Showing posts with label ngelindur. Show all posts
Showing posts with label ngelindur. Show all posts

Saturday, June 26, 2010

berubah?

Kami tak tahu apa yang salah

Mungkin aku yang berubah

Mungkin dia yang berubah

Mungkin kami memang berubah

Atau mungkin... kami tidak pernah berubah

Hanya saja, kami yang salah mengerti


Tapi apapun alasannya,

kami memang tak pernah lagi sama



*nenggak cap kaki tiga sambil ngeliatin tumpukan novel yang belom dibaca*

Mari terjang buku-buku ituu!!!

Sunday, June 20, 2010

Rindu

Rindu adalah ketika semua hal yang kamu temui, mengingatkanmu pada dirinya

Rindu adalah dia yang selalu berputar-putar di kepalamu, tak peduli seberapa keras kamu mencoba menghilangkannya

Rindu adalah ketika kamu menafkahi seluruh sel tubuhmu dengan ingatan tentang dirinya

Rindu adalah ketika dia mengacak-ngacak rambutmu ketika kamu panik, kemudian tersenyum dan berkata 'everything's will be fine'

Rindu adalah ketika kamu bangun tidur dan mendapati sms darinya yang mengucapkan selamat pagi

Rindu adalah ketika kamu mencoba untuk mematikan seluruh syaraf indra perasamu, tapi dia masih tetap terasa

Rindu adalah ketika kamu mencoba menulikan telingamu, tapi suaranya masih terdengar jelas

Rindu adalah ketika kamu menutup mata, tapi wajahnya masih tetap terlihat


Rindu adalah... Ah, haruskah dijelaskan lebih lanjut? Aku hanya sedang rindu. Titik.

Saturday, June 12, 2010

I Gotta Feeling...

I gotta feeling that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good good night wooh hoo (x4)

Tonight’s the night night
Let’s live it up
I got my money
Let’s spend it up
go out and smash it
let go o' my guard
Jump off that sofa
Let’s get get up

I know that we’ll have a ball
if we get down
and go out
and just lose it all

I feel stressed out
I wanna let it go
Lets go way out spaced out
and losing all control

Fill up my cup
Mazeltov
Look at her dancing
just take it off
Lets paint the town
We’ll shut it down
Let’s burn the roof
and then we’ll do it again

Let's Do it and do it and do it 1
and do it and do it 2
and do it and do it and live it 3
up and do it, do it 4
do it, do it, and do it 5
and do it and do it and do it 6
and do it and do it and 7

I gotta feeling that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good night
that tonight’s gonna be a good good night (x2)

Tonight’s the night
let’s live it up
I got my money
Lets spend it up

Go out and smash it (smash it)
Like Oh My God (like oh my god)
Jump off that sofa (cmon)
Lets kick it up

Fill up my cup (Drink)
Mazel tov!(le haim)
Look at her dancing (Move it Move it)
Just take it off

Lets paint the town (paint the town)
We’ll shut it down (shut it down)
Lets burn the roof
and then we’ll do it again

count to 7 and start singing again

Here we come
here we go
we gotta rock rock
rock rock rock

Easy come
easy go
now we on top
top top top top

Feel the shot
body rock
Rock it don’t stop stop
stop stop

Round and round
up and down
around the clock clock clock clock

Monday, Tuesday, Wednesday and Thursday
Friday, Saturday, Saturday to Sunday

we keep keep keep keep going up
we know what we say say
party everyday
p-p-p-party everyday

gotta feeling (ooooooo ooooooo)
that tonights gonna be a good night
that tonights gonna be a good night
that tonights gonna be a good good night
(oooooooooooo ooooooooooo)



Thank you, my personal McDreamy... Thank you... thank you.. thank yooouuuuuuu for saving my ass!!! *cups cups cuuuppss*

Friday, June 4, 2010

Kenapa kamu menjauh? (2)

Kamu merasa kalau kamu menolak, itu adalah hal yang paling membuatmu sakit hati?

Kamu merasa hidupmu hancur berkeping-keping ketika kamu menolak seseorang karena dengan demikian kamu menghancurkan hati seseorang?

Sini saya beritahu satu hal

Itu bukan hal terburuk

Menurut saya saat ini, hal terburuk adalah ketika kamu berhadapan dengan orang yang kamu cintai dengan sepenuh hati, dan kemudian kamu ditolak.

Dan setelah ditolak, hubungan kalian bukannya kembali seperti semula, tapi kalian malah semakin menjauh.

Dan kemudian, kamu merindukan masa-masa dahulu.

Jauh sebelum dia mengetahui perasaanmu. Jauh sebelum kamu menyadari perasaanmu sendiri.

Masa-masa itu jauh lebih indah dibanding saat ini. Karena kamu bisa tertawa bersamanya tanpa merasa tegang sama sekali. Karena kamu tidak merasa salah tingkah ketika duduk di sampingnya ketika kalian saling bercanda.

Ya. Kamu bisa menerima kenyataan bahwa kamu ditolak. Ya, itu memang menimbulkan luka. Tapi luka itu kemudian sembuh.

Dan kemudian kamu ingin kembali berdekatan dengannya. Karena kamu rindu dia sebagai orang terdekatmu. Sebagai sahabat yang mendengarkan segalanya dan mampu memberikan masukan-masukan yang berguna.

Dan dengan nama persahabatan, kamu kembali mendekatinya. Dan dengan nama persahabatan pula, kamu dan dia kembali dekat. Untuk menjadi sahabat.

Kemudian kamu kembali bahagia. Karena kamu telah menemukan kembali sahabatmu. Dan kamu pun merasa nyaman. Tapi kamu juga tidak membiarkan perasaan nyaman ini lepas kendali sehingga cerita yang lalu terulang kembali.

Tapi sayangnya, seberapa keras kamu berusaha agar kejadian itu tidak kembali terulang, Tuhan sudah menetapkannya dari dulu. Dan ketetapan Tuhan, tidak ada yang bisa mengganggu gugat.

Rasa itu kembali muncul dalam dirimu. Kamu pun berusaha untuk mengacuhkannya. Karena kamu tahu, sahabatmu sudah kembali seperti dulu. Dan kamu tidak ingin menghancurkan persahabatan itu. Lagi.

Semakin keras kamu berusaha untuk menolak rasa itu, entah kenapa rasa itu datang semakin kuat. Semakin kamu mencoba untuk menghilangkan dia dari benakmu, entah kenapa bayangannya malah semakin melekat jelas di pikiranmu.

Sampai akhirnya kamu menyerah dan mengakui bahwa rasa itu, lagi-lagi datang. Rasa itu, lagi-lagi menguasaimu. Rasa itu, lagi-lagi memenjarakanmu.

Kamu bersikukuh untuk diam dan tidak melakukan kesalahan seperti yang dulu. Mulutmu terkunci rapat. Dan kamu pun tak sanggup menatap dia seperti dulu. Karena kamu takut, dia bisa melihat cinta di matamu. Lagi.

Sayangnya, kamu tak cukup kuat untuk menyimpannya lama-lama. Kemudian, tanpa mempedulikan logika dan membiarkan rasa yang mengambil alih, kamu mengakui padanya bahwa rasa itu lagi-lagi datang. Dan kamu tak berdaya.

Kamu masih ingat bagaimana pedihnya dulu ketika dia dengan mata nanarnya menolakmu. Bayangan itu sekelibat muncul kembali di pikiranmu. Tapi ada setitik harapan dari dalam hatimu bahwa kali ini, dia akan berubah. Kali ini, dia merasakan rasa yang sama.

Dan ketika kamu dengan degup jantungmu yang berdetak kencang menunggu jawaban dari dirinya, dia hanya terdiam. Rasa kaget terlihat di wajahnya. Tapi kemudian, kamu melihat rasa kaget itu berubah menjadi rasa bersalah yang amat kuat. Tapi kemudian kamu menampiknya. Berusaha mengatakan pada dirimu sendiri, bahwa itu hanyalah perasaanmu. Dan kamu masih berharap, kali ini dia akan merasakan hal yang sama denganmu. Sehingga kamu tak lagi harus jatuh untuk yang kedua kalinya. Dengan orang yang sama.

Tanpa menjawab apapun, dia kemudian pergi. Tapi kamu tidak mengejarnya. Kamu terdiam. Kamu sudah tahu apa jawabannya. Tapi kamu tetap bergeming disitu. Berharap dia akan berbalik dan memelukmu erat. Tapi sampai dia menghilang dari pandanganmu, dia tetap tak juga berbalik.

Dan kemudian kamu menyesali apa yang sudah kamu lakukan. Karena setelah hari itu, dia tidak menghubungimu sama sekali. Kamu pun tak menghubunginya. Karena kamu dengan egomu, menginginkan dia yang menghubungimu. Tapi tidak. Dia tidak juga menghubungimu.

Kemudian kamu mencoba untuk menghubunginya. Tapi dia tak dapat dihubungi. Dan kemudian kamu terpekur diam. Menyesali semuanya. Kamu kehilangan cinta dan juga sahabatmu. Untuk yang kedua kalinya.

"Kenapa kamu menjauh? Apakah saya salah menyatakan rasa ini? Rasa yang sama sekali bukan jenis rasa yang saya inginkan kepada kamu? Jika saya bisa memilih, saya akan memilih tidak memiliki rasa ini kepada kamu jika pada akhirnya hanya membuat saya kehilangan kamu sebagai sahabat saya" begitu gumammu dalam gelap.

Dan kamu terus terdiam...

dan terdiam..

* * *


Ya. Selalu ada dua sisi dalam setiap permasalahan.

Wednesday, June 2, 2010

Please go... (1)

Kamu merasa kalau kamu ditolak, itu adalah hal yang paling membuat sakit hati?

Kamu merasa hidupmu hancur berkeping-keping ketika kamu ditolak?

Sini saya beritahu satu hal

Itu bukan hal terburuk

Menurut saya saat ini, hal terburuk adalah ketika kamu berhadapan dengan situasi dimana kamu mau tak mau, berada di posisi sebagai orang yang menolak

Karena ini menyangkut perasaan orang lain

Yang dengan sangat sangat menyesal, tak bisa kita balas

Rasa bersalah itu datang menerjang dengan hebatnya

Rasa bersalah yang sangat kuat, sampai kadang terus membayangi kita sampai bertahun-tahun kemudian

Dan ketika kita perlahan sudah mulai bisa menghilangkan rasa bersalah itu,

tiba-tiba dia kembali datang dengan nama persahabatan

Dan kita pun memulai dari awal

Tapi kamu sedikit menjaga jarak

Karena tidak ingin hal yang lalu kembali terulang

Karena kamu tak sanggup harus melihat rasa pedih di matanya walau selebar apapun senyumannya

Karena kamu tak sanggup melihat dia harus jatuh lagi

Namun sekeras apapun kamu mencoba untuk menjauh, tetap tak bisa merubah apa-apa

Garis Tuhan sejak awal sudah menentukan bahwa ini semua akan terulang kembali

Dan kita tidak bisa apa-apa selain menerima


Ya, dia kembali menawarkan rasa itu

Dan kemudian, rasa bersalah itu datang kembali. Dua kali lipat lebih hebat dari yang pertama. Karena kita tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi kali ini, kamu menimbang terlebih dahulu. Kamu memikirkan semuanya dengan baik-baik.

Karena kamu tak mampu melihat dia seperti waktu itu

Yang terlihat rapuh dan terluka hanya karena kamu

Kemudian kamu bertanya pada dirimu sendiri "Apa bagusnya saya sampai dia harus kembali lagi? Sungguh. Saya ini hanya seorang saya! Yang tak punya kelebihan apa-apa. Tak bisakah dia mencari pengganti yang lain? Tak bisakah dia melupakan saya?"

Kemudian kamu kembali bertanya : "Kenapa saya menolaknya?" dan kemudian kamu terdiam. Memikirkan semua jawaban dari pertanyaanmu sendiri.

Jauh di dalam sana, hati kecil kamu pasti berkata : "Saya akan dicintai orang ini sepenuh hati. Karena setelah penolakan selama ini, dia masih tetap kembali"

Tapi kemudian, hati kamu yang lain berkata : "Saya tidak bisa memaksakan rasa ini. Saya tidak bisa membohonginya dan berpura-pura memiliki rasa yang sama. Dia terlalu baik untuk kebohongan seperti itu"

Dan kemudian, dengan tarikan nafas panjang, untuk yang kedua kalinya, kamu menolaknya. Dengan kata sehalus mungkin, dengan cara penyampaian sebaik mungkin.

Tapi mau bagaimanapun halusnya kata-kata dan baiknya cara penyampaiannya, rasa sakit itu pasti akan tumbuh di dirinya. Pasti. Dan kamu juga mengetahui itu. Dan rasa sakit itu pun kembali menjalari hatimu. Dan kamu akan kembali merasa bersalah. Sangat bersalah karena telah menghancurkan hati yang baik itu. Lagi.

Kemudian dia menghubungimu. Tapi kamu pura-pura acuh. Kamu berusaha untuk tidak mempedulikannya. Karena kamu pikir yang terbaik untuknya adalah jika kamu pergi dari hidupnya.
Betapapun kamu merindukannya sebagai sahabatmu, betapapun kamu merasa bahwa ini semua salah. Tapi kamu tidak sanggup lagi membuatnya merasa terluka. Dan karena itu, kamu pun menghilang dari hidupnya. Berharap luka itu akan sedikit menghilang dari dirinya.

Percayalah, rasa menolak tidak jauh lebih ringan dibanding ditolak. Karena kamu, harus menghancurkan hati yang baik itu.


"Kalau saat ini saya meminta kamu untuk pergi menjauh dari saya agar saya tak menyakiti hatimu lagi untuk yang kedua kalinya, maukah kamu pergi?" Bisikmu pelan.

Thursday, April 15, 2010



"Lindungilah dia... jagalah dia... awasi dia melalui mata-Mu.."
-Bruce Almighty-



dan kemudian, saya pun terlelap...

Monday, April 12, 2010

postingan ga penting

Oke, akhir-akhir ini selaluuu aja selalu nemuin hal-hal yang berhubungan sama pernikahan.

Artis banyak yang nikah,
Tetangga beberapa ada yang nikah,
Temen ada yang nikah,
Dengerin curhatan seseorang yang udah ngebet nikah, *lirik oknum sambil cengar-cengir*
Sodara ada yang baru melahirkan.. *eh, beda konteks deng*

Dan sempet terlintas di pikiran gue, seandainya waktu itu gue jawab "Iya"

Mungkin saat ini nyokap gue kesepian ga ada gue, dan gue udah jadi TKW disono kali ye... Muahahahahahahaha... *ngakak*

Duh Gusti Allah Yang Maha Tahu...
cuman ngebayangin doang kok. Beneran deh ;p

Friday, March 5, 2010

Karena yang absolut benar itu hanya Tuhan. Masih mau mempertanyakan kebenaran Tuhan???

Monday, March 1, 2010

Makhluk Nocturnal


Aneh ni gw. Asli.

Baru beberapa hari gw nggak kerja, gw kembali lagi jadi makhluk nocturnal. Padahal kmaren-kmaren pas gw kerja, gw bisa tidur jam 10 malem. Paling malem jam 12 deh gw molor.

Sekarang?

Mata gw kembali melek sampe jam 4 pagi.

Blaahhh...

Balik lagi jadi kalong.



Hei dunia malam,

saya kembali lagiiiii...

Monday, February 15, 2010

"Kemana orang-orang? Yang saya temukan hanya beberapa saja disini" sahut saya sambil garuk-garuk kepala. Saya kemudian menatap diri saya yang satu lagi dengan tatapan heran

"Rasanya baru sebentar saya meninggalkan rumah ini. Kok sekarang semuanya jadi jauh berbeda ya?" sahut saya lagi. Diri saya satu lagi tidak menjawab. Dia hanya memejamkan matanya dan tersenyum. Kemudian, dia menatap saya.

"Mereka menjalani hidup mereka. Bukankah kamu juga seharusnya begitu?"

Saya termenung mendengar kata-kata diri saya yang satu lagi. Mendadak, saya jatuh terduduk. Menatap kosong ke arah depan. Sedih rasanya. Saya merasa kehilangan. Rasanya, ingin kembali ke masa-masa dahulu. Ketika kami semua berkumpul dan bersenang-senang.

Tak lama, diri saya yang satu lagi menghampiri saya dan duduk berdampingan dengan saya.

"Mereka sudah memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana dengan kamu? Haruskah kamu terdiam disini dan terus-terusan berharap bahwa waktu akan berputar kembali? Kejar mimpimu. Ikutilah arus kehidupan yang membawamu. Jangan sampai kau terhenti sementara yang lain tetap berlari untuk mengejar mimpi mereka." sahut diri saya yang satu lagi sambil menepuk pundak saya. Kemudian, dia mengakhirinya dengan satu kalimat tanya :

"Apa mimpimu?"

Saya termenung. Kemudian saya menatapnya dengan raut wajah yang bingung.

"Saya... belum tahu..." jawab saya pelan. Kemudian saya kembali menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.

Saturday, December 5, 2009

terlalu banyak yang ingin dituangin ke kata-kata...

terlalu banyak cerita...

terlalu banyak kejadian...

terlalu...


ah...


terlalu! Gue sampe bingung mau nulis yang mana duluan!!


Errrr....

Monday, October 19, 2009

Nikah? You think?

Okeh, di tengah malam sekitar jam stengah 1-an ini, kepala gue yang migren dan mata gue yang ngantuk ini, ga tau kenapa tetep ga bisa bikin gue terlelap. Aneh. Sumpah. Dan akhirnya, gue pun dengan iseng-iseng download lagu, trus nelusurin note-note fren FB gue. Salah satu note FB yang bikin gue tertarik itu note nya Bang Arham Kendari yang judulnya "Nyok Kita Nikah..." Dan gue pun tertarik buat baca *blushing*

Ini beberapa paragraf yang ada dalam note tersebut...

"Pernikahan itu bisa juga dibilang tahap bonus dalam hidup, tahap di mana segala sesuatunya yang dulu dianggap zinah, berganti status jadi ibadah.
Subhanallah, indahnya..

Makanya itu, kalo emang yakin udah bisa nikah. Ya, menikahlah.. jangan ditunda-tunda..
Kalo susah nyari sendiri, kan ada banyak pilihan bantuan. Bisa phone a friend, bisa juga ask by audience.
Bisa juga mother choice, alias pilihan ibu, alias dijodohin.. *kayak gw* heuehu..


Pokoknya jangan tunggu sampe usia kadaluarsa, lagipula duit pelamaran gak akan nunggu siapa-siapa. Ia terus merangsek mengikuti kurs dolar.

Percayalah..
Ada hal-hal yang gak bisa dirangkai dengan kata-kata, dan gak bisa diukur oleh sekadar materi dalam hubungan rumah tangga.
Mencari nafkah buat istri itu emang susah, melayani suami bagi istri juga jauh lebih susah.
Tapi niscaya akan tertutupi oleh kebersamaan dan perhatian-perhatian kecil dengan dampak-dampak yang besar.

Buktikan lah sendiri.. dan elo akan bernyanyi..
I'm single and very happy.. but, i'm married, and more happy.."



Oh well, seperti yang diketahui, gue senyum-senyum najong baca tulisan itu. Ihihihihi... cewek mana sih yang nggak mau nikah? Bahkan untuk ukuran orang yang jarang mempergunakan otaknya dengan baik untuk berfikir, gue pun mau nikah *blushing blushing blushing*

Pernikahan itu menurut bukan cuman ikatan cinta antara dua anak manusia. Pernikahan itu memang kebahagiaan. Tapi itu juga ujian. Ujian dimana kita dan pasangan bisa saling berkomitmen satu sama lain agar tetap bersama dalam meraih cinta Sang Ilahi. Dan karena itu pun, selama ini gue selalu berpikir bahwa pernikahan bukan hanya dilandasi cinta. Menurut penerawangan gue *mama loren kali ah* cinta itu bisa hilang tak berbekas. Dan ketika cinta yang selama ini diagung-agungkan itu hilang, yang tersisa hanya komitmen. Seberapa besar komitmen kita untuk tetap bersama orang yang tidak kita cintai?

Jadi dalam pernikahan, gue selalu menakarkan bahwa cinta hanya memiliki kadar 30% dan sisanya, itu adalah komitmen. Ya. 70% komitmen. Tapi, bertahan dalam satu komitmen yang telah diambil, nggak semudah kayak ngebolak-balikin tangan. Kenyataan yang gue temui di sekitar gue menghanyutkan semua angan-angan suci gue tentang pernikahan ala fairy tale. Setelah mereka menikah, mereka akan hidup bahagia selamanya sampai akhir hayat. The end.

And that's my friend, is not true. Gue udah melihat dan mengetahui berbagai macam aral rintangan yang menghadang untuk menguji komitmen pernikahan melalui pernikahan orang-orang di sekitar gue. Kisah tetangga, kisah saudara, kisah temen gue yang udah menikah, dan banyak kisah lainnya. Sayangnya, kenyataan pahit itu gue temukan di kehidupan nyata dan bukan di sinetron menye-menye di tipi lokal. Kenyataan pun menghancur leburkan impian gue akan pernikahan seperti Barbie dan Ken *btw, Barbie sama Ken nikah gak sih? Ah well, whatever*

Dan dampaknya, mmmm... gue takut banget. Gue takut nantinya pernikahan itu tidak berjalan lancar. Terlalu banyak kenyataan yang udah dijabarkan ke gue sejak gue kecil. Gimana ya? Pengen nikah, tapi gue takut pernikahan gagal. Ya gitu deh.

Gue ngebaca note nya Bang Arham diatas, hati gue merasa hangat. Subhanallah... betapa luar biasa indahnya sebuah mahligai pernikahan...

Tapi begitu gue inget semua cerita-cerita yang selama ini gue dengar atau pun gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, pernikahan tidak seindah itu. Ya, pernikahan memang indah. Tapi ketika ujian yang bertubi-tubi itu datang, bahkan untuk gue yang kapasitasnya hanya mendengarkan atau melihat, hati gue perih luar biasa. Dan gue pun takut....

Gue nelusurin komen-komen dari note nya bang Arham itu. Ada satu respon yang bikin mata gue terpaku.

"ohohoho... Mari kita liat apakah ucapan ini akan sama setelah 10 tahun menikah, 20 tahun menikah, 30 tahun menikah! :) Kalo baru 1-2 tahun mah, emang masih anget-anget kuku. Masih cihuy huhuy!

Sepanjang pengalaman idup ane, "gelombang tsunami" bakal mulai colak-colek kehidupan perkawinan memasuki tahun ke-5. Survai percaya gak percaya ini boleh dipercaya kok.. Been there, done that! Kalau komitmen kita lebih kuat daripada cinta, maka perkawinan akan selamat. Tapi, kalo sebaliknya, apalagi pake itung2an egoistis, ya lumat! Makanya, soal dua hal ini (cinta dan komit), serahin aja sama empunya: Allah, SWT. Toh pernikahan adalah separuh dien. Jadi, sama seperti menjalani agama, komitmen terhadap pernikahan juga sebaiknya diniatkan lillahi ta'ala, insya Allah ngga celaka.

Pernikahan bukan end of journey of one's life. It's actually an steeper track to hike. Bakal lebih berat, lebih menantang, lebih "gila". Tindakan salah satu akan menyeret pasangannya (dan later, anak2nya juga). Tapi, jangan takut, karena Tuhan itu ada! :)"


Dari respon diatas, gue pun sadar. Apa yang harus lo khawatirkan dan harus lo takutkan ketika Dzat Maha Luar Biasa ada bersama lo? Sumpah, gue ketampar baca respon itu. Gue emang tipe makhluk yang gampang takutan orangnya. Dan mengingat begitu banyak cobaan dan pernikahan yang gagal di sekitar gue, gue trauma. Gue takut menghadapi pernikahan.

Yeah, gue tau gue masih bau kencur-kencur asem manis gitu. Belom cukup umur buat mikirin hal kayak ginian. Tapi gimana nggak kepikiran kalo beberapa temen baik lo udah berani menapaki jalan yang bernama pernikahan dan hampir semua keluarga besar lo selalu nanya "kapan nyusul?" karena semua sepupu cewek lo yang seumuran lo udah pada nikah semua dan bahkan yang baru nikah beberapa bulan lalu udah hamil? Serius ni. Di keluarga besar gue, cewek yang seumuran gue udah pada nikah. Gue doaaaang yang masih el jomblo. Umur boleh masih 20 taun. Tapi gue pun udah ngerasain tekanan dari kanan kiri *tepok-tepok jidat*

Bahkan sampe bokap pun *gue nggak tau becanda apa nggak* kadang suka ngomongin sesuatu yang berbau-bau pernikahan. Nyokap ngomong pernikahan, gue masih bisa terima karena nyokap kadang suka gue ceritain tentang cinta-cintaan gue yang asem, manis, pahit, sepet, buduk, sampai yang mengharu biru. Tapi bokap? O mai goat... Bokap jarang banget ngomong hal ginian ke gue! Errr...

Oh well, itu sedikit intermezzo. Intinya adalah, menurut gue pernikahan itu adalah hal yang luar biasa. Ketika kita sudah menikah, artinya kita sudah menyempurnakan setengah ibadah kita. Nikah tuh enak lagi. Ada yang nemenin bobo di samping, trus kalo pun malem mingguan ga perlu pusing-pusing nyari temen buat diajak jalan atau nemenin di rumah, terus kalo misalnya mesra-mesraan di depan umum pun ga perlu ada rasa risih karena udah halal sehalal halalnya. Dan untk tetap merekatkan pernikahan itu, komitmen jadi pelengkap penting dalam unsur pernikahan. Komitmen karena Allah...

Lillahita'ala...

Lillahita'ala...


Mmmm....

Ajiiiibb yeee. Sumpah ini postingan ter-sotoy dan postingan terpanjang gueee!!! Huwahahahaha... Sotoy abiiss!! Padahal gue ga akan pernah tau apa itu pernikahan dan bagaimana pernikahan itu sebelum gue ngerasain pernikahan kayak gimana. Oh well, mudah-mudahan ketika saat itu datang, gue udah siap *nyengir kuda*

Udah ah. Dari pada gue terusin sotoy-sotoyannya gue, mendingan gue ngerjain literature review (which is gue kudu review 6 buku *mendadak mabok*), utak-atik kanan kiri atas bawah proposal gue, ama mikirin magang yang deadline. Desember udah harus kerja, dan gue belom dapet panggilan dari perusahaan???? *mendadak frustasi*


1... 2... 3...

HAJAAAARRRRR!!!!

Tuesday, September 22, 2009

J.E.N.U.H

Gue jenuh dan muak. So i'm out.

See ya...

Sunday, April 26, 2009

Hari ini

Hari ini,

Langit cerah

UTS hari pertama

Udah sarapan pake mi rebus

dan sebentar lagi, akan ke kampus

Perginya naek bis. Pulangnya tergantung. Bisa naek bis, bisa naek kereta

Apa nanti hujan? Ato langit tetap terang? Ga ada yang tau

Apa nanti akan ada metro mini yang nyipratin baju gue sampe basah? Gue ga tau

Yang pasti hari ini,

gue pasti akan kembali mengeluh. Entah karena soal-soal ujian yang luar biadab, ato keluhan gara2 mood gue jelek

gue juga pasti akan kembali ketawa-ketawa bareng temen

gue pasti akan sibuk sendiri dengan hape gue. Onlen plurk plus FB, dan juga sambil dengerin mp3 sampe temen2 gue bilang "dasar autis"

gue pasti akan perang mulut. Entah sama temen, sama mama, sama ayah, ato sama ade gue. Tapi abis itu, kita pasti bakalan ketawa-ketawa lagi. Menertawakan sesuatu yang menurut orang lain ga penting.

gue juga pasti bakalan ngomongin orang. Entah itu baik, entah itu buruk.



Ah, dunia ini indah....

Beruntung banget bisa hidup sampe detik ini

Mudah-mudahan besok gue masih dikasih nafas sama Allah. Biar bisa melakukan kegiatan ini berulang-ulang.

Saturday, April 18, 2009

Bingung....

Gw....

bingung...

mau...

nulis...

apaan.



Sekian,

Terima kasih