Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Monday, March 14, 2011

Ibitsu

Well, it's been a whiiiiilllleeee since i wrote here *bener ga tu grammarnya? au ah* Dan disinilah saya kembali lagi hadir bersama kalian semua, dan masih tetap menganggur tentunya *kedip2 cacingan*

Anyway kemaren ini gue baru baca komik onlen yang kampret sekampret-kampretnya bikin gue merinding bacanya. Entah karena gue bacanya pas tengah malem, atau emang cerita dan gambarnya yang menurut gue emang sadis.

Judulnya Ibitsu

Sumpe ye, ini komik sampe bikin gue tutup mata dan bikin bulu kuduk merinding, tapi gue tetep nggak bisa berenti bacanya. Dan walaupun udah beberapa hari yang lalu gue baca komik ini, kadang-kadang sampe sekarang gue masih kebayang-bayang adegannya dong. Dyeeemm!

Artworknya menurut gue nggak bagus-bagus amat. Tapi juga nggak jelek. Awalnya gue pikir paling cerita setan biasa lah yang digentayangin segala macem. Tapi ternyata horornya ngegabung juga sama sadis. Sakit lah pokoknya menurut gue mah.

Apa karena gue bacanya pas malem-malem buta ya? Hmmm.. pokoknya komik ini bikin gue merinding disko -_-"

Sunday, May 23, 2010

Kick ass is Bad Ass!!



Pertama gue liat trailernya sekilas, gue langsung mikir "Idih, film apaan ni??"

Waktu itu yang gue liat di trailer adalah seseorang dengan baju ijo-ijo aneh nggak jelas, lagi berantem dikeroyok 3 orang dan kejadian itu di rekam sama seseorang lewat handphone kemudian di upload ke Youtube. Dan kemudian, terkenallah si pahlawan bernama Kick Ass itu. Pahlawan 2.0 (dan gue pun langsung close tu tab)

Ternyata, nggak beberapa lama, muncullah review orang-orang yang udah nonton Kick-Ass ini. Dan mereka rata-rata bilang "Bagus! Keren banget!!"

Gue pertamanya skeptis. Film kayak gitu dibilang bagus? Yang bener aja!

Tapi sangking penasarannya, akhirnya gue pun nonton. Dan ya, film ini ternyata keren!

Cerita dimulai dengan seorang pemuda maniak komik yang pengen jadi pahlawan. Dia muak karena pahlawan cuman ada di komik-komik, sedangkan orang jahat? Orang jahat bukan hanya ada di komik. Orang jahat pun ada di dunia nyata. Jadi kenapa nggak ada pahlawan di dunia nyata? Dan dia pun bertekad pengen jadi pahlawan di dunia nyata.

Dengan segala lika-liku pemuda biasa yang nggak punya kekuatan atau pun kemampuan lebih, dia jadi pahlawan (yang sebenernya lebih patut dikasihani dibanding di agung-agungkan). Dia pun jadi pahlawan yang nggak diketahui siapa-siapa.

Sampai akhirnya, dia nolong seseorang yang dikeroyok. Setelah kejadian itu, dia kemudian dikenal di dunia maya. Karena pas dia nolong orang itu, ada orang lain yang ngeliat kejadian itu (lebih ke banyak orang yang ngeliat sih sebenernya) dan kemudian ngerekam lewat hapenya terus di upload ke youtube. Terkenallah dia sebagai pahlawan di dunia nyata bernama Kick-Ass.

Ternyata, ada jagoan lain selain dia. Dan jagoan-jagoan ini, adalah jagoan yang bener-bener jagoan yang punya kemampuan dan keahlian luar biasa dengan tubuh serta senjata. Mereka adalah Big Daddy (yang pakaiannya kayak Batman tapi kurang keren) dan Hit Girl (anak cewek yang baru berusia 11 atau 12 tahun tapi keahliannya keren banget). Ya, mereka ayah dan anak.

Awal film, gue masih ngerasa kurang tertarik sama film ini. Gue masih belum tau apa yang menarik dari film ini. Tapi lama kelamaan, ya, film ini menjadi sangat menarik.

Film ini emang sedikit lebih hardcore dibanding film pahlawan lainnya. Dari bahasa. Banyak bahasa kasar yang di gunain di film ini. Dan gue sendiri sempet kaget karena si Hit Girl (yang emang baru berusia 11 atau 12 taun ini) mengucapkan kata-kata kasar dengan santainya. Kalo lo nonton, coba untuk dengarkan baik-baik dialognya. Hahahahaha...

Yang kedua, film ini banyak darah! Ya. Bukan darah kayak slasher Saw yang sadis gitu. Yang ini lebih smooth (dikit). Tapi tetep, banyak darah bercipratan disana- sini (gue puas!)

Yang ketiga, film ini walaupun fantasi tapi agak lebih masuk akal dibanding film pahlawan lainnya. Karena mereka nggak punya kekuatan super. Tapi mereka punya keahlian diri dan kemampuan yang luar biasa dalam memakai senjata yang familiar oleh kita (pistol, pisau lipat, bazooka). Bahkan si Kick-Ass ini beli kostumnya di semacam kayak e-Bay gitu :D

Karena film ini, gue jadi penasaran banget sama komiknya. Pengen beliiiiii!! Karena katanya sih, komiknya jauh lebih hardcore (Ya Tuhan. Gue berasa agak-agak sikopat)

Yeah well, overall film ini keren! Sayang, gue ngerasa film ini sangat sangat menarik ketika seperempat akhir film. Tapi ya, gue puas sama film ini! Film ini bikin gue ngakak, nelen ludah, dan juga sampe berkaca-kaca karena ada satu adegan yang sedih banget :((

Kick ass is bad ass and Hit Girl's definietly my new hero!!!

Shrek Forever and Ever



Bukan. Itu bukan judul Shrek 4. Judul Shrek 4 sih Forever After. Kali ini gue cuman pengen ngebahas film-film Shrek keseluruhan. Yah well, secara gue emang penggemar berat Shrek, jadi kayaknya kurang gimana gitu kalo gue nggak nulis postingan tentang Shrek *halah. Berasa penting aja gue*

Siapa sih yang nggak kenal Shrek? Shrek adalah tokoh utama dalam sebuah film animasi yang berbeda dari yang lainnya. Baik dari gambar maupun cerita. Biasanya dalam sebuah cerita fantasy, diceritakan seorang putri yang terkurung di menara dan dijaga oleh naga, akan ditolong oleh seorang pangeran tampan dan membangunkan si putri dengan ciumannya. Nah, gimana kalo ternyata pangeran yang ditunggu ternyata adalah Ogre (monster yang berwarna hijau) yang ditakuti orang-orang dan kuda putih si pangeran ternyata cuman keledai cerewet yang nggak berenti nyanyi atau ngomong?

Apakah Putri Fiona kecewa karena pangeran yang ditunggunya hanya monster dan bukan pangeran tampan? Rahasia apa yang disembunyikan Sang Putri? Dan kemudian cerita pun mengalir.

Karena cerita yang beda pun, Shrek mendulang kesuksesan yang luar biasa! Shrek juga memenangkan Academy Awards untuk kategori film animasi terbaik :D

Dan karena kesuksesannya itu, pihak Dreamworks pun membuat sekuel Shrek. Shrek 2 menurut gue, adalah film terbaik dari keseluruhan Shrek. Ceritanya pun lebih berwarna dibanding film pertama. Pokoknya ini favorit gue banget!


Film kedua menceritakan tentang Shrek dan segala rasa mindernya karena menjadi suami dari putri kerajaan Far-Far Away. Shrek pun ditentang oleh ayah Fiona, yang adalah Raja dari kerajaan Far-Far Away. Dan Shrek pun merasa Fiona akan lebih bahagia jika bersama dengan seorang manusia dibanding bersama Ogre yang ditakuti semua orang. Shrek pun akhirnya mencari jalan untuk menjadi manusia.

Karakter-karakter di film pertama, udah bikin gue jatuh cinta banget. Shrek, Putri Fiona, Donkey, Lord Farquaad. Karakter mereka nggak mudah untuk dilupakan.

Di Film kedua ini, karakter pun bertambah (minus Lord Farquaad tentunya). Ada Raja dan Ratu dari Far-Far Away yang adalah orangtua Fiona, Fairy Godmother yang licik (sangat berbeda dengan film lain dimana ibu peri itu selalu baik hati), ada Prince Charming (secara fisik, dia memang pangeran berkuda putih yang selama ini selalu diimpikan Fiona untuk menolongnya di menara. Sayang, orangnya terlalu narsis. Gue aja geli ngeliatnya), dan terakhir, karakter yang paling nggak bisa dilupakan, Puss in Boots!

Kucing pemakai sepatu boots ini bener-bener bikin orang jatuh hati dari pas pertama ngeliat. No wonder dia jadi salah satu karakter penting di film Shrek 2 sampai Shrek 4 ini.


Sekuel dari Shrek pun meraih sukses! Dan kemudian, pihak Dreamworks kembali memberikan kita suguhan Shrek ketiga atau yang lebih dikenal dengan Shrek The Third.

Di film ini, cerita kemudian semakin berkembang. Raja Far-Far Away meninggal. Dan dia menunjuk Shrek untuk menjadi raja pengganti. Sayangnya, Shrek amat sangat tidak berminat untuk menjadi raja pengganti karena dia merasa tidak cocok dan tidak punya kemampuan sebagai Raja. Dan kemudian, Shrek, Donkey dan Puss in Boots memulai perjalanan untuk mencari Artie, yang adalah sepupu jauh Fiona yang bisa menjadi raja pengganti.

Selama Shrek tidak ada, kerajaan Far-Far Away mendadak diserang oleh para penjahat yang ada di film-film fantasi. Mereka berontak karena mereka pun ingin mendapat hidup yang bahagia selamanya. Di pimpin oleh Prince Charming (yang terobsesi menjadi raja dan ingin membalas dendam pada Shrek atas kematian ibunya, Fairy Godmother), para karakter jahat itu menyerang kerajaan Far-Far Away beserta seluruh warganya.

Bukan hanya itu konflik yang ada di film ketiga ini. Shrek pun harus berjuang dengan dirinya sendiri dan bertanya-tanya apakah dia pantas menjadi seorang ayah karena Fiona ternyata mengandung anak mereka.

Menurut gue, film ini kurang greget dibanding yang kedua. Nggak tau ya, menurut gue film kedua itu udah klimaks banget. Jadi nggak perlu ditambah lagi. Tapi ya, untuk lucu-lucuan dan buat ngilangin penat, film ini okelah buat ditonton.


Yang keempat adalah film Shrek Forever After. Beberapa ada yang menyebut Shrek The Final Chapter karena konon katanya, Shrek yang keempat ini adalah film Shrek yang terakhir.

Kali ini Shrek diceritakan dia lelah dengan kehidupan yang dijalaninya sekarang. Dulu, dia adalah Ogre yang ditakuti semua orang. Sekarang? Dia merasa tak lebih dari seorang Ogre yang sudah kehilangan harga diri Ogrenya *halah. opo toh* Intinya, dia merindukan masa-masa dulu ketika dia masih menjadi Ogre yang ditakuti oleh orang-orang.

Akhirnya, ada seorang yang memiliki kekuatan sihir yang bisa mengabulkan keinginan Shrek. Dia adalah Rumpelstintkin. Dan kemudian, Shrek pun pergi ke dunia dengan dimensi yang lain. Dimana dia adalah Ogre yang ditakuti. Sayangnya, semua berbeda. Sangat berbeda. Ogre yang ditakuti orang-orang, ternyata ditangkapi oleh pemerintah dan Ogre pun dijadikan budak.

Bukan hanya itu perubahan yang ada di dunia lain ini. Semua berubah dengan sangat drastis. Donkey tidak mengingatnya, Puss In Boots menjadi luar biasa gemuk (jadi lebih mirip Garfield) dan tidak mengenal Shrek tentunya, lalu Fiona, yang adalah belahan jiwa Shrek, tidak lagi menjadi Putri dari kerajaan Far-Far Away. Fiona yang ada di dunia berbeda dimensi ini adalah pemimpin dari kelompok Resistance yang tidak setuju dengan pemerintahan Far-Far Away. Dan dia tidak mengenal Shrek.

Penasaran siapa Rumpelstintkin itu siapa dan bagaimana Shrek bisa ke dunia beda dimensi itu? Nah, mending tonton ajaa... :D

Menurut gue, film keempat ini lebih kurang gregetnya lagi di banding film ketiga. Tapi film ini nggak kalah lucu dibanding 3 film Shrek yang lain. Gue ketawa ngakak banget nonton ini! Sumpah kocak abis! Film ini bisa jadi film penghibur yang asik. Tapi kalo dari sudut cerita, dibanding ketiga film lainnya, gue ngerasa kurang gregetnya.

Tapi gue jauh lebih suka cerita pas mereka berada di dunia dengan dimensi lain. Dimana ada resistance yang memberontak. Penyegaran untuk Shrek lah :D

Gue nggak tau apakah nanti akan ada Shrek 5 atau nggak. Rumor yang beredar masih simpang siur soalnya. Ada yang bilang ini adalah film terakhir, tapi itu semua masih bisa berubah kan? :D

Yah well, begitulah review panjang gue tentang Tetralogi Shrek ini. Shrek emang film yang longlasting banget. Bahkan Shrek ini udah dikategorikan sebagai salah satu film klasik. Keren!!

Viva Forever, Shrek!!!!

Friday, April 16, 2010

New Moon


Oke. Gue akan mengaku.


Selama seminggu ini,
setiap harinya
gue

selalu

nonton
New Moon

There! I've said it!
Dan maksud gue setiap harinya, bener-bener setiap harinya. 7 hari seminggu, 7 kali pula gue nontonin tu dvd bajakan yang gambarnya udah cangcing abeeesss!!!

Dan setelah gue selesai nonton, pasti gue deg-degan dan ngelus dada dan bilang : "Tuhan Yang Maha Besar... Terima kasih telah menciptakan wajah setampan itu" sambil mandangin Edward yang lagi gue pause.

Pertama gue nonton film ini di bioskop dan premiere pulak, Thanks to Nury dan temannya Lidya, gue ngerasa ga dapet banget feelnya. Film ini gregetnya kurang banget menurut gue. Padahal gue udah menanti-nantikan banget film ini, secara directornya aja Chris Weitz yang bikin film Golden Compass yang gue sukaaa banget sama tu film. Dan gue yakin, adegan action dengan efek komputernya bakalan cangcing. Well, emang udah terbukti kok di film Golden Compass. Sayang aja tu film ga tau bakalan berlanjut apa nggak. Padahal gue nungguin banget sekuelnya. Cih!

Anyway, yes, saat itu gue amat sangat nggak puas dengan film ini. Entah apa karena gue nonton pas pulang kantor dengan kepala pusing dan mata kuyu gara-gara kerjaan ngebludak makanya gue ngerasa New Moon ini bener-bener nggak bikin gue jejingkrakan kayak Twilight dulu. *yes. Gue kerja di hari sabtu. Mantafs!*

Dan dibanding Twilight, gue lebih prefer Twilight kemana-mana.

Sangking betenya gue sama film ini waktu itu, gue males banget banget bangeeettt googling-googling lagi tentang Twilight saga *Damn! I'm freak!*

Beberapa waktu lalu yang memang udah beberapa bulan dari New Moon ini di puter di Indonesia, akhirnya gue beli dvdnya. Sebenernya karena gue bosen aja gitu nontonin Twilight terus-terusan. Gue butuh asupan wajah Edward yang lebih banyak lagi buat ngebangkitin mood gue. Dan akhirnya, gue pun beli dvd New Moon ini.

Dan ketika gue nonton film ini di rumah, sumpah, gue jatuh cinta banget sama film ini. Gue nggak tau, apa mungkin karena gue emang lagi rileks dan kepala gue nggak lagi kayak mau mleduk kayak waktu itu atau gimana, tapi gue sangat sangat sangat menikmati film ini.

Dan akhirnya gue mengakui, bahwa gue jaaauuuhhhhh menyukai film ini dibanding Twilight. Selain gambarnya yang jauh lebih bagus, actionnya yang juga oke, dan yang paling penting adalah, mata gue dimanjakan dengan hadirnya para tokoh-tokoh nan rupawan yang bikin jantung gue berdegup kencang *pipi merona*

Dan Edward terlihat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat tampaaaaaannnn di film ini! Jauh lebih tampan dibanding Twilight yang dia masih keliatan banget Robert Pattinsonnya *halah*
Jadi begitulah review gue tentang film ini yang amat sangat tidak obyektif. Sabodo teuing! Pokoke Team Edwaaaarrrrrdddd!!!!



Oiya. Dan gue menyadari bahwa di film ini, baju yang dipake Edward cuman beberapa doang. Kaos plus kemeja yang dia pake waktu pas awal-awal film yang di sekolah dan dia ngucapin dialog Romeo *kipas-kipas*, yang kedua pas ultah Bella dan dia pake baju yang diatas ini. Kemeja biru plus jas. Dan bayangannya yang muncul terus, bajunya tetep sama kayak ini.


Abis itu pas di volterra, dia pake kemeja item sampe akhirnya di buka dan kemudian diganti sama jubah warna merah. Terakhir, dia tetep pake jas, cuman dia nggak pake kemeja tapi pake kayak sweater yang fit di badan.


Buat pakaian? Gue jauuuhh lebih suka Edward yang di New Moon karena sebagian besar, dia selalu pake jas. Ya, gimana lagi? Gue selalu jatuh cinta sama cowok yang pake jas *ngelap iler*


Haduh... Bisa gilak ini gue lama-lama kalo tiap ending film New Moon yang pas Edward bilang "Marry me, Bella.." dan gue selalu tereak "I DOOOOOOO!!!!" Meh.
Astaga...
gue
semakin
mengerikan!
*geleng-geleng kepala*

Tuesday, March 2, 2010

I'm a moslem and i'm not a terrorist!


"...My name is Khan, and i'm not a terrorist!.."


Kalimat itu diucapkan seorang pria dengan aksen India yang kental. Kalimat yang cukup membuat saya terhenyak di beberapa menit di awal film. Kalimat tersebut juga sepertinya menjadi tagline utama dari film India yang baru saja saya saksikan tadi yang berjudul My Name Is Khan.

Sudah lama sejak film Long Road To Heaven, saya menonton film yang bertema tentang teroris dan islam melalui sudut pandang muslim yang benar-benar mengaduk-aduk emosi saya. Sudah banyak yang mereview film ini. Dan rata-rata, semua orang yang sudah menonton film ini mengatakan bagus dan harus ditonton!

Jujur saja, saya agak skeptis pada awalnya. Karena sudah tertanam di otak saya, bahwa film India selalu identik dengan tarian di bawah hujan sambil bernyanyi-nyanyi. Dan yah, kali ini saya mengakui bahwa saya salah kali ini. Benar-benar salah. Tak ada tarian di bawah hujan sambil bernyanyi-nyanyi di film ini. Film ini berbeda dengan film-film cheesy India lainnya.

Film ini bercerita tentang bagaimana kehidupan muslim yang hidup di negara Amerika. Bagaimana awalnya mereka diterima dengan baik di sana, dan bagaimana perubahan lingkungan yang mereka dapatkan setelah kejadian 9/11 dimana teroris yang menyerang gedung WTC adalah kaum muslim sehingga muslim yang berada di Amerika pun merasakan diskriminasi.

Adalah Rizvan Khan, tokoh utama yang menderita Sindrom Asperger dimana dia takut melihat warna kuning dan kebisingan. Sindrom yang di deritanya membuatnya berbeda dengan orang-orang lainnya. Beruntunglah dia memiliki seorang ibu yang luar biasa menyayanginya dan mengajarinya semua ilmu tentang kehidupan yang tak lepas dari ilmu agama.

"Ada dua yang membedakan orang. Insan yang baik yang berkelakuan baik, dan insan yang buruk yang berkelakuan buruk. Selain itu, tidak ada perbedaan yang berarti" itu adalah kata-kata yang diucapkan ibu Khan kepada anaknya. Dan kata-kata tersebut menjadi kekuatan seorang Khan dalam menghadapi perbedaan di dalam kehidupannya.

Sindrom yang diderita Khan, menurut saya malah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupannya. Khan memandang dunia dari sudut pandang anak kecil, menurut saya. Yang masih murni, masih polos, dan belum ternoda. Walaupun banyak yang sudah ia lalui sebagai orang yang "istimewa" yang tentunya tidaklah mudah. Tapi dia tetap memegang teguh apa yang menjadi pedoman hidupnya yang sudah diajarkan oleh ibundanya. Tanpa tegoyahkan sama sekali.

Film ini cukup menguras emosi dan juga memberikan pelajaran yang luar biasa banyak. Tentang bagaimana perjuangan kaum muslim yang mencoba bertahan di tengah diskriminasi orang-orang dan lingkungan sekitar yang menolak keberadaan mereka, tentang bagaimana seharusnya perbedaan tidak menjadi jurang pemisah yang terlalu dalam sehingga tidak bisa bekerja sama dan bersama, tentang bagaimana Islam sesungguhnya.
Film ini cukup berani mengangkat tema ini. Tema yang sampai sekarang, saya yakin masih terjadi walaupun tidak seekstrim dulu. Bukan hanya di negara Amerika, tapi saya yakin di negara lain pun memiliki konflik seperti ini. Ya. Kejadian 9/11 mempengaruhi seluruh dunia. Dan ya, film ini luar biasa. It's worth to watch.

Karena film ini, saya pun jadi ingin mengatakan kepada seluruh dunia dan seluruh orang yang masih berpikiran sempit dan menilai bahwa muslim itu tak lebih dari terroris :

"Yes! I'm a moslem and i'm not a terrorist!"


Over and out.

Sunday, October 18, 2009

Bukan Cinta Manusia Biasa..

Oh, no no no. Postingan kali ini bukan tentang percintaan gue yang menye-menye klemar-klemer menyedihkan. "Bukan Cinta Manusia Biasa" itu judul lagu Dewa terbaru yang dari pas pertama kali gue denger, udah nyayat-nyayat hati banget. Video klipnya pun nggak kalah nyayat dari lagunya.

Gue emang bukan Bala Dewa yang freak abis yang selalu dateng dimana pun mereka konser. Tapi ya, gue emang cukup menikmati lagu-lagu mereka. Apalagi pas dulu-dulu, lagu-lagu mereka itu luar biasa nyayat-nyayat hati. Roman Picisan, Pupus, Risalah Hati, Elang, itu cuman salah satu dari beberapa lagu yang bikin hati gue kesayat-sayat dengernya. Even ketika gue sedang merasa gembira pun, begitu denger lagu itu, pasti mood gue jadi down. Mengharu biru sambil sibuk ngelus-ngelus dada yang mendadak ngerasa "sakit".

Nah, setelah itu gue nggak tau kenapa, kayaknya kejayaan Dewa untuk bikin lagu yang nyelekit hati jadi redup. Misalnya kayak Laskar Cinta. Oh mai goat, gue bener-bener nggak tau maksutnya tu lagu apaan. Dan gue pun nggak mau susah-susah mikir buat nyerna liriknya karena pertama kali denger pun, ga bikin gue tertarik. Gue pun males ngeliat video klipnya. Even di video klip itu ada orang yang muter-muter terus-terusan dari awal sampe akhir lagu.

FYI, pas mereka live show pun ada orang yang muter-muter dari awal sampe akhir lagu. Dan gue amat sangat salut sama orang yang muter-muter itu. Dia ga kepengen muntah ya sangking pusingnya?

Cukup lama gue nggak begitu tertarik lagi sama lagu-lagu Dewa. Ga tau ya, gue ngerasa salah satu band legenda ini kayak redup aja gitu. Apa gara-gara personilnya yang sibuk sama project mereka masing-masing? Gue nggak tau. Pokoknya menurut gue, Dewa kehilangan "feel"nya yang selama ini gue agung-agungkan *caelaahh*

Gue mulai bosen ngulang-ngulang lagu mereka yang lama. Gue bener-bener pengen denger lagu baru dari mereka yang kelamnya sama kayak dulu. Sampai akhirnya, gue pun denger lagu ini beberapa hari lalu di Dahsyat. Aransemen lagunya terkesan kelam di kuping gue dan gue suka banget. Feelnya dapet banget. Plus suara Once yang melengking-lengking itu, bikin sayatannya semakin parah *nyiram alkohol ke hati*
Trus sesekali kayak ada bunyi petir-petir gitu. Ah tau deh. Kuping gue emang rada budeg-budeg gimana gitu. Jadi kalo salah, ya maafkanlah. Hahahaha...

Oh well, intinya ini lagu Dewa yang udah gue tunggu-tunggu selama ini untuk memuaskan dahaga gue akan musik yang bernuansa kelam, sakit dan perih dari grup Dewa yang selalu sukses bikin hati ini terbelah-belah kalo denger lagu-lagunya dulu *bleehh... ngomong ape lu??*
Dewa roocckksss!!!



Wednesday, December 3, 2008

It's Twilight time!!!


Okeh, dengan sangat bangga, gw mengumumkan bahwa gw udah nonton Twilight! Omaigaatt!! Gw cinta sangat sama film itu! sangaaat sangaatt sangaaaatttt!!!



Gw udah baca tu nopel. Dan ekspektasi gw sangatlah kuat di film ini. Hmmm... agak2 ngebetein sih pas awal2. Perasaan bete yang sama yang gw rasain sama yang di novel pas awal2. kayaknya itu tuh cuma wasting time banget. cuma mau manjang2 tu film biar waktunya ga terlalu sebentar. sempet bete dan ngantuk juga sih pas awal2.

Tapi pas bella udah diajak ke rumahnya edward, itu mulai seru. dan film semakin seru waktu mereka maen baseball, which is salah satu scene favorit gw, slain yang pas bella diajak edward naik ke atas pohon dan ngeliat view yang luaaarrr biasaaaa indahnyaa! sumpaahh!! Keren bangeett! I wish i was there and bring my pocket camera then capture all the beautiful scene! Kereenn bangeett!!

Gw juga ga bgitu kecewa sama akting para pemainnya. Bella... hmm... bagus. Well, seenggaknya dy sempet bikin gw meringis kesakitan waktu deket2 ending itu. Gw juga pernah liat dy maen di The Messenger sih yang emang cukup mengerikan tu film.

Edward? Robert Pattison yang pernah maen di Harry Potter as Cedric Diggory ini, ga gw sangka, oke juga loh. Pertamanya sih gw emang agak bingung ngeliat ni orang. Kok mukannya kayaknya lebay banget trus kayak mo ngeden2 gitu. Melototnya kayak pengen makan si bella. Dan lama2 gw baru sadar, "hey! dy emang vampir yang ada jiwa pengen mangsa si bella. But deep down, dy jatuh cinta sama bella" dan gw rasa, dy berhasil bikin sosok Edward yang ada di pikiran gw, terealisasikan. Cuma ya itu. rambut jambulnya. Coba aja rambutnya jambulnya agak acak2an, pasti lebih keren lagi.

Trus gw juga suka liat vampir lainnya. Emmett, Rosalie (yang gw sebelin banget), jasper (yang mukanya kocak parah kayak orang ngeden), sama Alice (ini yang paling gw suka. Dy cantik dan suaranya imut banget) Esme? wahahaha... gw langsung inget Grey's Anatomy. Soalnya dy yang jadi Ava nya Alex. Carlisle? drop dead gorgeous! CAKEP GILAAKKK!!!!











*two of my favourit scenes. The view was amazing*

Tentu aja lah pas adegan kejar2an itu, adrenalin gw semakin memuncak. sayangnya, deretan sebelah gw berisiknya amit2 cabang bayi! DAMN! Mau gw lempar pake spatu semuanya! Berisik bangeett!! Belom lagi, suara genjrang genjreng di luar. Di kafe yang ada band ga penting itu! HEY! KLO LO MO BIKIN KAFE YANG ADA BAND-NYA, JANGAN DI DEKET BIOSKOP DODOL!!! KAMPREETT!!!!

*God, i love his eyes! Ada warna emasnya! Well, tampan pulak ;p*


AAGGH!!! Tapi even kekacauan yang agak merusak konsentrasi gw dalam nonton Twilight tadi, overall, keren bangeett!! Keren baaaannggeett!! Two thumbs up! Ekspektasi gw akan novel Twilight yang dijadiin film, jauh melebihi perkiraan gw *mungkin karena didukung sama view yang luar biasa dan cast2 yang juga luar biasa*

oh well, sekian ocehan review film Twilight dari gw. Dan gw dengan setia, akan menunggu film keduanya, film ketiganya, dan film keempatnya. BRAVO!!!

*Keluarga Vampir yang dengan berat hati gw bilang, damn! they're gorgeous!*


*love this pict*



*Like i said, the scene was beautiful!*







*The Cullens at cafetaria. Ha, kasian amat edward sendirian. Yuk sama aku sini ;p*