untuk tangal 31 Agustus *sigh*


Well anyway, tema makanan pada bulan Agustus adalah... cake mokka! Hohohohoho....

 Bulan Agustus banyak banget kejadian yang manisnya kayak cake mokka ini. Tapi juga ada yang sedikit ganjelan-ganjelan nggak diduga yang dateng juga, yah kayak potongan-potongan kecil kacang yang ada di kue itu.

 Agak struggle di awal-awal bulan, tapi alhamdulilah di akhir bulan ini udah mulai mendapat pencerahan di dalam pikiran. Aura gue jadi nggak segelap awal-awal agustus *halah*

 Jadi ya gitu deh di bulan Agustus ini. Walaupun di awali dengan ganjelan-ganjelan yang nggak enak, di akhir, semuanya dibalur dengan rasa manis :)


Tuesday, July 31, 2012

Challenge To My Self



Oke, jadi mulai dari bulan Juli ini, gue memberikan tantangan pada diri gue sendiri. Setiap bulan, gue akan ngeblog dan merepresentasikan tiap bulannya dengan satu makanan sampai setahun ke depan.

Tema untuk bulan Juli ini, adalah Sup Kimchi.

Bulan ini, gue pertama kalinya ngerasain yang namanya sup kimchi. Pertama kalinya juga ada hal-hal yang terjadi pada gue di bulan ini. Misalnya, gue bisa ikut Quick Count Pilkada dari Kompas, yang pertama dilaksanakan oleh Kompas (untuk pilkada jakarta kalo gue nggak salah) dan Pilkada ini juga dilaksanakannya 5 taun sekali. Well, I consider myself as a lucky girl, walaupun pada akhirnya gue nggak bisa ikut piknik sama temen-temen di danau UI. Hiks... tapi, kapan lagi bisa ikut quick count kan? Dan nggak semua orang punya kesempatan kayak gini.

Gue ngerasain gimana hecticnya orang-orang yang melakukan quick count. Deg-degan di ruang data nungguin siapa calon gubernur yang memimpin, suara erangan kalo datanya naik turun dan cagub pilihan kita hampir disusul atau kalah beberapa suara. Dan hecticnya karena dikejar-kejar supaya datanya terakumulasi secepatnya jadi bisa lebih cepat disampaikan juga ke orang-orang diluar sana (katanya sih kemaren cepet-cepetan sama LSI. LSI yang mulai duluan, tapi Kompas yang selesainya duluan. Kata temen gue sih gitu).

Disana juga gue, sebagai orang yang saat itu entah kenapa baju kebanyakan pada dicuci semua sehingga yang tersisa tinggal baju kotak-kotak, yang sama pula dengan ciri khas salah satu cagub Jokowi, akhirnya pake baju kotak-kotak pas quick count dan alhasil? Yak, hampir semuaaaa yang ada disana selalu nunjuk-nunjuk dan bilang "Wah, pendukungnya Jokowi nih" atau nggak "Wah, tim suksesnya Jokowi nyelusup kemari nih" hadeh -_-"

Yak, jadi itu salah satu pengalaman pertama yang gue rasakan di bulan Juli ini. Balik lagi ke sup kimchi, sup kimchi itu rasanya dominan dengan rasa fermentasi yang asam dan agak-agak pedes gimana gitu. Bulan ini juga gue ngerasain asem-asem gimanaa gitu. Di salah satu waktu, gue dimintai tolong untuk ngeWO untuk gantiin temen yang nggak bisa. Perasaan gue entah kenapa nggak enak dari awal dateng. Intinya, singkat kata, pas disana gue nyampenya telat dan kemudian dimarahin abis-abisan. Asem.
Sup juga selalu identik dengan hangat. Ada kehangatan yang gue rasa di bulan ini. Bulan ini, gue kembali ngutak-ngatik di dapur. Gue yang mendadak kembali semangat ngutak-ngatik di dapur, bikin nyokap juga ikutan semangat nyoba resep ini itu. Dan gue ngerasa, dengan masak bareng nyokap, somehow itu ngebawa kita berdua jadi lebih deket lagi.

Jadi yah, itu tema gue untuk bulan Juli ini. Sup Kimchi. Semoga bulan-bulan berikutnya sampai setahun kedepan gue bisa terus melaksanakan tantangan yang gue bikin buat diri gue sendiri. Bukannya apa-apa sih. Cuman pengen bikin satu hal yang... apa ya? Yah semacam pengen ngetes apakah gue ini orangnya bisa dengan patuh menjalani tantangan yang gue bikin buat diri gue apa nggak. Heuheuheu...

Yosh!