Thursday, June 24, 2010

Story About Toy



Barusan gue nonton Toy Story 3. Bagi yang nggak tau apa itu Toy Story, kalian bisa googling. (wow, ternyata menyenangkan nyuruh orang googling) Nyahahahaha...

Toy Story adalah sebuah film animasi buatan Pixar Walt Disney. Dan menurut mbah google, ternyata film ini adalah film animasi pertama buatan disney yang dirilis di bioskop. Dilihat dari judulnya, udah ketauan banget inti cerita dari toy story itu kayak apa. Toy story adalah kehidupan para mainan, khususnya ketika nggak ada orang sama sekali di sekitar mereka. Ya, mereka hidup. Well, seenggaknya dalam film Toy Story.

Karena gue tumbuh berkembang bersama film Toy Story ini, gue jadi pengen ngebahas trilogi dari Toy Story ini.


Toy Story pertama, menceritakan tentang kehidupan para mainan milik seorang anak yang bernama Andy. Adalah Woody, sebuah boneka koboi yang menjadi salah satu mainan kesayangan Andy. Bisa dibilang, Woody adalah mainan favorit Andy. Kamar Andy sendiri selain penuh dengan mainan, juga penuh dengan pernak-pernik bergambar Woody. Mulai dari poster, sprei, guling, bantal, dan sebagainya. Oh, dan Woody juga bisa dibilang pemimpin dari mainan-mainan yang dimiliki Andy.

Selain Woody, ada beberapa mainan lain seperti Rex (mainan disonsaurus t-rex berwarna hijau yang suka main game), Slinky Dog (mainan berbentuk anjing dengan per ditengah tubuhnya), Mr. Potato Head (mainan berbentuk kentang yang anggota tubuhnya bisa dicopot dan dipasang), Hamm (celengan berbentuk babi), Bo Peep (mainan berbentuk gadis penggembala domba yang juga adalah mainan yang disukai Woody) dan beberapa mainan lainnya.

Setiap hari ulang tahun Andy, semua mainan yang ada disana was-was dan khawatir tentang mainan baru yang akan diberikan kepada Andy. Mereka takut jika Andy mendapatkan mainan baru, mereka akan tergantikan dan akhirnya terlupakan. Ya, mimpi buruk sebuah mainan adalah terlupakan dan tidak dimainkan lagi. Seenggaknya, itu yang gue tangkep dari film Toy Story ini.

Dan ketika ulang tahun Andy akhirnya tiba, semua mainan itu kemudian bersiaga. Semua mainan bersatu dan bekerja sama untuk "menguping" ketika waktu pembukaan hadiah Andy tiba. Dan ternyata, Andy mendapat sebuah mainan robot, Buzz Lightyear.

Woody yang tadinya memang mainan favorit Andy, perlahan mulai tergantikan dengan adanya Buzz. Semua pernak-pernik di kamar Andy yang tadinya segala hal tentang Woody, sekarang mulai tergantikan oleh Buzz. Dan Woody, mulai tidak suka dengan Buzz. Cerita kemudian berkembang ketika Woody yang memang sudah sangat cemburu dengan Buzz karena kedekatannya dengan Andy, secara tidak sengaja membuat Buzz terlempar ke rumah tetangga Andy, dimana disitu ada anak laki-laki yang suka merusak mainan. Sialnya, ketika Buzz terlempar ke rumah itu, anak laki-laki itu melihatnya. Dan dibawanyalah Buzz masuk ke dalam rumahnya. Para mainan lain kemudian meminta Woody bertanggung jawab. Woody yang merasa bersalah, kemudian berusaha untuk menolong Buzz. Cerita pun kemudian mengalir. Cerita semakin menarik ketika Woody akhirnya berhasil masuk ke dalam rumah anak itu, berusaha menolong Buzz dan berusaha berdamai dengan Buzz dengan menerima kenyataan bahwa Andy memang sudah tidak memfavoritkannya lagi.

Banyak hal menarik di film ini. Bagaimana canggihnya para mainan itu bekerja sama dalam "menguping" ketika ulang tahun Andy, bagaimana Buzz yakin bahwa dia adalah pejuang antar galaxi lasernya benar-benar bisa mengeluarkan laser (dia bahkan nggak sadar kalau dia cuma mainan), dan yang pasti, kehidupan para mainan itu ketika tidak ada orang disekitar mereka sama sekali.


Di awal film Toy Story kedua ini, menceritakan tentang Andy sekeluarga yang akan pindah dari rumah mereka, sehingga harus ada sebagian dari barang-barang mereka yang dijual. Salah satunya, adalah mainan berbentuk pinguin yang sudah rusak. Woody yang melihat boneka pinguin itu akan dijual, langsung berusaha menyelamatkannya dengan menaiki anak anjing yang dimiliki Andy. Sayangnya, ketika misi penyelamatan itu terjadi, masalah datang. Woody terjatuh dari anak anjing yang membawanya dan kemudian dia dicuri oleh salah satu orang yang datang ke Garage Sale itu. Entah kenapa, orang itu sangat tertarik kepada Woody.

Pertanyaan itu kemudian terjawab ketika Woody sampai di apartement si orang yang mengambil Woody. Ternyata orang itu adalah pemilik salah satu toko mainan dan Woody, ternyata adalah salah satu mainan klasik yang sangat terkenal. Dan di apartemen, Woody bertemu dengan teman-temannya sesama koboi, Jessie (mainan koboi perempuan), Bullseye (mainan berbentuk kuda yang ternyata adalah milik Woody), dan Stinky Pete (mainan koboi yang sudah tua) . Kemudian, para teman koboinya itu menjelaskan dengan adanya Woody sekarang, mereka semua akan dipamerkan di museum di Jepang. Namun jika Woody tidak bersama mereka, impian ke Jepang itu kandas dan mereka akan langsung dibuang. Woody tadinya menolak karena walau bagaimanapun, dia tetap ingin kembali ke Andy, pemiliknya. Tapi kemudian Jessie menceritakan kisahnya dimana dia pada akhirnya dilupakan oleh pemiliknya, Emily karena Emily sudah beranjak dewasa. Woody kemudian tersentuh dengan cerita Jessie dan kemudian ragu-ragu untuk pulang kepada Andy.

Di sisi lain, Buzz dan para mainan lain yang melihat Woody dicuri ketika Garage Sale, berniat untuk menyelamatkannya dan kembali sebelum Andy dan keluarganya pindah. Kemudian, pergilah Buzz, Rex, Slinky Dog, Hamm, dan Mr. Potato Head untuk menyelamatkan Woody. Sayangnya, ketika akhirnya Buzz dan para mainan itu akhirnya sampai di apartemen dimana Woody berada, Woody menolak untuk pulang karena dia takut Andy akan melupakannya, seperti cerita Jessie yang dilupakan oleh Emily. Dan dia pun tidak ingin membuat teman-teman barunya dibuang dan tidak jadi ke Jepang hanya karena dia tidak ada. Buzz dan para mainan itu kemudian dengan menyesal, kembali tanpa Woody.

Yang jelas, di film Toy Story kedua ini, selain ceritanya yang menurut gue jauh lebih menarik dibanding Toy Story pertama, semakin banyak pula tokoh-tokoh yang ada. Selain teman-teman koboi baru Woody (Jessie, Bullseye, dan Stinky Pete), ada Mrs. Potato Head, yang adalah pasangan dari Mr. Potato Head, Barbie (beberapa Barbie sebenernya), 3 boneka alien hijau (ini favorit gue), Evil Emperor Zurg (musuh besar Buzz), Buzz Lightyear 2. Ha? Buzz ada 2? Ya. Mau tau kenapa? Kalian harus nonton sendiri.


Dan yang terakhir dan baru gue tonton hari ini, adalah Toy Story 3. Cukup lama jarak waktu antara Toy Story 3 ini keluar. Toy Story 1 keluar di tahun 1995, sedangkan Toy Story 2 keluar di tahun 1999. Toy Story 3? Tahun 2010. See? Lama banget! Dan itulah kenapa gue bilang gue tumbuh besar dengan film Toy Story ini. Karena ketika dulu gue pertama kali nonton Toy Story 1 dan 2, gue masih kecil. Sama seperti Andy. 11 tahun sejak Toy Story kedua dirilis. Waktu yang cukup lama.

Gue sangat menantikan film ini karena ya, gue kangen sama para mainan ini (walaupun gue agak telat nontonnya) Dan jujur aja, gue belom baca sinopsis film ini sebelum gue nonton. Mungkin karena gue emang bener-bener nggak mau tau sebelum nonton, jadi gue bener-bener "terkejut" dengan cerita yang disuguhkan. Jadi gue pikir, film ini masih tentang cerita Andy yang masih kecil dan para mainan itu. Ternyata gue salah.

Di film ini, menceritakan tentang Andy yang sudah lulus dari SMA dan baru mau masuk ke perguruan tinggi. Dengan tumbuhnya Andy, mainan yang dulu sering dimainkan ketika dia masih kecil, kini mulai tidak terjamah lagi. Termasuk Woody dan Buzz. Dan mainan yang ada pun, tidak sebanyak dulu. Banyak mainan yang sudah tidak ada di kamar Andy. Sebagian besar sudah diberikan kepada orang lain. Termasuk Bo Peep, mainan gadis penggembala domba yang selama ini menjadi pasangan dari Woody.

Andy yang akan pindah dari rumah orang tuanya, diminta oleh ibunya untuk memilih barang-barang yang dimilikinya untuk ditaruh di loteng atau di buang. Dan Andy pun kemudian memasukkan mainan-mainannya yang tinggal sedikit itu ke dalam kantong plastik hitam dan ingin disimpannya di loteng. Semua mainan, kecuali Woody, yang akan dibawanya ke perguruan tinggi. Sayangnya, ibunya mengira itu adalah sampah dan kemudian kantong plastik berisi mainan-mainan itu dibuang.

Untungnya, para mainan itu kemudian berhasil keluar dari kantong plastik itu dan menyusup masuk ke mobil dimana mainan-mainan milik Adik Andy akan disumbangkan ke tempat penitipan anak, Sunnyside. Para mainan itu mengira Andy sudah membuang mereka dan akan lebih baik bagi mereka jika mereka disumbangkan ke tempat lain.

Ketika mereka datang pertama kali, mereka disambut hangat oleh para mainan lain yang sudah lebih lama berada di penitipan itu. Adalah ketua mereka, Lotso (mainan berbentuk boneka beruang berwarna ungu dan wangi permen) yang menyambut mereka dengan tangan terbuka. Mereka bilang, mereka puas disana karena mereka selalu dimainkan oleh anak-anak dan tak pernah terlupakan. Woody yang bersikeras ingin kembali ke Andy, akhirnya kabur dari Sunnyside sendiri tanpa para mainan lainnya. Sayangnya, ketika Woody dalam misi kembali ke Andy, dia terjatuh dan ditemukan oleh Bonnie, salah satu anak yang ada di penitipan Sunnyside dan kemudian dibawa pulang lah Woody ke rumah Bonnie.

Di sisi lain, para mainan Andy ternyata ditempatkan di tempat khusus anak-anak yang masih sangat kecil. Dimana mereka belum mengerti cara memainkan boneka tanpa menghancurkan mereka. Rex dibanting, Jessie dilumuri cat, Buzz dijilat, Mr. dan Mrs. Potato Head dipreteli, dan sebagainya. Dan mereka mencari jalan keluar untuk melarikan diri dari Sunnyside.

Di film ini, banyak mainan baru yang muncul. Selain Lotso, si boneka beruang berwarna ungu yang memiliki bau-bauan seperti permen, ada bookworm (mainan berbentuk ulat dan sangat sangat pintar), Big Baby (mainan berbentuk bayi yang besar), Ken (Oh Dear God.. mendadak gue sangat bersyukur bahwa gue dulu hanya punya Barbie. LOL) dan beberapa mainan lainnya.

Secara keseluruhan, gue sangat sangat menyukai film ini. Walaupun tetap yang jadi favorit gue adalah Toy Story 2, tapi film ini nggak kalah menarik. Film ini bisa bikin gue ngakak, sampe nangis banget. Dan dibandingkan 2 film sebelumnya, cerita dari film ini gue rasa lebih dewasa dan lebih menyentuh. Ya, gue nangis di film ini. Dan sepanjang gue nonton film ini, gue terus-terusan mikirin mainan-mainan gue yang masih ada dan nggak pernah gue jamah lagi. Di awal, gue udah mulai berkaca-kaca melihat para mainan itu terabaikan. Kemudian ada dua scene di akhir yang akhirnya, bikin gue nangis bener-bener nangis sampe terisak-isak. Untung pake kacamata 3D. Jadi gue harap sih nggak ada yang ngeliat gue banjir air mata. Hahaha...

Toy Story 3? Sangat sangat sangat di rekomendasikan untuk ditonton. Film ini adalah film terbaik, menurut gue, yang dijadikan penutup dari sekuel sebelumnya. Ceritanya yang sangat kaya dan menyentuh, sekaligus banyak pesan yang bisa didapat dari film ini. Dan hanya Pixar yang bisa melakukan itu.

Dan itulah trilogi Toy Story dari sudut pandang gue. Sebuah film animasi yang mampu membuat kita teringat kembali dengan mainan-mainan yang kita punya dan kembali berusaha menyayanginya, seperti kita menyayangi mainan itu ketika kita kecil dulu.

To infinity... and beyond!!
~ Buzz Lightyear ~

No comments: