Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile if you'll just...
Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just...
Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just Smile...
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just Smile
Wednesday, July 29, 2009
Monday, July 27, 2009
Pagi hari ini
jam 3 lewat 15 dini hari dan saya masih belum memejamkan mata.
Ketika saya sudah mulai menutup semua tab yang terbuka, mendadak mata saya terpaku pada status FB salah satu teman saya. "I Cry Now -gue harap bokap gue mati-" Dada ini mendadak sakit. Mulut ini spontan mengucap. Astagfirullah....
Dan saya pun mulai membaca komentar disana satu persatu. Masalah keluarga broken home yang menjadi penyebabnya. Tadinya saya ingin meninggalkan status itu tanpa memberikan kata-kata. Tapi akhirnya saya pun menulis komen yang agak panjang. Intinya tentang kesalutan saya padanya karena mampu bertahan di situasi itu, karena hanya dia yang mampu, dan setelah itu, saya pun blank. Tak tahu harus berkata apa. Sampai akhirnya saya berkata
"gue nggak tau gimana rasanya jadi elo. Gue salut luar biasa sama lo. Tapi gue cuman bisa bantu doa dari sini..."
Tangan ini, ketika menulis postingan ini, masih gemetaran. Dada ini, masih bergemuruh luar biasa. Ya, saya tak pernah tau bagaimana perasaannya. Saya tak pernah tahu apa yang akan saya lakukan jika di posisi dia. Mungkin akan jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Entahlah... Saya pun kemudian mengucap syukur. Betapa luar biasa saya diberikan keluarga seperti ini.
Lalu saya kembali melihat komen-komen di status fesbuknya. Ada seseorang yang sudah ditinggal meninggal kedua orang tuanya ketika umur 1 tahun. Mata ini berkaca-kaca...
Ya Allah... betapa luar biasa bejatnya diri ini karena baru menyadari, betapa luar biasa karunia yang Kau berikan untukku...
Keluarga luar biasa yang telah Kau ciptakan...
Sahabat..
dan orang terdekat lainnya...
Dengan semua lumuran dosa ini, Engkau masih memberiku berkah tak terhingga....
Alhamdulilah... Alhamdulilah..
Subhanallah....
Ketika saya sudah mulai menutup semua tab yang terbuka, mendadak mata saya terpaku pada status FB salah satu teman saya. "I Cry Now -gue harap bokap gue mati-" Dada ini mendadak sakit. Mulut ini spontan mengucap. Astagfirullah....
Dan saya pun mulai membaca komentar disana satu persatu. Masalah keluarga broken home yang menjadi penyebabnya. Tadinya saya ingin meninggalkan status itu tanpa memberikan kata-kata. Tapi akhirnya saya pun menulis komen yang agak panjang. Intinya tentang kesalutan saya padanya karena mampu bertahan di situasi itu, karena hanya dia yang mampu, dan setelah itu, saya pun blank. Tak tahu harus berkata apa. Sampai akhirnya saya berkata
"gue nggak tau gimana rasanya jadi elo. Gue salut luar biasa sama lo. Tapi gue cuman bisa bantu doa dari sini..."
Tangan ini, ketika menulis postingan ini, masih gemetaran. Dada ini, masih bergemuruh luar biasa. Ya, saya tak pernah tau bagaimana perasaannya. Saya tak pernah tahu apa yang akan saya lakukan jika di posisi dia. Mungkin akan jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Entahlah... Saya pun kemudian mengucap syukur. Betapa luar biasa saya diberikan keluarga seperti ini.
Lalu saya kembali melihat komen-komen di status fesbuknya. Ada seseorang yang sudah ditinggal meninggal kedua orang tuanya ketika umur 1 tahun. Mata ini berkaca-kaca...
Astagfirullah...
Astagfirullah...
Astagfirullah...
Ya Allah... betapa luar biasa bejatnya diri ini karena baru menyadari, betapa luar biasa karunia yang Kau berikan untukku...
Keluarga luar biasa yang telah Kau ciptakan...
Sahabat..
dan orang terdekat lainnya...
Dengan semua lumuran dosa ini, Engkau masih memberiku berkah tak terhingga....
Alhamdulilah... Alhamdulilah..
Subhanallah....
Friday, July 24, 2009
Ucapan Terima Kasih
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya dengan tak terhingga kepada Gusti Allah yang Maha Agung dan Maha Tahu karena masih membuat saya bertahan sampai selama ini. Terus menolong saya, terus menopang saya, ketika tak ada siapapun yang bisa saya andalkan. Saya yang hanya setitik debu sangat kecil di mata-Mu, ternyata masih diberi berkah luar biasa. Subhanallah... alhamdulilah....
Kedua, saya berterima kasih kepada permasalahan yang datang silih berganti tanpa koma dan tanpa titik kepada saya karena dengan begitu, saya bisa memahami ini semua dan bisa melihat semua dari sudut pandang yang berbeda (walau sebelum itu, saya pasti selalu nangis-nangis dan keluhan ini terus menerus terucap tanpa henti). Tapi, saya bisa bertahan. Sampai detik ini, saya masih terus bisa bertahan.
Ketiga, saya berterima kasih dengan sangat kepada otak, pikiran, jantung, dan hati saya karena dengan luar biasanya, mampu menahan penat yang luar biasa ini. Juga kepada anggota tubuh saya yang lain, karena bisa diajak kerja sama dan nggak sakit-sakitan.
Hei pikiran, terima kasih karena masih sanggup terus berfikir sampai sekarang. Ga peduli sepenat apapun kamu.
Kepada otak, terima kasih dengan sangat, karena daya ingat kamu luar biasa (walaupun banyak juga memori yang ilang) makasih banget.
Kepada jantung, terima kasih karena masih berdegup. Maaf akhir-akhir ini kamu berdegup dengan lebih kencang karena mendadak saya ingat dirinya. Anggap saja olah raga jantung. Hehehehe....
Dan terakhir, kepada hati... luar biasa saya salut kepada kamu. Karena sebanyak apapun kamu merasa sakit, sebanyak apapun kamu merasa sesak, sebesar apapun rasa sakit itu, kamu masih tetap bisa bertahan. Saya benar-benar salut.
Sekian ucapan terima kasih dari saya.
Sekarang, senyum ini bisa saya keluarkan tanpa beban.
Senyum ini bukan senyum kepura-puraan lagi.
Tulus, saya tersenyum karena bahagia.
Terima Kasih...
Kedua, saya berterima kasih kepada permasalahan yang datang silih berganti tanpa koma dan tanpa titik kepada saya karena dengan begitu, saya bisa memahami ini semua dan bisa melihat semua dari sudut pandang yang berbeda (walau sebelum itu, saya pasti selalu nangis-nangis dan keluhan ini terus menerus terucap tanpa henti). Tapi, saya bisa bertahan. Sampai detik ini, saya masih terus bisa bertahan.
Ketiga, saya berterima kasih dengan sangat kepada otak, pikiran, jantung, dan hati saya karena dengan luar biasanya, mampu menahan penat yang luar biasa ini. Juga kepada anggota tubuh saya yang lain, karena bisa diajak kerja sama dan nggak sakit-sakitan.
Hei pikiran, terima kasih karena masih sanggup terus berfikir sampai sekarang. Ga peduli sepenat apapun kamu.
Kepada otak, terima kasih dengan sangat, karena daya ingat kamu luar biasa (walaupun banyak juga memori yang ilang) makasih banget.
Kepada jantung, terima kasih karena masih berdegup. Maaf akhir-akhir ini kamu berdegup dengan lebih kencang karena mendadak saya ingat dirinya. Anggap saja olah raga jantung. Hehehehe....
Dan terakhir, kepada hati... luar biasa saya salut kepada kamu. Karena sebanyak apapun kamu merasa sakit, sebanyak apapun kamu merasa sesak, sebesar apapun rasa sakit itu, kamu masih tetap bisa bertahan. Saya benar-benar salut.
Sekian ucapan terima kasih dari saya.
Sekarang, senyum ini bisa saya keluarkan tanpa beban.
Senyum ini bukan senyum kepura-puraan lagi.
Tulus, saya tersenyum karena bahagia.
Terima Kasih...
Monday, July 13, 2009
Sunday, July 12, 2009
Saya lelah
Saya sedang lelah berpura-pura bahagia
Saya sedang lelah berpura-pura bahwa tak ada kejadian apa-apa
Saya ingin bercerita pada orang lain, tapi tak bisa
Mau bagaimana pun mereka bilang mereka akan mengerti rasa ini,
mereka tetap tak akan mengerti
Saya ingin membagi rasa sakit ini pada orang lain, tapi tak bisa
Saya tidak ingin tersenyum
Saya tidak ingin tertawa
Saya ingin menangis
Tapi sebanyak apapun saya menangis, rasa sesak ini tetap tak akan hilang
Saya lelah....
sungguh luar biasa lelah...
Saya sedang lelah berpura-pura bahwa tak ada kejadian apa-apa
Saya ingin bercerita pada orang lain, tapi tak bisa
Mau bagaimana pun mereka bilang mereka akan mengerti rasa ini,
mereka tetap tak akan mengerti
Saya ingin membagi rasa sakit ini pada orang lain, tapi tak bisa
Saya tidak ingin tersenyum
Saya tidak ingin tertawa
Saya ingin menangis
Tapi sebanyak apapun saya menangis, rasa sesak ini tetap tak akan hilang
Saya lelah....
sungguh luar biasa lelah...
Saturday, July 11, 2009
Don't Get Me Wrong!
Okeh, saat ini, gw lagi bener-bener kesel. Kesel banget.
Kenapa? Salah paham ini mulai bikin gw bete setengah mampus dan gengsinya dia yang terlalu berlebih, bikin gw makin gondok.
Yes, gw ini lebih seneng kumpul sama temen cowok. Dan yes, gw ini lebih suka maen sama cowok. Kenapa? karena mereka ga melulu ngomongin soal perasaan dan hati (sorry buat temen2 gw yang cewek. Tapi gw juga seneng maen sama kalian koookk. Apalagi kalo gw lagi pengen ngomongin soal perasaan *loh* ;p)
Daaannn... karena gw deket sama cowok lah, maka gw sering disuruh jadi penjembatan buat temen-temen cewek gw yang mau pedekate sama cowok (poor me. Kayaknya karena alasan ini pula lah gw ga dapet2 cowok sampe sekarang. Mereka semua nggak ada yang nganggep gw cewek! Kampret!)
Dan akhirnya, beginilah gw. Selalu jadi jembatan. Gw sih orangnya karena selalu ceplas-ceplos, jadi kalo nanya, ya nanya langsung aja. Kayak : "lo sukanya cewek kayak gimana? Tipe lo kayak gimana? Mmmm.... kira-kira kalo mau dapet kado dari cewek, pengen apa?" terlalu frontal sih emang. Tapi gw emang ga suka basa-basi. Dan sayangnya, karena ini pula, selaluuuuuu ada aja cowok yang salah tanggep. Mereka pikir, GW yang punya rasa ke mereka. Mereka pikir, GW yang care sama mereka.
Biasanya kalo gw udah ngeliat gelagat-gelagat geer atau gelagat-gelagat salting dari mereka, gw langsung bilang "sori bos. Don't get me wrong ya. Bukan gw yang ngejar lo. Tapi temen gw yang naksir sama lo."
Sayangnya, kesempatan gw buat ngomong kayak gitu tuh jarang banget. Karena kebanyakan, temen-temen cewek gw ga mau si cowok tau kalo mereka ada rasa. Tapi temen-temen cewek gw tetep pengen tau semua hal tentang si cowok itu. Kan itu tandanya gw jadi ga bisa bilang temen gw suka sama dia. Nah, mampus gak tuh? Kan pasti gw lagi yang kena! Gw lagi yang dikira suka. Haaaiiiissshhh!!!
Dan sekarang, gw lagi ngerasain hal itu LAGI! Cuman kali ini, si cowok lebih parah. Gw udah bilang ya sama dia kalo gw ga ada rasa sama dia. Gw bilang bukan gw tapi temen gw. And he just said : "oh... okay. bagus lah kalo gitu" dengan nada datar.
gw pikir semua bakalan biasa lagi dong. Tapi ternyata nggak. waktu itu pas papasan, gw tau dia ngeliat gw. Wong gw ngeliat dia lagi ngeliat ke arah gw. Then suddenly, dia langsung buang muka trus pura-pura ga liat gw. What the.... dan besok besoknya, dan besoknya lagi, kayak gitu lagi.
Seriously, KENAPA SIH DIA?? Gengsi gara-gara salah ngira? Malu? Hey, gw nggak papa. Gw udah biasa di salah pahamin kayak gitu. Tapi kenapa dia nggak bisa biasa ke gw? Dude, gw yang di posisi nggak enak. Tapi kenapa dia yang salting?
Buat elo disana, elo tau siapa yang gw maksud disini! Seriously, gw nggak nganggep itu hal yang harus dibikin jadi besar. Kita temenan loh. Dan gw mau semua kayak dulu. Kenapa lo sampe pura-pura nggak kenal gitu sama gw? Ini bukan hal yang sebegitunya harus di besar-besarin sampe bikin pertemanan kita putus. Plis, ilangin gengsi lo, trus ayo kita sama-sama kongkow bareng, jitak-jitakan lagi, pukul-pukulan lagi, dan bego-begoan bareng lagi.
Come on... Elo nggak harus komentar di sini. Karena gw tau, elo pasti baca ini. Even lo nggak pernah komentar, gw tau elo selalu ngikutin blog gw. So please... kembalilah jadi temen gw yang dulu...
God, i miss you... i miss us...
Kenapa? Salah paham ini mulai bikin gw bete setengah mampus dan gengsinya dia yang terlalu berlebih, bikin gw makin gondok.
Yes, gw ini lebih seneng kumpul sama temen cowok. Dan yes, gw ini lebih suka maen sama cowok. Kenapa? karena mereka ga melulu ngomongin soal perasaan dan hati (sorry buat temen2 gw yang cewek. Tapi gw juga seneng maen sama kalian koookk. Apalagi kalo gw lagi pengen ngomongin soal perasaan *loh* ;p)
Daaannn... karena gw deket sama cowok lah, maka gw sering disuruh jadi penjembatan buat temen-temen cewek gw yang mau pedekate sama cowok (poor me. Kayaknya karena alasan ini pula lah gw ga dapet2 cowok sampe sekarang. Mereka semua nggak ada yang nganggep gw cewek! Kampret!)
Dan akhirnya, beginilah gw. Selalu jadi jembatan. Gw sih orangnya karena selalu ceplas-ceplos, jadi kalo nanya, ya nanya langsung aja. Kayak : "lo sukanya cewek kayak gimana? Tipe lo kayak gimana? Mmmm.... kira-kira kalo mau dapet kado dari cewek, pengen apa?" terlalu frontal sih emang. Tapi gw emang ga suka basa-basi. Dan sayangnya, karena ini pula, selaluuuuuu ada aja cowok yang salah tanggep. Mereka pikir, GW yang punya rasa ke mereka. Mereka pikir, GW yang care sama mereka.
Biasanya kalo gw udah ngeliat gelagat-gelagat geer atau gelagat-gelagat salting dari mereka, gw langsung bilang "sori bos. Don't get me wrong ya. Bukan gw yang ngejar lo. Tapi temen gw yang naksir sama lo."
Sayangnya, kesempatan gw buat ngomong kayak gitu tuh jarang banget. Karena kebanyakan, temen-temen cewek gw ga mau si cowok tau kalo mereka ada rasa. Tapi temen-temen cewek gw tetep pengen tau semua hal tentang si cowok itu. Kan itu tandanya gw jadi ga bisa bilang temen gw suka sama dia. Nah, mampus gak tuh? Kan pasti gw lagi yang kena! Gw lagi yang dikira suka. Haaaiiiissshhh!!!
Dan sekarang, gw lagi ngerasain hal itu LAGI! Cuman kali ini, si cowok lebih parah. Gw udah bilang ya sama dia kalo gw ga ada rasa sama dia. Gw bilang bukan gw tapi temen gw. And he just said : "oh... okay. bagus lah kalo gitu" dengan nada datar.
gw pikir semua bakalan biasa lagi dong. Tapi ternyata nggak. waktu itu pas papasan, gw tau dia ngeliat gw. Wong gw ngeliat dia lagi ngeliat ke arah gw. Then suddenly, dia langsung buang muka trus pura-pura ga liat gw. What the.... dan besok besoknya, dan besoknya lagi, kayak gitu lagi.
Seriously, KENAPA SIH DIA?? Gengsi gara-gara salah ngira? Malu? Hey, gw nggak papa. Gw udah biasa di salah pahamin kayak gitu. Tapi kenapa dia nggak bisa biasa ke gw? Dude, gw yang di posisi nggak enak. Tapi kenapa dia yang salting?
Buat elo disana, elo tau siapa yang gw maksud disini! Seriously, gw nggak nganggep itu hal yang harus dibikin jadi besar. Kita temenan loh. Dan gw mau semua kayak dulu. Kenapa lo sampe pura-pura nggak kenal gitu sama gw? Ini bukan hal yang sebegitunya harus di besar-besarin sampe bikin pertemanan kita putus. Plis, ilangin gengsi lo, trus ayo kita sama-sama kongkow bareng, jitak-jitakan lagi, pukul-pukulan lagi, dan bego-begoan bareng lagi.
Come on... Elo nggak harus komentar di sini. Karena gw tau, elo pasti baca ini. Even lo nggak pernah komentar, gw tau elo selalu ngikutin blog gw. So please... kembalilah jadi temen gw yang dulu...
God, i miss you... i miss us...
Thursday, July 9, 2009
Bolang di Masa Kecil
Setiap gw ga ada kuliah, gw selalu nonton Bolang. Bocah Petualang yang ditayangin di Tranz 7
Sayangnya ditayanginnya siang sih. Pas gw kuliah. Jadi nontonnya ya cuman kalo ga ada jadwal kudu ke kampus
Acara ini bikin gw jadi kangen masa-masa kecil gw deh. Yang selalu maen dan ga peduli sekitar. Maenan tanah, maen di kali (waktu mudik ke jawa), maen di sawah.
Dan setiap gw ngeliat acara ini, gw selalu kasian sama anak-anak jaman sekarang. Jarang banget gw ngeliat mereka maen maenan tradisional kayak dulu. Kayak gerobak sodok, batu tujuh, engklek, bekel, congklak, galaksin, dan lain-lain. Gw nanya sama ponakan gw yang masih SD. Cewek.
"mau maen apa nih sekarang?"
"maen komputer aja yuk mbak." katanya sambil smsan sama temennya.
dan gw pun bengong. Pas SD, kerjaan gw dulu tuh maen bekel, maen batu tujuh, maen boneka-bonekaan, maen masak-masakan. Ponakan gw maen komputer sambil megang hape. Waduh.
Lagu anak kecil juga sekarang udah jarang ada. Dulu waktu gw kecil, ada maisy, ada joshua. Sekarang mah, anak SD dandanannya udah kayak anak SMP. Anak SMP dandanannya udah kayak anak SMA. Anak SMA dandanannya udah kayak tante-tante *jambak2 jilbab*
Ah, kasian banget anak jaman sekarang. Ga bisa ngerasain kesenengan waktu jaman gw masih kecil.
Ngidam lidiiiiii!!
Sayangnya ditayanginnya siang sih. Pas gw kuliah. Jadi nontonnya ya cuman kalo ga ada jadwal kudu ke kampus
Acara ini bikin gw jadi kangen masa-masa kecil gw deh. Yang selalu maen dan ga peduli sekitar. Maenan tanah, maen di kali (waktu mudik ke jawa), maen di sawah.
Dan setiap gw ngeliat acara ini, gw selalu kasian sama anak-anak jaman sekarang. Jarang banget gw ngeliat mereka maen maenan tradisional kayak dulu. Kayak gerobak sodok, batu tujuh, engklek, bekel, congklak, galaksin, dan lain-lain. Gw nanya sama ponakan gw yang masih SD. Cewek.
"mau maen apa nih sekarang?"
"maen komputer aja yuk mbak." katanya sambil smsan sama temennya.
dan gw pun bengong. Pas SD, kerjaan gw dulu tuh maen bekel, maen batu tujuh, maen boneka-bonekaan, maen masak-masakan. Ponakan gw maen komputer sambil megang hape. Waduh.
Lagu anak kecil juga sekarang udah jarang ada. Dulu waktu gw kecil, ada maisy, ada joshua. Sekarang mah, anak SD dandanannya udah kayak anak SMP. Anak SMP dandanannya udah kayak anak SMA. Anak SMA dandanannya udah kayak tante-tante *jambak2 jilbab*
Ah, kasian banget anak jaman sekarang. Ga bisa ngerasain kesenengan waktu jaman gw masih kecil.
Ngidam lidiiiiii!!
Wednesday, July 8, 2009
Omdo
Yah, itulah gua. Omdo. Omong doang.
Hahahahaha....
Ini berasal dari perasaan gua yang mendadak pengen offline segala macam jaringan sosial di dunia maya pas gua UAS. Dan yah, dengan jarak waktu ujian yang selang lama, seminggu cuman 2 mata kuliah yang diujiin, makanya sampe 3 minggu. Padahal mah kalo seminggu langsung semua, kelar dah ujian gua sekarang. Cuma 6 mata pelajaran ini.
2 hari pertama, karena gua emang ada UAS, offline itu bener2 ga kerasa men. Nah, pas hari ini, libur gara-gara nyontreng, mendadak gua mati gaya. Sialan banget!
Trus gua mendadak inget plurk, trus gua inget fesbuk. Dan gua pun akhirnya ngintipin mereka. Pas gua liat fesbuk, hahahahaha... semua status temen yang satu kampus sama gua, semua isinya nyontreng. Nah, kan. Berarti emang gua aja yang sok suci pake acara ga bakalan onlen sampe 3 minggu.
Trus gua pikir2 lagi. Deuh, kalo gua ngorbanin ga onlen sampe 3 minggu ga onlen dan pas IP gua dikasih, ga sampe 3,5 pasti gua bakalan kesel banget *ga mungkin juga sih IP gua sampe segitu*
Nah kan. Mendingan gua tetep onlen. Jadi kalopun IP ga sampe segitu gede, gua ga bakalan kesel2 amat sama diri sendiri yang sok2 ga mau ngejalin networking sama orang laen? Hahahaha.... *pikiran bego*
Trus gua buka plurk. Haiisshh... tret2nya banyak yang menggiurkan untuk di komenin. Dan akhirnya terjebloslah gua ke dalam lubang kenistaan. Trus pada nanyain "lah kok udah onlen lagi?"
siit maann! Gua ngerasa ngejilat ludah gua sendiri banget euy. Padahal gw paling benci sama orang yang kayak gitu. Aagghh!! Dan alhasil, disinilah gua sekarang.
Di depan komputer, sambil diiringin Imogen Heap, ngeplurk dan ngefesbuk. Dan gua lagi benci setengah mati sama diri gua sendiri. *dan sekarang gua lagi jambak2in rambut gara2 kesel sama iman gua yang mudah goyah. KAMPREEETT!!* KKKKKKKKKKKKHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!
Gua harus belajar untuk ngilangin rasa benci ini. Off now. Masih banyak tugas-tugas menanti. Dan pelajaran filsafat itu yang paling najis banget. KKKKHHH!!!
P.S : gua kapok janji sok suci kayak gini. Udah tau iman mudah goyah, masih sok2an. Mampus kan sekarang??? Besok potong rambut aja apa yak sebagai penggugur dosa? *gigi lo betato??*
Hahahahaha....
Ini berasal dari perasaan gua yang mendadak pengen offline segala macam jaringan sosial di dunia maya pas gua UAS. Dan yah, dengan jarak waktu ujian yang selang lama, seminggu cuman 2 mata kuliah yang diujiin, makanya sampe 3 minggu. Padahal mah kalo seminggu langsung semua, kelar dah ujian gua sekarang. Cuma 6 mata pelajaran ini.
2 hari pertama, karena gua emang ada UAS, offline itu bener2 ga kerasa men. Nah, pas hari ini, libur gara-gara nyontreng, mendadak gua mati gaya. Sialan banget!
Trus gua mendadak inget plurk, trus gua inget fesbuk. Dan gua pun akhirnya ngintipin mereka. Pas gua liat fesbuk, hahahahaha... semua status temen yang satu kampus sama gua, semua isinya nyontreng. Nah, kan. Berarti emang gua aja yang sok suci pake acara ga bakalan onlen sampe 3 minggu.
Trus gua pikir2 lagi. Deuh, kalo gua ngorbanin ga onlen sampe 3 minggu ga onlen dan pas IP gua dikasih, ga sampe 3,5 pasti gua bakalan kesel banget *ga mungkin juga sih IP gua sampe segitu*
Nah kan. Mendingan gua tetep onlen. Jadi kalopun IP ga sampe segitu gede, gua ga bakalan kesel2 amat sama diri sendiri yang sok2 ga mau ngejalin networking sama orang laen? Hahahaha.... *pikiran bego*
Trus gua buka plurk. Haiisshh... tret2nya banyak yang menggiurkan untuk di komenin. Dan akhirnya terjebloslah gua ke dalam lubang kenistaan. Trus pada nanyain "lah kok udah onlen lagi?"
siit maann! Gua ngerasa ngejilat ludah gua sendiri banget euy. Padahal gw paling benci sama orang yang kayak gitu. Aagghh!! Dan alhasil, disinilah gua sekarang.
Di depan komputer, sambil diiringin Imogen Heap, ngeplurk dan ngefesbuk. Dan gua lagi benci setengah mati sama diri gua sendiri. *dan sekarang gua lagi jambak2in rambut gara2 kesel sama iman gua yang mudah goyah. KAMPREEETT!!* KKKKKKKKKKKKHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!
Gua harus belajar untuk ngilangin rasa benci ini. Off now. Masih banyak tugas-tugas menanti. Dan pelajaran filsafat itu yang paling najis banget. KKKKHHH!!!
P.S : gua kapok janji sok suci kayak gini. Udah tau iman mudah goyah, masih sok2an. Mampus kan sekarang??? Besok potong rambut aja apa yak sebagai penggugur dosa? *gigi lo betato??*
Subscribe to:
Posts (Atom)