Friday, September 7, 2012

Tolong, janganlah memudar...

Rindu itu perasaan yang amat mengerikan. Rasanya membuncah sampai membuat sesak.

Aku rindu suaramu. Suara yang bahkan hampir tak bisa kuingat.
Aku rindu wajahmu. Wajah yang sudah mulai kabur diingatanku.
Aku rindu tepukan hangat tanganmu. Hangat yang bahkan samar-samar kuingat.

Bolehkan kuminta Tuhan untuk memutar waktu kembali? Bolehkah aku berharap aku bisa kembali ke waktu di mana kamu masih ada disini? Di sampingku? Mendengarkan dengan gaya cuek sampai sering aku marah-marah karena merasa tak didengarkan? Bisakah?

Atau setidaknya kumohon dengan sangat, datanglah ke dalam mimpiku. Datanglah dan duduk disampingku, kemudian dengarkan aku. Dengarkan semua keluh kesahku dengan gaya biasamu dan setelah itu komentarlah dengan komentarmu yang khas. Dengan sebuah tepukan hangat di punggung dan berkata "I got your back. Everything's going to be fine."

Kumohon, datanglah. Karena aku sedang butuh didengar dan kamu adalah pendengar terbaik. Dan karena aku tak ingin kehilangan ingatan tentangmu.

Kumohon, datanglah. Malam ini. Dalam mimpiku. Karena selain itu, aku tak tahu lagi cara apa yang bisa kulakukan agar kenangan tentangmu terus melekat di ingatanku.

Kumohon. Aku tak ingin kamu memudar.

No comments: