Saturday, June 26, 2010

berubah?

Kami tak tahu apa yang salah

Mungkin aku yang berubah

Mungkin dia yang berubah

Mungkin kami memang berubah

Atau mungkin... kami tidak pernah berubah

Hanya saja, kami yang salah mengerti


Tapi apapun alasannya,

kami memang tak pernah lagi sama



*nenggak cap kaki tiga sambil ngeliatin tumpukan novel yang belom dibaca*

Mari terjang buku-buku ituu!!!

Thursday, June 24, 2010

Knight and Day



Sooo, hari ini gue nonton 2 film. Toy Story 3, dan dilanjut sama Knight and Day. Dan untungnya, gue sangat sangat puas sama 2 film ini. Fyuh... uang gue ga terbuang sia-sia ternyata. Hahaha...

Sebelumnya, gue pikir Knight and Day ini adalah film Mission Impossible ke 4. Tapi ternyata bukan (kenape juga gue nggak sadar pas awal-awal waktu liat posternya nggak ada embel-embel tulisan MI -_-"). Dan sebelumnya, gue emang udah nggak sabar nonton film ini. Nggak tau kenapa, kayaknya chemistry antara dua orang ini pasti bakal oke banget.

Alur cerita di film ini cepat. Biasanya, alur yang cepat malah bikin chemistry antar pemainnya jadi nggak kerasa (seenggaknya itu yang gue tangkep dari beberapa film bertempo cepat yang gue tonton). Hebatnya, dalam alur yang cepat ini, chemistry antara Cameron Diaz dan Tom Cruise ini masih kerasa. Banget! Dan gue pun sebagai penonton, ikut terbawa. Sayang, untuk cerita, yaahh.. agak klise sih menurut gue. Agen rahasia, barang yang diincar oleh para penjahat kelas kakap, ya gitu deh. Tapi kalo untuk hiburan ketawa-ketiwi, direkomendasikan lah :D

Kali ini, gue nggak mau ngasih sinopsis tentang film ini. Karena alurnya yang cepat, gue sendiri jadi bingung mau nulis darimana. Takutnya nanti malah ngasih spoiler. Hahahaha.. Tapi serius ni, kalian harus nonton! Film ini menyenangkan banget buat di tonton. Sangat sangat sangat menghibur.

Gue nggak berhenti ngikik dan ketawa nonton film ini. Actionnya juga banyak. Chemistry? Nggak diragukan lagi. Perfect! Gue yang dari dulu nggak begitu suka sama Tom Cruise (ga tau kenapa), di film ini gue suka sama karakternya. Karena dia jadi agak gokil kali ya. Soalnya di film-film dia yang lain (Selain Tropic Thunder tentunya), perannya kan jaim-jaim gimanaa gitu. Jadi bikin agak males nontonnya. Tapi di film ini, gue akuin gue suka sama karakter yang dia peranin.

Dan yang pasti, film ini bikin penat gue hilang. Puaaasss!! Sangking puasnya, gue pengen nonton lagi deh :D

Story About Toy



Barusan gue nonton Toy Story 3. Bagi yang nggak tau apa itu Toy Story, kalian bisa googling. (wow, ternyata menyenangkan nyuruh orang googling) Nyahahahaha...

Toy Story adalah sebuah film animasi buatan Pixar Walt Disney. Dan menurut mbah google, ternyata film ini adalah film animasi pertama buatan disney yang dirilis di bioskop. Dilihat dari judulnya, udah ketauan banget inti cerita dari toy story itu kayak apa. Toy story adalah kehidupan para mainan, khususnya ketika nggak ada orang sama sekali di sekitar mereka. Ya, mereka hidup. Well, seenggaknya dalam film Toy Story.

Karena gue tumbuh berkembang bersama film Toy Story ini, gue jadi pengen ngebahas trilogi dari Toy Story ini.


Toy Story pertama, menceritakan tentang kehidupan para mainan milik seorang anak yang bernama Andy. Adalah Woody, sebuah boneka koboi yang menjadi salah satu mainan kesayangan Andy. Bisa dibilang, Woody adalah mainan favorit Andy. Kamar Andy sendiri selain penuh dengan mainan, juga penuh dengan pernak-pernik bergambar Woody. Mulai dari poster, sprei, guling, bantal, dan sebagainya. Oh, dan Woody juga bisa dibilang pemimpin dari mainan-mainan yang dimiliki Andy.

Selain Woody, ada beberapa mainan lain seperti Rex (mainan disonsaurus t-rex berwarna hijau yang suka main game), Slinky Dog (mainan berbentuk anjing dengan per ditengah tubuhnya), Mr. Potato Head (mainan berbentuk kentang yang anggota tubuhnya bisa dicopot dan dipasang), Hamm (celengan berbentuk babi), Bo Peep (mainan berbentuk gadis penggembala domba yang juga adalah mainan yang disukai Woody) dan beberapa mainan lainnya.

Setiap hari ulang tahun Andy, semua mainan yang ada disana was-was dan khawatir tentang mainan baru yang akan diberikan kepada Andy. Mereka takut jika Andy mendapatkan mainan baru, mereka akan tergantikan dan akhirnya terlupakan. Ya, mimpi buruk sebuah mainan adalah terlupakan dan tidak dimainkan lagi. Seenggaknya, itu yang gue tangkep dari film Toy Story ini.

Dan ketika ulang tahun Andy akhirnya tiba, semua mainan itu kemudian bersiaga. Semua mainan bersatu dan bekerja sama untuk "menguping" ketika waktu pembukaan hadiah Andy tiba. Dan ternyata, Andy mendapat sebuah mainan robot, Buzz Lightyear.

Woody yang tadinya memang mainan favorit Andy, perlahan mulai tergantikan dengan adanya Buzz. Semua pernak-pernik di kamar Andy yang tadinya segala hal tentang Woody, sekarang mulai tergantikan oleh Buzz. Dan Woody, mulai tidak suka dengan Buzz. Cerita kemudian berkembang ketika Woody yang memang sudah sangat cemburu dengan Buzz karena kedekatannya dengan Andy, secara tidak sengaja membuat Buzz terlempar ke rumah tetangga Andy, dimana disitu ada anak laki-laki yang suka merusak mainan. Sialnya, ketika Buzz terlempar ke rumah itu, anak laki-laki itu melihatnya. Dan dibawanyalah Buzz masuk ke dalam rumahnya. Para mainan lain kemudian meminta Woody bertanggung jawab. Woody yang merasa bersalah, kemudian berusaha untuk menolong Buzz. Cerita pun kemudian mengalir. Cerita semakin menarik ketika Woody akhirnya berhasil masuk ke dalam rumah anak itu, berusaha menolong Buzz dan berusaha berdamai dengan Buzz dengan menerima kenyataan bahwa Andy memang sudah tidak memfavoritkannya lagi.

Banyak hal menarik di film ini. Bagaimana canggihnya para mainan itu bekerja sama dalam "menguping" ketika ulang tahun Andy, bagaimana Buzz yakin bahwa dia adalah pejuang antar galaxi lasernya benar-benar bisa mengeluarkan laser (dia bahkan nggak sadar kalau dia cuma mainan), dan yang pasti, kehidupan para mainan itu ketika tidak ada orang disekitar mereka sama sekali.


Di awal film Toy Story kedua ini, menceritakan tentang Andy sekeluarga yang akan pindah dari rumah mereka, sehingga harus ada sebagian dari barang-barang mereka yang dijual. Salah satunya, adalah mainan berbentuk pinguin yang sudah rusak. Woody yang melihat boneka pinguin itu akan dijual, langsung berusaha menyelamatkannya dengan menaiki anak anjing yang dimiliki Andy. Sayangnya, ketika misi penyelamatan itu terjadi, masalah datang. Woody terjatuh dari anak anjing yang membawanya dan kemudian dia dicuri oleh salah satu orang yang datang ke Garage Sale itu. Entah kenapa, orang itu sangat tertarik kepada Woody.

Pertanyaan itu kemudian terjawab ketika Woody sampai di apartement si orang yang mengambil Woody. Ternyata orang itu adalah pemilik salah satu toko mainan dan Woody, ternyata adalah salah satu mainan klasik yang sangat terkenal. Dan di apartemen, Woody bertemu dengan teman-temannya sesama koboi, Jessie (mainan koboi perempuan), Bullseye (mainan berbentuk kuda yang ternyata adalah milik Woody), dan Stinky Pete (mainan koboi yang sudah tua) . Kemudian, para teman koboinya itu menjelaskan dengan adanya Woody sekarang, mereka semua akan dipamerkan di museum di Jepang. Namun jika Woody tidak bersama mereka, impian ke Jepang itu kandas dan mereka akan langsung dibuang. Woody tadinya menolak karena walau bagaimanapun, dia tetap ingin kembali ke Andy, pemiliknya. Tapi kemudian Jessie menceritakan kisahnya dimana dia pada akhirnya dilupakan oleh pemiliknya, Emily karena Emily sudah beranjak dewasa. Woody kemudian tersentuh dengan cerita Jessie dan kemudian ragu-ragu untuk pulang kepada Andy.

Di sisi lain, Buzz dan para mainan lain yang melihat Woody dicuri ketika Garage Sale, berniat untuk menyelamatkannya dan kembali sebelum Andy dan keluarganya pindah. Kemudian, pergilah Buzz, Rex, Slinky Dog, Hamm, dan Mr. Potato Head untuk menyelamatkan Woody. Sayangnya, ketika akhirnya Buzz dan para mainan itu akhirnya sampai di apartemen dimana Woody berada, Woody menolak untuk pulang karena dia takut Andy akan melupakannya, seperti cerita Jessie yang dilupakan oleh Emily. Dan dia pun tidak ingin membuat teman-teman barunya dibuang dan tidak jadi ke Jepang hanya karena dia tidak ada. Buzz dan para mainan itu kemudian dengan menyesal, kembali tanpa Woody.

Yang jelas, di film Toy Story kedua ini, selain ceritanya yang menurut gue jauh lebih menarik dibanding Toy Story pertama, semakin banyak pula tokoh-tokoh yang ada. Selain teman-teman koboi baru Woody (Jessie, Bullseye, dan Stinky Pete), ada Mrs. Potato Head, yang adalah pasangan dari Mr. Potato Head, Barbie (beberapa Barbie sebenernya), 3 boneka alien hijau (ini favorit gue), Evil Emperor Zurg (musuh besar Buzz), Buzz Lightyear 2. Ha? Buzz ada 2? Ya. Mau tau kenapa? Kalian harus nonton sendiri.


Dan yang terakhir dan baru gue tonton hari ini, adalah Toy Story 3. Cukup lama jarak waktu antara Toy Story 3 ini keluar. Toy Story 1 keluar di tahun 1995, sedangkan Toy Story 2 keluar di tahun 1999. Toy Story 3? Tahun 2010. See? Lama banget! Dan itulah kenapa gue bilang gue tumbuh besar dengan film Toy Story ini. Karena ketika dulu gue pertama kali nonton Toy Story 1 dan 2, gue masih kecil. Sama seperti Andy. 11 tahun sejak Toy Story kedua dirilis. Waktu yang cukup lama.

Gue sangat menantikan film ini karena ya, gue kangen sama para mainan ini (walaupun gue agak telat nontonnya) Dan jujur aja, gue belom baca sinopsis film ini sebelum gue nonton. Mungkin karena gue emang bener-bener nggak mau tau sebelum nonton, jadi gue bener-bener "terkejut" dengan cerita yang disuguhkan. Jadi gue pikir, film ini masih tentang cerita Andy yang masih kecil dan para mainan itu. Ternyata gue salah.

Di film ini, menceritakan tentang Andy yang sudah lulus dari SMA dan baru mau masuk ke perguruan tinggi. Dengan tumbuhnya Andy, mainan yang dulu sering dimainkan ketika dia masih kecil, kini mulai tidak terjamah lagi. Termasuk Woody dan Buzz. Dan mainan yang ada pun, tidak sebanyak dulu. Banyak mainan yang sudah tidak ada di kamar Andy. Sebagian besar sudah diberikan kepada orang lain. Termasuk Bo Peep, mainan gadis penggembala domba yang selama ini menjadi pasangan dari Woody.

Andy yang akan pindah dari rumah orang tuanya, diminta oleh ibunya untuk memilih barang-barang yang dimilikinya untuk ditaruh di loteng atau di buang. Dan Andy pun kemudian memasukkan mainan-mainannya yang tinggal sedikit itu ke dalam kantong plastik hitam dan ingin disimpannya di loteng. Semua mainan, kecuali Woody, yang akan dibawanya ke perguruan tinggi. Sayangnya, ibunya mengira itu adalah sampah dan kemudian kantong plastik berisi mainan-mainan itu dibuang.

Untungnya, para mainan itu kemudian berhasil keluar dari kantong plastik itu dan menyusup masuk ke mobil dimana mainan-mainan milik Adik Andy akan disumbangkan ke tempat penitipan anak, Sunnyside. Para mainan itu mengira Andy sudah membuang mereka dan akan lebih baik bagi mereka jika mereka disumbangkan ke tempat lain.

Ketika mereka datang pertama kali, mereka disambut hangat oleh para mainan lain yang sudah lebih lama berada di penitipan itu. Adalah ketua mereka, Lotso (mainan berbentuk boneka beruang berwarna ungu dan wangi permen) yang menyambut mereka dengan tangan terbuka. Mereka bilang, mereka puas disana karena mereka selalu dimainkan oleh anak-anak dan tak pernah terlupakan. Woody yang bersikeras ingin kembali ke Andy, akhirnya kabur dari Sunnyside sendiri tanpa para mainan lainnya. Sayangnya, ketika Woody dalam misi kembali ke Andy, dia terjatuh dan ditemukan oleh Bonnie, salah satu anak yang ada di penitipan Sunnyside dan kemudian dibawa pulang lah Woody ke rumah Bonnie.

Di sisi lain, para mainan Andy ternyata ditempatkan di tempat khusus anak-anak yang masih sangat kecil. Dimana mereka belum mengerti cara memainkan boneka tanpa menghancurkan mereka. Rex dibanting, Jessie dilumuri cat, Buzz dijilat, Mr. dan Mrs. Potato Head dipreteli, dan sebagainya. Dan mereka mencari jalan keluar untuk melarikan diri dari Sunnyside.

Di film ini, banyak mainan baru yang muncul. Selain Lotso, si boneka beruang berwarna ungu yang memiliki bau-bauan seperti permen, ada bookworm (mainan berbentuk ulat dan sangat sangat pintar), Big Baby (mainan berbentuk bayi yang besar), Ken (Oh Dear God.. mendadak gue sangat bersyukur bahwa gue dulu hanya punya Barbie. LOL) dan beberapa mainan lainnya.

Secara keseluruhan, gue sangat sangat menyukai film ini. Walaupun tetap yang jadi favorit gue adalah Toy Story 2, tapi film ini nggak kalah menarik. Film ini bisa bikin gue ngakak, sampe nangis banget. Dan dibandingkan 2 film sebelumnya, cerita dari film ini gue rasa lebih dewasa dan lebih menyentuh. Ya, gue nangis di film ini. Dan sepanjang gue nonton film ini, gue terus-terusan mikirin mainan-mainan gue yang masih ada dan nggak pernah gue jamah lagi. Di awal, gue udah mulai berkaca-kaca melihat para mainan itu terabaikan. Kemudian ada dua scene di akhir yang akhirnya, bikin gue nangis bener-bener nangis sampe terisak-isak. Untung pake kacamata 3D. Jadi gue harap sih nggak ada yang ngeliat gue banjir air mata. Hahaha...

Toy Story 3? Sangat sangat sangat di rekomendasikan untuk ditonton. Film ini adalah film terbaik, menurut gue, yang dijadikan penutup dari sekuel sebelumnya. Ceritanya yang sangat kaya dan menyentuh, sekaligus banyak pesan yang bisa didapat dari film ini. Dan hanya Pixar yang bisa melakukan itu.

Dan itulah trilogi Toy Story dari sudut pandang gue. Sebuah film animasi yang mampu membuat kita teringat kembali dengan mainan-mainan yang kita punya dan kembali berusaha menyayanginya, seperti kita menyayangi mainan itu ketika kita kecil dulu.

To infinity... and beyond!!
~ Buzz Lightyear ~

Sunday, June 20, 2010

Hari Ayah


Dear Langit,

Kemarin adalah hari ayah. Ah, aku sendiri baru tahu kemarin adalah hari ayah ketika malam sudah menjelang. Dan ayah sudah tidur. Aku tak sempat mengucapkan selamat padanya.

Ayah...

Langit, kau tahu ayahku? Jika kau mengenalnya, kau pasti akan menyukainya. Ya, ayahku orang yang mudah disukai. Dia humoris, santai, dan merupakan sesosok orang yang menyenangkan.

Kadang aku heran. Dengan jabatan ayah di salah satu departemen yang berada di bawah naungan departemen keuangan, beliau bisa sangat sederhana. Padahal aku tau, jika ia mau, ia bisa hidup dengan cara semewah seperti teman-teman yang berada di posisi yang sama dengannya. Beliau sebenarnya bisa saja mempunyai sopir seperti kebanyakan teman-temannya. Tapi beliau tidak menginginkannya. Katanya "Kasian ah sopirnya. Lagian ayah masih bisa nyetir sendiri." Ya, Langit. Itulah Ayahku.

Langit, tahukah kau bahwa hampir setiap minggunya, ayahku mengerjakan pekerjaan yang kebanyakan orang lain malas mengerjakannya? Ayahku masih naik genteng untuk memperbaiki genteng yang bocor. Ayahku masih mencuci mobilnya sendiri, walaupun aku tahu dia bisa membayar orang untuk melakukannya. Ayahku lebih memilih memakai celana pendek dan kaos oblong sambil menaiki sepedanya untuk keluar rumah dibanding keluar dengan membawa mobilnya.

Ayahku juga pandai memasak. Tinggal selama 2 tahun di US sana ketika ayahku mengambil S2 dulu, membuat ayahku mau tak mau belajar masak. Dan kebiasaan itu dibawanya sampai saat ini. Setiap minggu, ayahku biasanya berkutat di dapur. Mengerjakan tugas-tugas yang biasanya dikerjakan mama.

Ayahku ketika S2 dulu, itu dari beasiswa yang diterimanya. Dan tahukah kau Langit, untuk mendapat beasiswa itu, orang-orang yang dipilih hanyalah orang-orang dengan nilai TOEFL 500 kalau tidak salah. Ayahku, yang tidak pernah sekalipun seumur hidupnya les bahasa inggris, berhasil mendapat nilai diatas 500. Tahukah kau apa yang dilakukan ayahku, Langit? Dia menerjemahkan satu kata persatu kata dalam buku text booknya yang semuanya berbahasa inggris dengan kamusnya. Ya, Langit. Dengan tekun, ditelusurinya satu kata per satu kata, satu baris per satu baris, satu halaman per satu halaman, dan kemudian diterjemahkannya dengan satu kamus besar yang dimilikinya. Dan kemudian, berangkatlah ia ke US sana. Ayah mengambil S2 di salah satu universitas disana. Illinois. Luar biasa ya? Ayah, yang hanya menerjemahkan kata perkata, bisa mendapat beasiswa S2 ke amerika mengalahkan teman-temannya yang kebanyakan adalah lulusan LIA, IEC, EF, dan tempat kursus bahasa Inggris lainnya!

Oya Langit, kau tau kantor ayahku? Sini kuceritakan. Pernah satu kali aku masuk ke dalam kantor ayahku. Saat itu kantor ayahku dan kampusku berdekatan. Jadi aku bisa sekalian pulang bersamanya. Dan ketika itu, aku pulang agak cepat. Jadi aku harus menunggu sebentar di kantor ayahku.

Tahukah kau Langit, bahwa orang-orang disana setiap bertemu ayahku sedikit menundukan kepala dan tersenyum? Aku kaget melihatnya. Dan ketika kami melewati beberapa anak buah ayahku yang sedang bekerja, mereka menadahkan muka dari komputer masing-masing dan kemudian tersenyum. Aku bingung, Langit. Karena di mataku, dia tetap hanyalah seorang ayah dengan kaos oblong dan celana pendeknya yang suka naik genteng untuk memperbaiki genteng yang bocor.

Ah Langit, ternyata aku baru tahu. Bahwa apa yang di dapat ayahku sekarang, bukanlah tanpa perjuangan. Kemarin, aku, ayahku, dan mamaku bercerita di dalam mobil. Ketika kami dalam perjalanan ke PRJ. Ya, di malam minggu kemarin, kami bertiga ke PRJ. Demi memuaskan Mama yang entah kenapa ingin sekali ke PRJ.

Mama bercerita tentang masa-masa susah dahulu. Ketika air di rumah kami waktu di Semarang, sangat susah didapat. Dimana kami selalu membeli air keliling dan hanya mendapat satu drum kecil. Ketika ayah harus bolak balik dari Bandung ke Jakarta, dan Jakarta ke Bandung dengan bis malam. Ya Langit, sejak kecil aku dan seluruh keluargaku harus pindah dari satu kota ke kota yang lain. Waktu SD saja, selama 6 tahun, aku sudah pindah sebanyak 5 kali. Orang bilang jika dibiasakan untuk pindah-pindah, maka ketika besar nanti, orang itu akan mudah bergaul dan bisa cepat beradaptasi dengan suasana baru. Sayang Langit, teori itu memang mudah. Mereka tak tahu jika sering pindah, sang anak stres luar biasa. Tapi sudahlah, kali ini aku tidak ingin berbicara tentang aku. Aku ingin berbicara tentang ayahku, orang yang paling kuhormati.

Ya Langit, masa-masa susah itu dulu kami lewati. Sayang, aku tak begitu ingat. Jika aku ingat, mungkin aku bisa lebih menghargai apa yang kupunya saat ini. Dan bukannya terus-terusan merengek minta dibelikan laptop atau gadget lainnya seperti yang kulakukan dari kemarin-kemarin.

Pengalaman-pengalaman masa lalu itulah yang akhirnya membuat Ayah menjadi sosok seperti sekarang ini, Langit. Sungguh Langit, luar biasa mempunyai orang tua seperti mereka. Ayah dan Mama. Tak pernah aku berhenti bersyukur karena Allah telah menakdirkan Ayah dan Mama menjadi orang tuaku. Tapi sayang, gengsi ini kadang luar biasa tinggi. Aku sering malu untuk mengucapkan "aku sayang ayah" atau "aku sayang mama" dan kemudian mengecup mereka. Entahlah Langit... lebih mudah bagiku mengucapkan kata sayang itu lewat media seperti ini. Bodoh ya?

Tapi tenanglah Langit, barusan aku sudah menyampaikan rasa itu :)

Oya Langit, mudah-mudahan ini bukan postingan riya ya. Karena sungguh, aku hanya ingin berbagi tentang betapa luar biasanya ayahku. Bangga menjadi salah satu anaknya :D


Selamat hari Ayah, yah...

Aku bersyukur punya orang tua seperti Ayah dan Mama...

*eh tapi ini judulnya hari ayah ya? Ah sudahlah.. tak mengurangi rasa bersyukurku memiliki orang tua seperti mereka*

Rindu

Rindu adalah ketika semua hal yang kamu temui, mengingatkanmu pada dirinya

Rindu adalah dia yang selalu berputar-putar di kepalamu, tak peduli seberapa keras kamu mencoba menghilangkannya

Rindu adalah ketika kamu menafkahi seluruh sel tubuhmu dengan ingatan tentang dirinya

Rindu adalah ketika dia mengacak-ngacak rambutmu ketika kamu panik, kemudian tersenyum dan berkata 'everything's will be fine'

Rindu adalah ketika kamu bangun tidur dan mendapati sms darinya yang mengucapkan selamat pagi

Rindu adalah ketika kamu mencoba untuk mematikan seluruh syaraf indra perasamu, tapi dia masih tetap terasa

Rindu adalah ketika kamu mencoba menulikan telingamu, tapi suaranya masih terdengar jelas

Rindu adalah ketika kamu menutup mata, tapi wajahnya masih tetap terlihat


Rindu adalah... Ah, haruskah dijelaskan lebih lanjut? Aku hanya sedang rindu. Titik.

Friday, June 18, 2010

Ya Allah...

Bab 5 udah kelar

Abstrak udah dibikin

Daftar Riwayat Hidup udah kelar

Tapi kok bab 4 kayaknya harus di rombak total ya?

Padahal tinggal kepleset dikit lagi, udah mau daftar sidang

Humm... Gue pikir, samar-samar garis finish udah mulai keliatan.

Cuman fatamorgana ternyata...

Pamit mau nangis dulu deh

Sunday, June 13, 2010

Dear McDreamy....

Serius ni.

Bakalan jauh lebih baik kalo dia :

1. Nggak cakep-cakep banget

2. Nggak baek-baek banget (akan lebih baik kalo dia tipe penindas yang selalu menindas gue sampe gue kesel maresel dan benci banget sama dia)

3. Nggak pinter-pinter banget


Sayangnya, kenyataannya :

1. Dia cakeeepp bangeeeetttt!!!

2. Dia baik bangeeettt!!!

3. Dia pinter bangeeetttt!!!

4. Dia wangi bangeeetttt!!!

5. Suaranya bagus bangeeettt

6. Mampus lah. Gue nggak ada alesan buat ketemu dia lagi *nangis kejer* :(( :((

Iye. Dia ini si bapak bos ganteng alis McDreamy gue. Huwaaaaaaaaa.... *lanjutin nangis*

Saturday, June 12, 2010

I Gotta Feeling...

I gotta feeling that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good good night wooh hoo (x4)

Tonight’s the night night
Let’s live it up
I got my money
Let’s spend it up
go out and smash it
let go o' my guard
Jump off that sofa
Let’s get get up

I know that we’ll have a ball
if we get down
and go out
and just lose it all

I feel stressed out
I wanna let it go
Lets go way out spaced out
and losing all control

Fill up my cup
Mazeltov
Look at her dancing
just take it off
Lets paint the town
We’ll shut it down
Let’s burn the roof
and then we’ll do it again

Let's Do it and do it and do it 1
and do it and do it 2
and do it and do it and live it 3
up and do it, do it 4
do it, do it, and do it 5
and do it and do it and do it 6
and do it and do it and 7

I gotta feeling that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good good night (x2)

Tonight’s the night
let’s live it up
I got my money
Lets spend it up

Go out and smash it (smash it)
Like Oh My God (like oh my god)
Jump off that sofa (cmon)
Lets kick it up

Fill up my cup (Drink)
Mazel tov!(le haim)
Look at her dancing (Move it Move it)
Just take it off

Lets paint the town (paint the town)
We’ll shut it down (shut it down)
Lets burn the roof
and then we’ll do it again

count to 7 and start singing again

Here we come
here we go
we gotta rock rock
rock rock rock

Easy come
easy go
now we on top
top top top top

Feel the shot
body rock
Rock it don’t stop stop
stop stop

Round and round
up and down
around the clock clock clock clock

Monday, Tuesday, Wednesday and Thursday
Friday, Saturday, Saturday to Sunday

we keep keep keep keep going up
we know what we say say
party everyday
p-p-p-party everyday

gotta feeling (ooooooo ooooooo)
that tonights gonna be a good night
that tonights gonna be a good night
that tonights gonna be a good good night
(oooooooooooo ooooooooooo)



Thank you, my personal McDreamy... Thank you... thank you.. thank yooouuuuuuu for saving my ass!!! *cups cups cuuuppss*

Sunday, June 6, 2010

)(^*(&T&^$^&T*&%&

Program SPSS susah diinstal

Data mendadak ilang

Komputer crash

Beda buku, beda skripsi, semuanya beda-beda cara baca tabelnya. padahal cuman ada satu tabel doang

Mouse error

Mati lampu

Buku-buku pegangan sebagian entah kemana

PP temen udah pada pake toga

Ato nggak statusnya udah pada lulus

Kepikiran mulu

Ga bisa liburan

Surat penelitian belom dikasih dari sono

AAAAGGGGGGHHHHHHHH!!!!! CEPETAAAN KELAAAARRRRRRR KEEEEKKKK SKRIPSIIIIIIIIIIIII!!!!!

Friday, June 4, 2010

Kenapa kamu menjauh? (2)

Kamu merasa kalau kamu menolak, itu adalah hal yang paling membuatmu sakit hati?

Kamu merasa hidupmu hancur berkeping-keping ketika kamu menolak seseorang karena dengan demikian kamu menghancurkan hati seseorang?

Sini saya beritahu satu hal

Itu bukan hal terburuk

Menurut saya saat ini, hal terburuk adalah ketika kamu berhadapan dengan orang yang kamu cintai dengan sepenuh hati, dan kemudian kamu ditolak.

Dan setelah ditolak, hubungan kalian bukannya kembali seperti semula, tapi kalian malah semakin menjauh.

Dan kemudian, kamu merindukan masa-masa dahulu.

Jauh sebelum dia mengetahui perasaanmu. Jauh sebelum kamu menyadari perasaanmu sendiri.

Masa-masa itu jauh lebih indah dibanding saat ini. Karena kamu bisa tertawa bersamanya tanpa merasa tegang sama sekali. Karena kamu tidak merasa salah tingkah ketika duduk di sampingnya ketika kalian saling bercanda.

Ya. Kamu bisa menerima kenyataan bahwa kamu ditolak. Ya, itu memang menimbulkan luka. Tapi luka itu kemudian sembuh.

Dan kemudian kamu ingin kembali berdekatan dengannya. Karena kamu rindu dia sebagai orang terdekatmu. Sebagai sahabat yang mendengarkan segalanya dan mampu memberikan masukan-masukan yang berguna.

Dan dengan nama persahabatan, kamu kembali mendekatinya. Dan dengan nama persahabatan pula, kamu dan dia kembali dekat. Untuk menjadi sahabat.

Kemudian kamu kembali bahagia. Karena kamu telah menemukan kembali sahabatmu. Dan kamu pun merasa nyaman. Tapi kamu juga tidak membiarkan perasaan nyaman ini lepas kendali sehingga cerita yang lalu terulang kembali.

Tapi sayangnya, seberapa keras kamu berusaha agar kejadian itu tidak kembali terulang, Tuhan sudah menetapkannya dari dulu. Dan ketetapan Tuhan, tidak ada yang bisa mengganggu gugat.

Rasa itu kembali muncul dalam dirimu. Kamu pun berusaha untuk mengacuhkannya. Karena kamu tahu, sahabatmu sudah kembali seperti dulu. Dan kamu tidak ingin menghancurkan persahabatan itu. Lagi.

Semakin keras kamu berusaha untuk menolak rasa itu, entah kenapa rasa itu datang semakin kuat. Semakin kamu mencoba untuk menghilangkan dia dari benakmu, entah kenapa bayangannya malah semakin melekat jelas di pikiranmu.

Sampai akhirnya kamu menyerah dan mengakui bahwa rasa itu, lagi-lagi datang. Rasa itu, lagi-lagi menguasaimu. Rasa itu, lagi-lagi memenjarakanmu.

Kamu bersikukuh untuk diam dan tidak melakukan kesalahan seperti yang dulu. Mulutmu terkunci rapat. Dan kamu pun tak sanggup menatap dia seperti dulu. Karena kamu takut, dia bisa melihat cinta di matamu. Lagi.

Sayangnya, kamu tak cukup kuat untuk menyimpannya lama-lama. Kemudian, tanpa mempedulikan logika dan membiarkan rasa yang mengambil alih, kamu mengakui padanya bahwa rasa itu lagi-lagi datang. Dan kamu tak berdaya.

Kamu masih ingat bagaimana pedihnya dulu ketika dia dengan mata nanarnya menolakmu. Bayangan itu sekelibat muncul kembali di pikiranmu. Tapi ada setitik harapan dari dalam hatimu bahwa kali ini, dia akan berubah. Kali ini, dia merasakan rasa yang sama.

Dan ketika kamu dengan degup jantungmu yang berdetak kencang menunggu jawaban dari dirinya, dia hanya terdiam. Rasa kaget terlihat di wajahnya. Tapi kemudian, kamu melihat rasa kaget itu berubah menjadi rasa bersalah yang amat kuat. Tapi kemudian kamu menampiknya. Berusaha mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa itu hanyalah perasaanmu. Dan kamu masih berharap, kali ini dia akan merasakan hal yang sama denganmu. Sehingga kamu tak lagi harus jatuh untuk yang kedua kalinya. Dengan orang yang sama.

Tanpa menjawab apapun, dia kemudian pergi. Tapi kamu tidak mengejarnya. Kamu terdiam. Kamu sudah tahu apa jawabannya. Tapi kamu tetap bergeming disitu. Berharap dia akan berbalik dan memelukmu erat. Tapi sampai dia menghilang dari pandanganmu, dia tetap tak juga berbalik.

Dan kemudian kamu menyesali apa yang sudah kamu lakukan. Karena setelah hari itu, dia tidak menghubungimu sama sekali. Kamu pun tak menghubunginya. Karena kamu dengan egomu, menginginkan dia yang menghubungimu. Tapi tidak. Dia tidak juga menghubungimu.

Kemudian kamu mencoba untuk menghubunginya. Tapi dia tak dapat dihubungi. Dan kemudian kamu terpekur diam. Menyesali semuanya. Kamu kehilangan cinta dan juga sahabatmu. Untuk yang kedua kalinya.

"Kenapa kamu menjauh? Apakah saya salah menyatakan rasa ini? Rasa yang sama sekali bukan jenis rasa yang saya inginkan kepada kamu? Jika saya bisa memilih, saya akan memilih tidak memiliki rasa ini kepada kamu jika pada akhirnya hanya membuat saya kehilangan kamu sebagai sahabat saya" begitu gumammu dalam gelap.

Dan kamu terus terdiam...

dan terdiam..

* * *


Ya. Selalu ada dua sisi dalam setiap permasalahan.

Wednesday, June 2, 2010

Please go... (1)

Kamu merasa kalau kamu ditolak, itu adalah hal yang paling membuat sakit hati?

Kamu merasa hidupmu hancur berkeping-keping ketika kamu ditolak?

Sini saya beritahu satu hal

Itu bukan hal terburuk

Menurut saya saat ini, hal terburuk adalah ketika kamu berhadapan dengan situasi dimana kamu mau tak mau, berada di posisi sebagai orang yang menolak

Karena ini menyangkut perasaan orang lain

Yang dengan sangat sangat menyesal, tak bisa kita balas

Rasa bersalah itu datang menerjang dengan hebatnya

Rasa bersalah yang sangat kuat, sampai kadang terus membayangi kita sampai bertahun-tahun kemudian

Dan ketika kita perlahan sudah mulai bisa menghilangkan rasa bersalah itu,

tiba-tiba dia kembali datang dengan nama persahabatan

Dan kita pun memulai dari awal

Tapi kamu sedikit menjaga jarak

Karena tidak ingin hal yang lalu kembali terulang

Karena kamu tak sanggup harus melihat rasa pedih di matanya walau selebar apapun senyumannya

Karena kamu tak sanggup melihat dia harus jatuh lagi

Namun sekeras apapun kamu mencoba untuk menjauh, tetap tak bisa merubah apa-apa

Garis Tuhan sejak awal sudah menentukan bahwa ini semua akan terulang kembali

Dan kita tidak bisa apa-apa selain menerima


Ya, dia kembali menawarkan rasa itu

Dan kemudian, rasa bersalah itu datang kembali. Dua kali lipat lebih hebat dari yang pertama. Karena kita tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi kali ini, kamu menimbang terlebih dahulu. Kamu memikirkan semuanya dengan baik-baik.

Karena kamu tak mampu melihat dia seperti waktu itu

Yang terlihat rapuh dan terluka hanya karena kamu

Kemudian kamu bertanya pada dirimu sendiri "Apa bagusnya saya sampai dia harus kembali lagi? Sungguh. Saya ini hanya seorang saya! Yang tak punya kelebihan apa-apa. Tak bisakah dia mencari pengganti yang lain? Tak bisakah dia melupakan saya?"

Kemudian kamu kembali bertanya : "Kenapa saya menolaknya?" dan kemudian kamu terdiam. Memikirkan semua jawaban dari pertanyaanmu sendiri.

Jauh di dalam sana, hati kecil kamu pasti berkata : "Saya akan dicintai orang ini sepenuh hati. Karena setelah penolakan selama ini, dia masih tetap kembali"

Tapi kemudian, hati kamu yang lain berkata : "Saya tidak bisa memaksakan rasa ini. Saya tidak bisa membohonginya dan berpura-pura memiliki rasa yang sama. Dia terlalu baik untuk kebohongan seperti itu"

Dan kemudian, dengan tarikan nafas panjang, untuk yang kedua kalinya, kamu menolaknya. Dengan kata sehalus mungkin, dengan cara penyampaian sebaik mungkin.

Tapi mau bagaimanapun halusnya kata-kata dan baiknya cara penyampaiannya, rasa sakit itu pasti akan tumbuh di dirinya. Pasti. Dan kamu juga mengetahui itu. Dan rasa sakit itu pun kembali menjalari hatimu. Dan kamu akan kembali merasa bersalah. Sangat bersalah karena telah menghancurkan hati yang baik itu. Lagi.

Kemudian dia menghubungimu. Tapi kamu pura-pura acuh. Kamu berusaha untuk tidak mempedulikannya. Karena kamu pikir yang terbaik untuknya adalah jika kamu pergi dari hidupnya.
Betapapun kamu merindukannya sebagai sahabatmu, betapapun kamu merasa bahwa ini semua salah. Tapi kamu tidak sanggup lagi membuatnya merasa terluka. Dan karena itu, kamu pun menghilang dari hidupnya. Berharap luka itu akan sedikit menghilang dari dirinya.

Percayalah, rasa menolak tidak jauh lebih ringan dibanding ditolak. Karena kamu, harus menghancurkan hati yang baik itu.


"Kalau saat ini saya meminta kamu untuk pergi menjauh dari saya agar saya tak menyakiti hatimu lagi untuk yang kedua kalinya, maukah kamu pergi?" Bisikmu pelan.

Tuesday, June 1, 2010

Dia seperti masih ada disini

Fotonya terlihat bugar

Senyum terlihat jelas di wajahnya

Dan saya masih belum percaya bahwa akhirnya dia dipanggil sang khalik

Saya mungkin memang bekerja untuk beliau hanya dalam waktu yang singkat

Dan dalam waktu singkat itu, saya banyak belajar

Terima kasih untuk ilmu yang sudah di berikan pak

Saya hanya bisa mendoakan dari sini

Allah akhirnya melepaskan rasa sakit itu dari jiwa raga bapak


Selamat jalan, Pak...