Lelaki itu menelungkupkan kedua tangannya di lututnya. Bertanya-tanya. Bagaimana bisa dia jatuh cinta hanya karena sekali bertabrakan? Apa iya itu cinta? Tapi kalau bukan cinta, lalu kenapa bayangan gadis itu tak bisa lepas dari kepala dan pikirannya? Rambutnya yang sebahu dan ikal, matanya yang agak sipit, bibirnya yang mungil... Tak pernah dia menginginkan seorang gadis sebesar itu sebelumnya. Yang dia inginkan hanya memeluk tubuh mungil gadis itu dan melindunginya. Dari apapun.
Lelaki itu menelungkupkan kepalanya. Pikirannya berkecamuk. Lagu-lagu di earphone pun tidak mampu membuat pikirannya jernih. Dia ingin tahu siapa gadis itu.. Dia ingin mengenalnya... Tapi... lelaki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rambutnya semakin acak-acakan. Baru kali ini pikirannya kacau hanya karena seorang gadis. Bahkan gadis yang baru saja dilihatnya selama beberapa menit. Itu pun beberapa hari lalu.
Suara masinis yang memberitahukan bahwa kereta itu sudah sampai di stasiun, menyadarkan si lelaki. Dia kemudian berdiri dan bergegas turun. Lima hari sudah rutinitas ini dilakukannya. Hanya untuk mencari sang gadis yang namun tak juga ditemukannya. Dan dia berharap, hari ini hari keberuntungannya. Bertemu kembali dengan sang gadis...
......
2 comments:
aww....
akankah berakhir di "Dan pada akhirnya.... (3)" ??
*pembaca nyasar
wkwkwk..penasarannnn... xD
@Lim eCha : berakhir kok di bagian ketiga nanti ;))
Makasih yaaa udah baca :D
Post a Comment