Suara debur ombak menggema dengan lantang dan hempasan air menyapu dengan liar. Awan tebal menggelayut, membuat sore itu lebih kelabu dibanding biasanya. Dia tetap berdiri disana, tanpa bergeming sedikitpun. Menatap jauh ke depan. Mungkin menatap kenangannya yang datang bertubi-tubi.
Dia akhirnya berjongkok. Menunduk dan memandang selembar daun jeruk di telapak tangannya. Dia menciumnya dan kemudian menghanyutkan selembar daun jeruk itu. Daun yang menjadi favorit istrinya. Berharap nantinya daun jeruk itu akan sampai ke tubuh istrinya yang hanyut entah dimana. Berharap daun tersebut menyampaikan rindunya tak terhingga yang diantarkannya kepada istrinya.
No comments:
Post a Comment