Dan akhirnya, kemarin jadi hari terakhir gue kerja. Banyak kejadian yang bikin gue jadi campur aduk. Agak-agak jiper karena audit dateng (dan ternyata cuman nanya-nanya ini itu doang), seneng karena gue akhirnya nerima uang gaji pertama gue disana (dan sekaligus yang terakhir?) dan gue pun luar biasa sedih karena meninggalkan teman-teman yang luaaarrr biasa baik dan asik.
Dibalik semua kerjaan yang menggunung dan workload yang menggila, gue tetap luar biasa bersyukur bekerja disana. Pengalaman yang gue dapetin, gue rasa jauuhh lebih banyak dibanding temen gue yang magang di kantor lain. Di samping gue dapetin ilmu tentang administrasi dan memanage orang, ilmu hidup yang gue dapetin jauuuuhhh lebih banyak.
Bagaimana bekerja sama dengan orang yang nggak semuanya sifatnya sama, gimana rasanya stres karena kerjaan (believe me, gue tau banget gimana rasanya. Even baru 4 bulan), bagaimana ngejalin komunikasi baik dengan atasan atau pun bawahan. It's so damn hard! Siapa sangka gue yang cuman anak magang, ternyata harus memanage orang-orang yang bisa dibilang bawahan gue? Ilmu yang gue dapetin di perusahaan ini, sungguh, nggak bisa diukur dengan uang. Luar biasa banyak dan luar biasa bermanfaat.
Berat rasanya harus melepaskan kesempatan ini. Orang bodoh mana selain gue yang melepaskan kesempatan kerja di perusahaan multinasional kayak gue? Tapi disisi lain, mental gue pun ternyata nggak cukup kuat untuk menghandle kerjaan ini sekaligus skripsi gue yang baru mau masuk ke bagian yang rumitnya. Gue pun nggak bisa naif dan berpikir akan ada kesempatan kerja lagi disana buat gue kalau nanti gue udah lulus.
Gue nggak tau ke depannya akan gimana. Takut ga dapet kesempatan ini lagi? Ya. Jelas ada. Tapi pada akhirnya, gue sudah memutuskan hal ini. Konsekuensi apapun, harus gue terima. Yang harus gue lakukan saat ini adalah berjuang untuk skripsi gue. Dan ketika itu sudah lewat, gue harus berjuang untuk pekerjaan.
Salah satu mimpi gue, yaitu bekerja di perusahaan ini sudah tercapai. Saatnya untuk gue mengejar mimpi-mimpi gue yang lain. Bismillah...
Dan seperti quote presdir perusahaan gue : `Look up, the future is bright!!!"
PS : Selain gue, anak magang mana lagi yang bikin masalah sampe ke national office? Jangan-jangan ntar gue di black list dan ga boleh masuk ke perusahaan lagi itu gara-gara kesalahan gue??? Huahahahaha.... -ketawa pasrah-
Thursday, February 25, 2010
Tuesday, February 23, 2010
Kangen berenang :((
Gue dulu sukaaa banget berenang. Waktu SMP, setiap hari sabtu pagi jam 6, gue pasti udah nyebur ke kolam renang. Karena gue udah sering berenang disitu dan pada jam 6 penjaganya belom dateng, jadi gue selalu bayar tiket masuk setelah gue berenang. Dan karena gue setiap renang jam 6 pagi, jadi kolam renang pun masih belum banyak orang. Paling hanya 1 - 2 orang. Dan itu pun termasuk gue *Ajib lah*
Gue nggak pernah suka berenang di tempat yang rame. Sesuka-sukanya gue berenang, ketika gue menemukan kolam renang itu penuh dengan orang, gue langsung ga nafsu renang.
Gue suka main air. Gue bisa menghabiskan waktu berjam-jam di dalam air. Nggak peduli kulit tangan atau pun kaki jadi keriput sekeriput keriputnya.
Tapi yang paling gue suka ketika berenang adalah, ketika gue menyelam ke dasar kolam. Gue merasakan kesunyian yang sangat luar biasa. Gue selalu berenang ke kolam yang 2 meter. Dan gue pun menyelam sampai dasarnya. Sampai menyentuh ubin kolam. Ketika gue menuju ke kedalaman itu, gue selalu memperlambat gerakan renang gue. Hanya untuk menikmati kesunyian yang luar biasa yang gue dapetin ketika gue renang.
Ketika oksigen gue habis, gue buru-buru ke atas untuk ngambil oksigen. Dan nggak beberapa lama, gue pun kembali menyelam. Untuk kembali mendapatkan kesunyian yang gue inginkan.
Ah, gue kangen berenang banget :((
Gue nggak pernah suka berenang di tempat yang rame. Sesuka-sukanya gue berenang, ketika gue menemukan kolam renang itu penuh dengan orang, gue langsung ga nafsu renang.
Gue suka main air. Gue bisa menghabiskan waktu berjam-jam di dalam air. Nggak peduli kulit tangan atau pun kaki jadi keriput sekeriput keriputnya.
Tapi yang paling gue suka ketika berenang adalah, ketika gue menyelam ke dasar kolam. Gue merasakan kesunyian yang sangat luar biasa. Gue selalu berenang ke kolam yang 2 meter. Dan gue pun menyelam sampai dasarnya. Sampai menyentuh ubin kolam. Ketika gue menuju ke kedalaman itu, gue selalu memperlambat gerakan renang gue. Hanya untuk menikmati kesunyian yang luar biasa yang gue dapetin ketika gue renang.
Ketika oksigen gue habis, gue buru-buru ke atas untuk ngambil oksigen. Dan nggak beberapa lama, gue pun kembali menyelam. Untuk kembali mendapatkan kesunyian yang gue inginkan.
Ah, gue kangen berenang banget :((
Monday, February 15, 2010
"Kemana orang-orang? Yang saya temukan hanya beberapa saja disini" sahut saya sambil garuk-garuk kepala. Saya kemudian menatap diri saya yang satu lagi dengan tatapan heran
"Rasanya baru sebentar saya meninggalkan rumah ini. Kok sekarang semuanya jadi jauh berbeda ya?" sahut saya lagi. Diri saya satu lagi tidak menjawab. Dia hanya memejamkan matanya dan tersenyum. Kemudian, dia menatap saya.
"Mereka menjalani hidup mereka. Bukankah kamu juga seharusnya begitu?"
Saya termenung mendengar kata-kata diri saya yang satu lagi. Mendadak, saya jatuh terduduk. Menatap kosong ke arah depan. Sedih rasanya. Saya merasa kehilangan. Rasanya, ingin kembali ke masa-masa dahulu. Ketika kami semua berkumpul dan bersenang-senang.
Tak lama, diri saya yang satu lagi menghampiri saya dan duduk berdampingan dengan saya.
"Mereka sudah memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana dengan kamu? Haruskah kamu terdiam disini dan terus-terusan berharap bahwa waktu akan berputar kembali? Kejar mimpimu. Ikutilah arus kehidupan yang membawamu. Jangan sampai kau terhenti sementara yang lain tetap berlari untuk mengejar mimpi mereka." sahut diri saya yang satu lagi sambil menepuk pundak saya. Kemudian, dia mengakhirinya dengan satu kalimat tanya :
"Apa mimpimu?"
Saya termenung. Kemudian saya menatapnya dengan raut wajah yang bingung.
"Saya... belum tahu..." jawab saya pelan. Kemudian saya kembali menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
"Rasanya baru sebentar saya meninggalkan rumah ini. Kok sekarang semuanya jadi jauh berbeda ya?" sahut saya lagi. Diri saya satu lagi tidak menjawab. Dia hanya memejamkan matanya dan tersenyum. Kemudian, dia menatap saya.
"Mereka menjalani hidup mereka. Bukankah kamu juga seharusnya begitu?"
Saya termenung mendengar kata-kata diri saya yang satu lagi. Mendadak, saya jatuh terduduk. Menatap kosong ke arah depan. Sedih rasanya. Saya merasa kehilangan. Rasanya, ingin kembali ke masa-masa dahulu. Ketika kami semua berkumpul dan bersenang-senang.
Tak lama, diri saya yang satu lagi menghampiri saya dan duduk berdampingan dengan saya.
"Mereka sudah memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana dengan kamu? Haruskah kamu terdiam disini dan terus-terusan berharap bahwa waktu akan berputar kembali? Kejar mimpimu. Ikutilah arus kehidupan yang membawamu. Jangan sampai kau terhenti sementara yang lain tetap berlari untuk mengejar mimpi mereka." sahut diri saya yang satu lagi sambil menepuk pundak saya. Kemudian, dia mengakhirinya dengan satu kalimat tanya :
"Apa mimpimu?"
Saya termenung. Kemudian saya menatapnya dengan raut wajah yang bingung.
"Saya... belum tahu..." jawab saya pelan. Kemudian saya kembali menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
Subscribe to:
Posts (Atom)