Monday, March 22, 2010

Fakta

Fakta : Gue shock

Fakta : Gue nggak nyangka sama sekali

Fakta : Sekarang gue tau kenapa bokap nyokap gue galak banget dalam hal ini

Fakta : Sambil googling, gue nangis. Ah..

Fakta : Gue takut banget. Sumpah... :((

Fakta....

Saturday, March 20, 2010

Yaakk.. ganti terooosss!!

Bekgron berubah...

Judul blog berubah...

Dari kmaren-kmaren berubah-rubah mulu.

Maunya apaaaaa???? *toyor kepala sendiri*


*postingan ga penting*

Dan pada akhirnya.... (2)

Seorang lelaki terlihat duduk di sebuah gerbong kereta. Earphone di telinganya memutarkan musik kesukaannya. Tapi kedua matanya terlihat kosong. Pikirannya kembali ke beberapa hari lalu. Ketika tak sengaja, dia bertabrakan dengan seorang gadis. Dan hanya dengan satu tatapan, dia tahu, dia jatuh cinta. Gadis ini... seperti bagian dari jiwa yang selama ini dicarinya. Entah bagaimana, tapi itu yang dia rasa...

Lelaki itu menelungkupkan kedua tangannya di lututnya. Bertanya-tanya. Bagaimana bisa dia jatuh cinta hanya karena sekali bertabrakan? Apa iya itu cinta? Tapi kalau bukan cinta, lalu kenapa bayangan gadis itu tak bisa lepas dari kepala dan pikirannya? Rambutnya yang sebahu dan ikal, matanya yang agak sipit, bibirnya yang mungil... Tak pernah dia menginginkan seorang gadis sebesar itu sebelumnya. Yang dia inginkan hanya memeluk tubuh mungil gadis itu dan melindunginya. Dari apapun.

Lelaki itu menelungkupkan kepalanya. Pikirannya berkecamuk. Lagu-lagu di earphone pun tidak mampu membuat pikirannya jernih. Dia ingin tahu siapa gadis itu.. Dia ingin mengenalnya... Tapi... lelaki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rambutnya semakin acak-acakan. Baru kali ini pikirannya kacau hanya karena seorang gadis. Bahkan gadis yang baru saja dilihatnya selama beberapa menit. Itu pun beberapa hari lalu.

Suara masinis yang memberitahukan bahwa kereta itu sudah sampai di stasiun, menyadarkan si lelaki. Dia kemudian berdiri dan bergegas turun. Lima hari sudah rutinitas ini dilakukannya. Hanya untuk mencari sang gadis yang namun tak juga ditemukannya. Dan dia berharap, hari ini hari keberuntungannya. Bertemu kembali dengan sang gadis...

......

Dan pada akhirnya.... (1)

Sebuah kereta melaju kencang mengikuti relnya. Di gerbong kelima yang hanya berisi 5 orang penumpang, seorang gadis terlihat duduk di pojok sebelah kanan. Matanya terpaku ke arah jendela. Menatap ke luar. Pikirannya melantur ke satu orang lelaki yang baru beberapa hari lalu ditemuinya. Dan baru beberapa hari lalu pula, dia merasa jatuh cinta. Pada lelaki itu..

Tatapan lelaki itu... begitu tajam.. begitu kuat.. begitu menggodanya... Rambutnya yang acak-acakan tidak membuat lelaki itu kehilangan pesonanya. Gadis itu tersenyum. Hanya dengan memikirkan lelaki itu saja, sudah membuat sang gadis bahagia. Entah kenapa. Jantungnya berdegup kencang. Anehkah?

Gadis itu memejamkan mata. Menikmati suara roda kereta yang bergesekan dengan rel. Memorinya kembali ke beberapa hari lalu. Ketika dia terburu-buru setengah berlari mengejar kereta di sebuah stasiun. Dan kemudian, seperti cerita di dalam film, dia pun bertabrakan dengan seorang lelaki. Dan kemudian mereka pun bertatapan.

Tak ada kata yang keluar diantara keduanya. Mereka hanya terpaku satu sama lain. Pusaran waktu diantara mereka seakan bergerak dengan sangat lambat. Dan momen itu, baru sekali seumur hidupnya dirasakan si gadis. Mungkin juga si lelaki. Dan mereka berdua terus saja bertatapan. Seperti ada hal yang membuat mereka tertarik satu sama lain. Sampai ketika tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang mengagetkan mereka berdua. Sang gadis tahu keretanya sebentar lagi akan pergi. Dan dia pun berlari memasuki pintu kereta. Meninggalkan sang lelaki yang masih terpaku menatap sang gadis berlari. Menghilang dari pandangannya.

Kereta pun mulai berjalan. Sang gadis menatap keluar jendela. Mencari-cari sang lelaki. Dan dia pun menemukannya. Sang lelaki itu masih lekat memandangnya. Jantung sang gadis berdegup lebih kencang dari biasanya. Hanya karena sebuah tatapan dari seorang lelaki? Ah, dia tidak pusing-pusing memikirkannya. Dia hanya merasakannya. Dan mereka terus bertatapan, sampai akhirnya keduanya menghilang dari pandangan masing-masing.

Degup jantung sang wanita masih terus berdetak kencang. Dia mendadak tersenyum dan memegang kedua pipinya. Bahagia dan tersipu-sipu karena satu orang lelaki? Itu bukan dia yang biasanya. Tapi gadis itu tidak peduli. Yang dia tau, dia jatuh cinta...

Dan tak lama, suara masinis terdengar. Kereta itu sudah sampai di stasiun tujuannya. Gadis itu tersadar dari lamunannya. Dia sudah sampai di tujuannya. Di stasiun dimana dia berharap akan bertemu lagi dengan sang lelaki itu..
.......


Wednesday, March 17, 2010

Cokelat!

Yak, setelah background hitam, putih. abu-abu dan ijo, sekarang nyoba warna coklat

Cangcing!


*postingan ga penting*

Friday, March 12, 2010

Waktu manusia itu... sebentar sekali ya?

Kemarin masih tertawa, masih bercanda, masih tersenyum bahagia.

Esoknya, dia sudah tiada...

Ketika berita itu datang,

Rasanya sangat mustahil..

Jantung, hati, dan seluruh organ dalam terasa sangat sakit..

Udara di sekitar seakan menghilang begitu saja...

Sesak...

Ingin rasanya mengulang waktu kembali. Ke saat-saat ketika masih bersamanya... Memeluknya erat, mengabadikan momen-momen sebanyak mungkin, mengucap semua rasa...

Saat ini, yang terlintas di kepala, hanya ada satu kata.

Seandainya...

Seandainya dia diberikan umur yang panjang...

Seandainya diberikan waktu sebelum detik-detik terakhir itu terjadi, hal apapun akan dilakukan. Asal membuatnya bahagia...

Seandainya diberikan kesempatan untuk memeluknya erat di saat terakhir..

Tangis itu tak kunjung henti..

Rasa sakit pun tidak hilang...

Kehilangan orang terdekat, rasanya seperti setengah tubuh dan jiwa ini diambil...

Tapi dalam hati, kita tahu kemana orang itu pergi

Ke tempat yang jauh lebih baik

Yang jauh lebih damai

Yang jauh lebih menyenangkan

Karena Tuhan menyayangi dia...

Friday, March 5, 2010

Karena yang absolut benar itu hanya Tuhan. Masih mau mempertanyakan kebenaran Tuhan???

Tuesday, March 2, 2010

I'm a moslem and i'm not a terrorist!


"...My name is Khan, and i'm not a terrorist!.."


Kalimat itu diucapkan seorang pria dengan aksen India yang kental. Kalimat yang cukup membuat saya terhenyak di beberapa menit di awal film. Kalimat tersebut juga sepertinya menjadi tagline utama dari film India yang baru saja saya saksikan tadi yang berjudul My Name Is Khan.

Sudah lama sejak film Long Road To Heaven, saya menonton film yang bertema tentang teroris dan islam melalui sudut pandang muslim yang benar-benar mengaduk-aduk emosi saya. Sudah banyak yang mereview film ini. Dan rata-rata, semua orang yang sudah menonton film ini mengatakan bagus dan harus ditonton!

Jujur saja, saya agak skeptis pada awalnya. Karena sudah tertanam di otak saya, bahwa film India selalu identik dengan tarian di bawah hujan sambil bernyanyi-nyanyi. Dan yah, kali ini saya mengakui bahwa saya salah kali ini. Benar-benar salah. Tak ada tarian di bawah hujan sambil bernyanyi-nyanyi di film ini. Film ini berbeda dengan film-film cheesy India lainnya.

Film ini bercerita tentang bagaimana kehidupan muslim yang hidup di negara Amerika. Bagaimana awalnya mereka diterima dengan baik di sana, dan bagaimana perubahan lingkungan yang mereka dapatkan setelah kejadian 9/11 dimana teroris yang menyerang gedung WTC adalah kaum muslim sehingga muslim yang berada di Amerika pun merasakan diskriminasi.

Adalah Rizvan Khan, tokoh utama yang menderita Sindrom Asperger dimana dia takut melihat warna kuning dan kebisingan. Sindrom yang di deritanya membuatnya berbeda dengan orang-orang lainnya. Beruntunglah dia memiliki seorang ibu yang luar biasa menyayanginya dan mengajarinya semua ilmu tentang kehidupan yang tak lepas dari ilmu agama.

"Ada dua yang membedakan orang. Insan yang baik yang berkelakuan baik, dan insan yang buruk yang berkelakuan buruk. Selain itu, tidak ada perbedaan yang berarti" itu adalah kata-kata yang diucapkan ibu Khan kepada anaknya. Dan kata-kata tersebut menjadi kekuatan seorang Khan dalam menghadapi perbedaan di dalam kehidupannya.

Sindrom yang diderita Khan, menurut saya malah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupannya. Khan memandang dunia dari sudut pandang anak kecil, menurut saya. Yang masih murni, masih polos, dan belum ternoda. Walaupun banyak yang sudah ia lalui sebagai orang yang "istimewa" yang tentunya tidaklah mudah. Tapi dia tetap memegang teguh apa yang menjadi pedoman hidupnya yang sudah diajarkan oleh ibundanya. Tanpa tegoyahkan sama sekali.

Film ini cukup menguras emosi dan juga memberikan pelajaran yang luar biasa banyak. Tentang bagaimana perjuangan kaum muslim yang mencoba bertahan di tengah diskriminasi orang-orang dan lingkungan sekitar yang menolak keberadaan mereka, tentang bagaimana seharusnya perbedaan tidak menjadi jurang pemisah yang terlalu dalam sehingga tidak bisa bekerja sama dan bersama, tentang bagaimana Islam sesungguhnya.
Film ini cukup berani mengangkat tema ini. Tema yang sampai sekarang, saya yakin masih terjadi walaupun tidak seekstrim dulu. Bukan hanya di negara Amerika, tapi saya yakin di negara lain pun memiliki konflik seperti ini. Ya. Kejadian 9/11 mempengaruhi seluruh dunia. Dan ya, film ini luar biasa. It's worth to watch.

Karena film ini, saya pun jadi ingin mengatakan kepada seluruh dunia dan seluruh orang yang masih berpikiran sempit dan menilai bahwa muslim itu tak lebih dari terroris :

"Yes! I'm a moslem and i'm not a terrorist!"


Over and out.

Monday, March 1, 2010

Makhluk Nocturnal


Aneh ni gw. Asli.

Baru beberapa hari gw nggak kerja, gw kembali lagi jadi makhluk nocturnal. Padahal kmaren-kmaren pas gw kerja, gw bisa tidur jam 10 malem. Paling malem jam 12 deh gw molor.

Sekarang?

Mata gw kembali melek sampe jam 4 pagi.

Blaahhh...

Balik lagi jadi kalong.



Hei dunia malam,

saya kembali lagiiiii...