Saturday, March 20, 2010

Dan pada akhirnya.... (1)

Sebuah kereta melaju kencang mengikuti relnya. Di gerbong kelima yang hanya berisi 5 orang penumpang, seorang gadis terlihat duduk di pojok sebelah kanan. Matanya terpaku ke arah jendela. Menatap ke luar. Pikirannya melantur ke satu orang lelaki yang baru beberapa hari lalu ditemuinya. Dan baru beberapa hari lalu pula, dia merasa jatuh cinta. Pada lelaki itu..

Tatapan lelaki itu... begitu tajam.. begitu kuat.. begitu menggodanya... Rambutnya yang acak-acakan tidak membuat lelaki itu kehilangan pesonanya. Gadis itu tersenyum. Hanya dengan memikirkan lelaki itu saja, sudah membuat sang gadis bahagia. Entah kenapa. Jantungnya berdegup kencang. Anehkah?

Gadis itu memejamkan mata. Menikmati suara roda kereta yang bergesekan dengan rel. Memorinya kembali ke beberapa hari lalu. Ketika dia terburu-buru setengah berlari mengejar kereta di sebuah stasiun. Dan kemudian, seperti cerita di dalam film, dia pun bertabrakan dengan seorang lelaki. Dan kemudian mereka pun bertatapan.

Tak ada kata yang keluar diantara keduanya. Mereka hanya terpaku satu sama lain. Pusaran waktu diantara mereka seakan bergerak dengan sangat lambat. Dan momen itu, baru sekali seumur hidupnya dirasakan si gadis. Mungkin juga si lelaki. Dan mereka berdua terus saja bertatapan. Seperti ada hal yang membuat mereka tertarik satu sama lain. Sampai ketika tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang mengagetkan mereka berdua. Sang gadis tahu keretanya sebentar lagi akan pergi. Dan dia pun berlari memasuki pintu kereta. Meninggalkan sang lelaki yang masih terpaku menatap sang gadis berlari. Menghilang dari pandangannya.

Kereta pun mulai berjalan. Sang gadis menatap keluar jendela. Mencari-cari sang lelaki. Dan dia pun menemukannya. Sang lelaki itu masih lekat memandangnya. Jantung sang gadis berdegup lebih kencang dari biasanya. Hanya karena sebuah tatapan dari seorang lelaki? Ah, dia tidak pusing-pusing memikirkannya. Dia hanya merasakannya. Dan mereka terus bertatapan, sampai akhirnya keduanya menghilang dari pandangan masing-masing.

Degup jantung sang wanita masih terus berdetak kencang. Dia mendadak tersenyum dan memegang kedua pipinya. Bahagia dan tersipu-sipu karena satu orang lelaki? Itu bukan dia yang biasanya. Tapi gadis itu tidak peduli. Yang dia tau, dia jatuh cinta...

Dan tak lama, suara masinis terdengar. Kereta itu sudah sampai di stasiun tujuannya. Gadis itu tersadar dari lamunannya. Dia sudah sampai di tujuannya. Di stasiun dimana dia berharap akan bertemu lagi dengan sang lelaki itu..
.......


2 comments:

rinellaputri said...

ahhhhhh baca cerita ini, jadi ingat memori masa laluuu hahaha. been in that situation, dan sampai sekarang gue masih gak tau nama orang itu hahahaha

Poooffy said...

Ha? seriusan mpok? Aiihh to twiiitt... tapi ceritanya belom kelar. Bagian terakhirnya belom di publish (evilsmirk) *duilee.. gaya bener yak* ;))