okeh selama gue off menghindari jejaring sosial dan tetek bengek lainnya yang bikin gue ketagihan demi skripsiiiiiiiiiiiii gue,
gue
dilanda
depresi
berat!
Dan titik puncaknya adalah hari ini
Bab 1 sampe bab 3 yang gue pikir bakalan dikasih jangka waktu sekitar 2 atau 3 minggu lagi, mendadak dimajuin. Senen depan udah harus dikumpulin. Which is artinya gue cuman punya waktu seminggu buat bikin makalah yang kurang lebih 60 halaman itu.
WHAAATTT THEEE HEEEEELLL?????
Tadi pas gue bimbingan skripsi, gue dan dosen pembimbing gue yang luar biasa... *gue ga tau harus bilang dia santai, cuek, atau apa* terlibat percakapan yang cukup... *lagi-lagi gue spicles* :
Gue : "Pak, jadi yang untuk buku-buku itu, terserah kita mau buku-buku apa aja?"
Dia : "Iya. Kamu cari aja di perpus kampus, di toko buku, di internet"
Gue : *ngangguk2*
Dia : "kalian juga cari aja skripsi senior kalian, trus kalian contek aja dari situ. Tapi jangan yang setaun diatas kalian. Soalnya kalo setaun diatas kalian, nggak boleh"
Gue : *bengong trus nyengir kadal* "nyontek pak?"
Dia : "Iya nyontek. Tapi ya nggak semua" *sambil ketawa* "dikit2 aja. Kalian catetin aja teori-teorinya*
Gue : *masih nyengir takjub*
Dia : "jadi minggu depan gimana nih? Kalian udah harus selesein ya."
Gue : "kelar bab 1 pak" kata gue masih cengar cengir bego
Dia : *muka serius* "kalo bisa bab 1 sampe bab 3. Nanti saya periksa, nah abis itu kalo saya setujui, langsung saya ajuin seminar."
Gue : *cengiran gue ilang dan gue pun bengong. Perasaan gue mulai nggak enak* "seminar? seminar apaan pak?"
Dia : "Seminar proposal"
Gue : ..... *muka pucet dan melongo. Gue bahkan bingung mau nangis atau ketawa*
GUE KAN BARU MASUK KULIAH 4 KALI!!!! MOSO UDAH MAU SEMINAR PROPOSAL LAGI??? LAGIAN SEMINAR PROPOSAL BUKANNYA SKEJUL BUAT AKHIR SEMESTER????
Gue nggak tau pendapat orang-orang yang udah ngelewatin masa-masa ini. Mungkin mereka bilang "enak dong? cepet gitu."
Cepet sih cepet. Tapi jantung, ama mental gue gak karuan sangking bingung ngadepinnya!!!! AAAGGHH!!!
Okeh. Mau nggak mau, gue harus off sekarang. Dan gue bakalan berkutat sama buku-buku yang selama beberapa hari ini bikin gue eneg gila2an sampe ga napsu makan. Serius ni, gue rasa seminggu ini gue bakalan banyak menghabiskan waktu di perpus macam anak kutu buku gitu.
Wish me luck, guys!!! *masih shock dan pengen jerit-jeritan plus nangis kejer*
Monday, September 28, 2009
Saturday, September 26, 2009
Repost
Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan Ya Allah... Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi Ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan Ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah Ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Amin...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan Ya Allah... Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi Ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan Ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah Ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Amin...
Tuesday, September 22, 2009
Saturday, September 19, 2009
Perpisahan dan Hari Kemenangan...
Alhamdulilah...
Alhamdulilah...
Alhamdulilah...
Hidung dan paru-paru ini masih bisa menghirup oksigen...
Nadi ini masih berdenyut...
Jantung ini masih berdetak...
Sebulan ini, Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih masih memberi saya kekuatan untuk bisa menjalani puasa...
Allah masih memberi saya satu kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah dan nikmat tak terhingga ini...
Saya sadar, sebulan kemarin semua hal-hal yang saya lakukan demi memuja Sang Khalik belum maksimal. Sama sekali belum maksimal. Dan ketika di penghujung bulan penuh rahmat ini, saya sedih karena belum memaksimalkan ibadah saya. Padahal belum tentu di tahun mendatang, saya akan kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini...
Sedih rasanya meninggalkan bulan ini... Saya hanya bisa berharap dan berdoa mudah-mudahan saya masih diberi kesempatan dan nafas kehidupan oleh Sang Khalik agar masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan selanjutnya...
Takbir mulai bergema dimana-mana. Jantung ini berdetak keras, senyum ini tak henti-hentinya tersungging. Kebahagiaan luar biasa melingkupi saya mendengar gegap gempita semua muslim yang berbahagia menyambut Hari Kemenangan esok hari dengan bedug yang ditabuh bertalu-talu seiring dengan takbiran yang berkumandang tak henti-hentinya. Semua muslim meneriakkan kebesaran-Nya...
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar... Allahu Akbar wa lillaahil-hamdu...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Best Regards,
Meitya
Alhamdulilah...
Alhamdulilah...
Hidung dan paru-paru ini masih bisa menghirup oksigen...
Nadi ini masih berdenyut...
Jantung ini masih berdetak...
Sebulan ini, Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih masih memberi saya kekuatan untuk bisa menjalani puasa...
Allah masih memberi saya satu kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah dan nikmat tak terhingga ini...
Saya sadar, sebulan kemarin semua hal-hal yang saya lakukan demi memuja Sang Khalik belum maksimal. Sama sekali belum maksimal. Dan ketika di penghujung bulan penuh rahmat ini, saya sedih karena belum memaksimalkan ibadah saya. Padahal belum tentu di tahun mendatang, saya akan kembali bertemu dengan bulan penuh rahmat ini...
Sedih rasanya meninggalkan bulan ini... Saya hanya bisa berharap dan berdoa mudah-mudahan saya masih diberi kesempatan dan nafas kehidupan oleh Sang Khalik agar masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan selanjutnya...
Takbir mulai bergema dimana-mana. Jantung ini berdetak keras, senyum ini tak henti-hentinya tersungging. Kebahagiaan luar biasa melingkupi saya mendengar gegap gempita semua muslim yang berbahagia menyambut Hari Kemenangan esok hari dengan bedug yang ditabuh bertalu-talu seiring dengan takbiran yang berkumandang tak henti-hentinya. Semua muslim meneriakkan kebesaran-Nya...
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar... Allahu Akbar wa lillaahil-hamdu...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Best Regards,
Meitya
Tuesday, September 15, 2009
Life Goes On, Boooosss!!!
Cukup ah gue menye-menye nggak jelas selama beberapa bulan belakangan ini.
Patah hati sih patah hati,
sakit sih ya sakit
ancur sih ya ancur
tapi kan bumi terus berputar
gak boleh stuck disana mulu dong ah
Hahahaha...
Mari cari yang baru!!!
*endorphin lagi mempengaruhi gue kayaknya. Ga tau kenapa, rasanya semangat luar biasa. Wohooooo!!! Mudah-mudahan bisa kayak gini terus deh. Hahahaha...*
Patah hati sih patah hati,
sakit sih ya sakit
ancur sih ya ancur
tapi kan bumi terus berputar
gak boleh stuck disana mulu dong ah
Hahahaha...
Mari cari yang baru!!!
*endorphin lagi mempengaruhi gue kayaknya. Ga tau kenapa, rasanya semangat luar biasa. Wohooooo!!! Mudah-mudahan bisa kayak gini terus deh. Hahahaha...*
Sunday, September 13, 2009
Mahasiswa Komunikasi macam apa sih gue? Muahahaha...
Serius ni. Akhir-akhir ini gue mempertanyakan:
Hampir 4 taun gue kuliah, cara gue berkomunikasi sama orang tu nambah baik, apa nambah dodol? Padahal kan gue kuliah komunikasi. Well, emang sih major gue marketing. Tapi kan marketing komunikasi. Bukan yang ngitung-ngitung gitu.
Orang yang sering ngobrol ama gw, even lewat YM (yang berarti gue ngetik dan nggak ngomong langsung), pasti tau gimana dodolnya gw dalam menggunakan kosa kata . Well, nggak sering-sering banget sih. Eh, tapi nggak tau juga. Seinget gue sih nggak sering-sering banget. Hwahahahaha...
Gue ini orang yang suka kebolak-balik make kosa kata. Misalnya gue tuh mau ngomong atau nulis tentang klarifikasi. Tapi mendadak yang gue omongin atau gue tulis, malah konfirmasi. Padahal maksut gue tuh mau ngomong atau nulis klarifikasi. Bahkan dengan bahasa paling sederhana sekalipun. Gue mau nulis "kesengsem lagi" malah nulis "geer" WHAT THE HELL??? Ini otak gue sama jari gue ga sinkron, atau gue ngomong atau nulis tanpa mikir, ato gimana sih?
Dan bukan cuman gimana gue nyampein kata-kata doang yang bermasalah. Tapi juga gimana gue nerima komunikasi dari orang laen. Kadang, apa yang gue tangkep, beda dari apa yang orang laen sampein ke gue. Jadi gue sering salah paham. Misalnya, maksut dia becanda, gue nganggepnya serius. Ato yang paling sering sih, dia serius, gue nganggepnya becanda. Dan gue sering kena damprat gara-gara itu. Padahal sumpe, gue cuman salah tangkep. Nggak maksut ngebecandain. Huhuhu... T_T
Ato yang lebih parah sih, gue sama sekali nggak nangkep apa yang di maksut tu orang. Jadi dia harus dengan perlahan-lahan dan sabar ngejelasin lagi ke gue maksutnya apa. Karena gue sama sekali nggak ngerti (baca : lemot) ehm *blushing*
Huhuhuhuhu... ada gunanya gak sih ni gue kuliah lama-lama? Ngomong aja masih belepotan. No wonder banyak orang yang suka bingung kalo lagi dengerin gue ngomong. Ngomong aja gak jelas gini. Nggak heran juga banyak yang stres ngomong sama gue. Wong gue kalo nerima pesan, nganalisanya tuh suka lebih lama dibanding orang laen T_T
Jangan-jangan ntar kalo misalnya gue udah kerja, bos gue bilang :
"Meitya, kamu bikinin teh manis untuk 3 orang ya"
Eh, mendadak gue malah bikin kopi pait buat 7 orang.
*bayle. Dan itu jelas bukan contoh sulitnya gue berkomunikasi. Kalo kejadian diatas sampe kejadian, itu adalah tandanya otak gue mulai amburadul*
P.S : Jadi tolong buat orang-orang yang ngebaca postingan ini, gue mohon dengan sangat, sabar-sabarlah kalian kalo lagi ngobrol sama gue atau lagi dengerin gue ngomong. Dan kalo misalnya ngomong sama gue, to the point aja yaaa. Jangan pake kata-kata kiasan yang gue harus mikir lagi. Karena 99%, pasti gue salah tafsir. Huhuhuhu... T_T
Note buat orang-orang yang sering curhat ama gue dan ngebaca postingan ini :
Kalian masih yakin nih curhat sama gue?
Mwahahahahaha...
Hampir 4 taun gue kuliah, cara gue berkomunikasi sama orang tu nambah baik, apa nambah dodol? Padahal kan gue kuliah komunikasi. Well, emang sih major gue marketing. Tapi kan marketing komunikasi. Bukan yang ngitung-ngitung gitu.
Orang yang sering ngobrol ama gw, even lewat YM (yang berarti gue ngetik dan nggak ngomong langsung), pasti tau gimana dodolnya gw dalam menggunakan kosa kata . Well, nggak sering-sering banget sih. Eh, tapi nggak tau juga. Seinget gue sih nggak sering-sering banget. Hwahahahaha...
Gue ini orang yang suka kebolak-balik make kosa kata. Misalnya gue tuh mau ngomong atau nulis tentang klarifikasi. Tapi mendadak yang gue omongin atau gue tulis, malah konfirmasi. Padahal maksut gue tuh mau ngomong atau nulis klarifikasi. Bahkan dengan bahasa paling sederhana sekalipun. Gue mau nulis "kesengsem lagi" malah nulis "geer" WHAT THE HELL??? Ini otak gue sama jari gue ga sinkron, atau gue ngomong atau nulis tanpa mikir, ato gimana sih?
Dan bukan cuman gimana gue nyampein kata-kata doang yang bermasalah. Tapi juga gimana gue nerima komunikasi dari orang laen. Kadang, apa yang gue tangkep, beda dari apa yang orang laen sampein ke gue. Jadi gue sering salah paham. Misalnya, maksut dia becanda, gue nganggepnya serius. Ato yang paling sering sih, dia serius, gue nganggepnya becanda. Dan gue sering kena damprat gara-gara itu. Padahal sumpe, gue cuman salah tangkep. Nggak maksut ngebecandain. Huhuhu... T_T
Ato yang lebih parah sih, gue sama sekali nggak nangkep apa yang di maksut tu orang. Jadi dia harus dengan perlahan-lahan dan sabar ngejelasin lagi ke gue maksutnya apa. Karena gue sama sekali nggak ngerti (baca : lemot) ehm *blushing*
Huhuhuhuhu... ada gunanya gak sih ni gue kuliah lama-lama? Ngomong aja masih belepotan. No wonder banyak orang yang suka bingung kalo lagi dengerin gue ngomong. Ngomong aja gak jelas gini. Nggak heran juga banyak yang stres ngomong sama gue. Wong gue kalo nerima pesan, nganalisanya tuh suka lebih lama dibanding orang laen T_T
Jangan-jangan ntar kalo misalnya gue udah kerja, bos gue bilang :
"Meitya, kamu bikinin teh manis untuk 3 orang ya"
Eh, mendadak gue malah bikin kopi pait buat 7 orang.
*bayle. Dan itu jelas bukan contoh sulitnya gue berkomunikasi. Kalo kejadian diatas sampe kejadian, itu adalah tandanya otak gue mulai amburadul*
P.S : Jadi tolong buat orang-orang yang ngebaca postingan ini, gue mohon dengan sangat, sabar-sabarlah kalian kalo lagi ngobrol sama gue atau lagi dengerin gue ngomong. Dan kalo misalnya ngomong sama gue, to the point aja yaaa. Jangan pake kata-kata kiasan yang gue harus mikir lagi. Karena 99%, pasti gue salah tafsir. Huhuhuhu... T_T
Note buat orang-orang yang sering curhat ama gue dan ngebaca postingan ini :
Kalian masih yakin nih curhat sama gue?
Mwahahahahaha...
Thursday, September 10, 2009
Mules-mules, update status. Lagi ngupil, update status juga
Facebook, Plurk, Twitter. Jejaring sosial yang sekarang semakin banyak diminati sama orang-orang. Dan gue juga adalah salah satu orang yang juga menjadi korban keganasan jejaring sosial yang sekarang makin meratulela.
At first, gue sangat tergila-gila dengan jejaring sosial ini. Gue lagi dimana, update status. Gue lagi kenapa, update status. Di facebook, di plurk. Eksis deh. Tapi lama kelamaan, gue pun mulai ngerasa jenuh. Ketika setahun lalu gue baru mengenal yang namanya jaringan sosial, gue masih semangat 45 untuk ngeberitain semua keadaan gue dari A sampai Z. Tapi akhir-akhir ini, ketika gue melihat status update dari orang lain, even dari gue sendiri, gue ngerasa muak. Itu lagi, itu lagi. Kejadian senggak penting apapun, di share demi menunjukan keeksistensian diri mereka.
Menurut gue sih, selama mereka update statusnya masih tentang gimana perasaan mereka saat itu, dimana mereka sekarang dan gimana keadaan di sekitar mereka, itu masih masuk akal menurut gue. Menurut gue loh ya. Tapi sayangnya, semakin lama update-an status di jejaring sosial ini semakin annoying. Again n again, ini hanya menurut gue pribadi.
Kok bisa gitu? Gini deh. Ketika dulu sebelum ada jejaring sosial elo solat subuh abis itu dzikiran, trus tadarusan, elo nggak bakalan ngumbar-ngumbar ke semua orang kalo lo ngelakuin itu semua. Cukup elo sama Allah yang tau. Sekarang?
"Hari ini gue udah solat dzuhur plus sunah-sunahnya plus tadarusan"
ato nggak
"hari ini gue ngasih makan anak yatim piatu. Total ada 50 anak. Duit yang keluar? Yah, lumayan laah..."
serius ni. Harus ya ngasih tau ke semua orang? Yah, gue sendiri sih orang yang cukup bernegatif thinking. Jadi menurut gue, semua itu jatohnya jadi ke Riya. Sombong.
Dan semakin nggak penting lagi, ada aja gitu yang update status :
"lagi b*ker"
dude! Give me a break!
Yang paling bikin muak, adalah ketika gue baca status dari satu orang, buat pacarnya. Bukan cuman status tentang sayang-sayangan (kalo itu, gue masih terima) tapi sampe berantem-berantemnya tuh ngasih tau ke orang banyak. Misalnya :
"Kurang apa sih aku sama kamu? Kurang apa?? Kamu bilang kamu bisa dipercaya! Taunya?? Siapa tu cewekk??? F*ck*ng a*sh*l*!!!"
ntar siang udah beda lagi
"AKU PENGEN PUTUUUUUSSS!!!"
Trus 5 detik kemudian,
"Maafin aku ya udah marah-marah ke kamu. Aku sayang kamu. Love you... muaahh"
Oh well, walaupun itu emang hak mereka ya, karena itu emang fesbuk mereka, tapi tetep aje. Rahasia dapur cuy. Ngape lo umbar-umbar? Sombong bener di selingkuhin. Apa emang sebenernya dia pengen dapet perhatian dari orang-orang? Pengen orang-orang tau kalau dia itu yang disakiti? Nggak tau deh.
Kalo cuman ngungkapin "aku sayang kamu" atau "aku cinta kamu" atau apapun itu lewat wall-wallan, masih nggak papa deh. Hak mereka. Walaupun fesbuk dengan bodohnya, nunjukin wall dari satu orang tuh kayak nunjukin status. Jadi ya tetep bisa kebaca juga, tapi nggak papa deh kalo masih wall. Hak mereka. Mungkin karena mereka pengen dunia tau bahwa cinta sedang mengelilingi mereka *ha, gue juga mau tu kek gitu*
Tapi kalo udah berantem dan bales2annya lewat status fesbuk atau tret, beuh... ampun deh. Hak gue dong ya untuk mute tu tret, atau hide tu status, atau remove, atau mungkin lebih ekstrim lagi, gue block. Hahahaha...
Yang bikin gue bete setengah mati pula sama jejaring sosial yang semakin mendunia sampai ke pelosok, adalah ketika komunikasi pribadi, semakin tersingkir *lagi-lagi, ini subyektif menurut gue*
Temen gue mau nikah, gue taunya dari event di fesbuk. Ade gue lagi jalan-jalan ke pulau seribu, gue taunya dari foto-foto di fesbuk. Gue ulang taun, temen-temen gue ngucapinnya lewat fesbuk. Kenapa? Karena jauh lebih murah dibanding sms. Oh well, gue tau internet sekarang jauh lebih murah. Tapi ya nggak segitunya juga sih. Demi temen, demi keluarga, demi orang yang disayang, apa nggak mau ngorbanin uang 350 perak hanya untuk sms atau telepon sebentar?
Kayak ultah gue kemaren aja. Wall banyak banget yang masuk, tapi sms di hape cuman beberapa. Komunikasi antarpribadi mulai tersingkir. Dan gue benci itu.
Ini sih cuman sekedar unek-unek gue mengenai tren baru jejaring sosial ini. Tren dimana gue ngerasa bahwa dunia maya semakin mendekat dan dunia nyata semakin menjauh. Hey, ini subyektif dari gue loh ya. Toh gue pun sekarang masih dengan kayak kesetanan update fesbuk, bikin tret gila-gilaan biar karma naek, dan masih komenin status orang laen dan tret laen dengan membabu buta. Gue nggak bilang dengan segala unek-unek gue diatas dan segala kemuakan gue melihat status orang lain, tret orang lain, atau wall orang lain, sekarang gue stop bener-bener stop dari jejaring sosial. No. Gue masih tetep eksis onlen.. onleen... update status... bikin tret. Gue masih eksis banget.
Ya, gue emang ngerasa jenuh sih. Tapi dibalik kejenuhan gue, gue masih merasa nyaman. Karena di antara orang-orang yang bikin gue muak dengan update-an status atau tret atau wall mereka, masih banyak juga orang-orang yang gue sayangin di dunia maya ini. Yang nggak bikin gue muak, tapi malah bikin gue ketawa-ketawa bahagia dan untuk sejenak, bisa bikin gue lupa dengan masalah yang ada.
Nah, daripada daripada gue dosa marah-marah atau misuh-misuh sendiri gara-gara ngeliat status, wall, atau tret orang, kan lebih baik gue unfollow, atau remove atau block kan ya? Jejaring sosial ini ibarat game. Kita bisa bebas menentukan siapa aja lawan main yang bisa bikin kita seneng. Bukan malah jadi bikin stres. Tul?
Gue nggak tau pada akhirnya gue bakalan off dari semua jejaring sosial apa nggak. Emang waktu itu sempat terlintas di pikiran gue kalo gue mau cuti sebentar. Tapi ternyata gue pun belum sanggup untuk berpisah. Hahahaha... dan sampai saat ini, walaupun jenuh, tapi gue masih merasa nyaman. Gue pun nggak tau sampai berapa lama kenyamanan itu akan bertahan lama. Kalau misalnya nanti kenyamanan itu menghilang dan gue merasa luar biasa jenuh dengan dunia maya ini, ada kemungkinan gue bakalan off.
Entahlah. Yang pasti, saat ini gue masih merasa nyaman :))
Note : maaf kalau memang ada yang menyinggung. Ini hanya sekedar tulisan dari sudut pandang subyektif seorang cewek yang nggak penting kok. Cuman mau ngeluarin unek-unek doang. Sekali lagi, maaf banget kalo ada yang kesinggung. Piss yo! Lebaran sebentar lagi :)
At first, gue sangat tergila-gila dengan jejaring sosial ini. Gue lagi dimana, update status. Gue lagi kenapa, update status. Di facebook, di plurk. Eksis deh. Tapi lama kelamaan, gue pun mulai ngerasa jenuh. Ketika setahun lalu gue baru mengenal yang namanya jaringan sosial, gue masih semangat 45 untuk ngeberitain semua keadaan gue dari A sampai Z. Tapi akhir-akhir ini, ketika gue melihat status update dari orang lain, even dari gue sendiri, gue ngerasa muak. Itu lagi, itu lagi. Kejadian senggak penting apapun, di share demi menunjukan keeksistensian diri mereka.
Menurut gue sih, selama mereka update statusnya masih tentang gimana perasaan mereka saat itu, dimana mereka sekarang dan gimana keadaan di sekitar mereka, itu masih masuk akal menurut gue. Menurut gue loh ya. Tapi sayangnya, semakin lama update-an status di jejaring sosial ini semakin annoying. Again n again, ini hanya menurut gue pribadi.
Kok bisa gitu? Gini deh. Ketika dulu sebelum ada jejaring sosial elo solat subuh abis itu dzikiran, trus tadarusan, elo nggak bakalan ngumbar-ngumbar ke semua orang kalo lo ngelakuin itu semua. Cukup elo sama Allah yang tau. Sekarang?
"Hari ini gue udah solat dzuhur plus sunah-sunahnya plus tadarusan"
ato nggak
"hari ini gue ngasih makan anak yatim piatu. Total ada 50 anak. Duit yang keluar? Yah, lumayan laah..."
serius ni. Harus ya ngasih tau ke semua orang? Yah, gue sendiri sih orang yang cukup bernegatif thinking. Jadi menurut gue, semua itu jatohnya jadi ke Riya. Sombong.
Dan semakin nggak penting lagi, ada aja gitu yang update status :
"lagi b*ker"
dude! Give me a break!
Yang paling bikin muak, adalah ketika gue baca status dari satu orang, buat pacarnya. Bukan cuman status tentang sayang-sayangan (kalo itu, gue masih terima) tapi sampe berantem-berantemnya tuh ngasih tau ke orang banyak. Misalnya :
"Kurang apa sih aku sama kamu? Kurang apa?? Kamu bilang kamu bisa dipercaya! Taunya?? Siapa tu cewekk??? F*ck*ng a*sh*l*!!!"
ntar siang udah beda lagi
"AKU PENGEN PUTUUUUUSSS!!!"
Trus 5 detik kemudian,
"Maafin aku ya udah marah-marah ke kamu. Aku sayang kamu. Love you... muaahh"
Oh well, walaupun itu emang hak mereka ya, karena itu emang fesbuk mereka, tapi tetep aje. Rahasia dapur cuy. Ngape lo umbar-umbar? Sombong bener di selingkuhin. Apa emang sebenernya dia pengen dapet perhatian dari orang-orang? Pengen orang-orang tau kalau dia itu yang disakiti? Nggak tau deh.
Kalo cuman ngungkapin "aku sayang kamu" atau "aku cinta kamu" atau apapun itu lewat wall-wallan, masih nggak papa deh. Hak mereka. Walaupun fesbuk dengan bodohnya, nunjukin wall dari satu orang tuh kayak nunjukin status. Jadi ya tetep bisa kebaca juga, tapi nggak papa deh kalo masih wall. Hak mereka. Mungkin karena mereka pengen dunia tau bahwa cinta sedang mengelilingi mereka *ha, gue juga mau tu kek gitu*
Tapi kalo udah berantem dan bales2annya lewat status fesbuk atau tret, beuh... ampun deh. Hak gue dong ya untuk mute tu tret, atau hide tu status, atau remove, atau mungkin lebih ekstrim lagi, gue block. Hahahaha...
Yang bikin gue bete setengah mati pula sama jejaring sosial yang semakin mendunia sampai ke pelosok, adalah ketika komunikasi pribadi, semakin tersingkir *lagi-lagi, ini subyektif menurut gue*
Temen gue mau nikah, gue taunya dari event di fesbuk. Ade gue lagi jalan-jalan ke pulau seribu, gue taunya dari foto-foto di fesbuk. Gue ulang taun, temen-temen gue ngucapinnya lewat fesbuk. Kenapa? Karena jauh lebih murah dibanding sms. Oh well, gue tau internet sekarang jauh lebih murah. Tapi ya nggak segitunya juga sih. Demi temen, demi keluarga, demi orang yang disayang, apa nggak mau ngorbanin uang 350 perak hanya untuk sms atau telepon sebentar?
Kayak ultah gue kemaren aja. Wall banyak banget yang masuk, tapi sms di hape cuman beberapa. Komunikasi antarpribadi mulai tersingkir. Dan gue benci itu.
Ini sih cuman sekedar unek-unek gue mengenai tren baru jejaring sosial ini. Tren dimana gue ngerasa bahwa dunia maya semakin mendekat dan dunia nyata semakin menjauh. Hey, ini subyektif dari gue loh ya. Toh gue pun sekarang masih dengan kayak kesetanan update fesbuk, bikin tret gila-gilaan biar karma naek, dan masih komenin status orang laen dan tret laen dengan membabu buta. Gue nggak bilang dengan segala unek-unek gue diatas dan segala kemuakan gue melihat status orang lain, tret orang lain, atau wall orang lain, sekarang gue stop bener-bener stop dari jejaring sosial. No. Gue masih tetep eksis onlen.. onleen... update status... bikin tret. Gue masih eksis banget.
Ya, gue emang ngerasa jenuh sih. Tapi dibalik kejenuhan gue, gue masih merasa nyaman. Karena di antara orang-orang yang bikin gue muak dengan update-an status atau tret atau wall mereka, masih banyak juga orang-orang yang gue sayangin di dunia maya ini. Yang nggak bikin gue muak, tapi malah bikin gue ketawa-ketawa bahagia dan untuk sejenak, bisa bikin gue lupa dengan masalah yang ada.
Nah, daripada daripada gue dosa marah-marah atau misuh-misuh sendiri gara-gara ngeliat status, wall, atau tret orang, kan lebih baik gue unfollow, atau remove atau block kan ya? Jejaring sosial ini ibarat game. Kita bisa bebas menentukan siapa aja lawan main yang bisa bikin kita seneng. Bukan malah jadi bikin stres. Tul?
Gue nggak tau pada akhirnya gue bakalan off dari semua jejaring sosial apa nggak. Emang waktu itu sempat terlintas di pikiran gue kalo gue mau cuti sebentar. Tapi ternyata gue pun belum sanggup untuk berpisah. Hahahaha... dan sampai saat ini, walaupun jenuh, tapi gue masih merasa nyaman. Gue pun nggak tau sampai berapa lama kenyamanan itu akan bertahan lama. Kalau misalnya nanti kenyamanan itu menghilang dan gue merasa luar biasa jenuh dengan dunia maya ini, ada kemungkinan gue bakalan off.
Entahlah. Yang pasti, saat ini gue masih merasa nyaman :))
Note : maaf kalau memang ada yang menyinggung. Ini hanya sekedar tulisan dari sudut pandang subyektif seorang cewek yang nggak penting kok. Cuman mau ngeluarin unek-unek doang. Sekali lagi, maaf banget kalo ada yang kesinggung. Piss yo! Lebaran sebentar lagi :)
Wednesday, September 2, 2009
[lagi-lagi] semua berubah kecuali gue...
Dan kali ini,
gue kembali dalam satu fase dimana gue merasa
semua orang dan semua hal di sekitar gue,
berubah
Semua berubah,
kecuali gue.
Gue tau apa yang harus gue lakukan dalam semua perubahan ini
Gue harus bisa mengikuti alur perubahan ini
mau nggak mau
Gue pun tau, bahwa semua hal pasti berubah
Nggak ada yang konstan
Karena memang inilah hidup
Semua penuh dengan perubahan
Mau sefrustasi apapun gue dengan perubahan,
dunia tidak akan mendengar gue
yang menjerit-jerit meneriakan kebencian gue terhadap perubahan
Dunia akan tetap berputar dan berubah
dan gue harus berjalan mengikutinya dengan patuh
gue kembali dalam satu fase dimana gue merasa
semua orang dan semua hal di sekitar gue,
berubah
Semua berubah,
kecuali gue.
Gue tau apa yang harus gue lakukan dalam semua perubahan ini
Gue harus bisa mengikuti alur perubahan ini
mau nggak mau
Gue pun tau, bahwa semua hal pasti berubah
Nggak ada yang konstan
Karena memang inilah hidup
Semua penuh dengan perubahan
Mau sefrustasi apapun gue dengan perubahan,
dunia tidak akan mendengar gue
yang menjerit-jerit meneriakan kebencian gue terhadap perubahan
Dunia akan tetap berputar dan berubah
dan gue harus berjalan mengikutinya dengan patuh
Subscribe to:
Posts (Atom)