"Kemana orang-orang? Yang saya temukan hanya beberapa saja disini" sahut saya sambil garuk-garuk kepala. Saya kemudian menatap diri saya yang satu lagi dengan tatapan heran
"Rasanya baru sebentar saya meninggalkan rumah ini. Kok sekarang semuanya jadi jauh berbeda ya?" sahut saya lagi. Diri saya satu lagi tidak menjawab. Dia hanya memejamkan matanya dan tersenyum. Kemudian, dia menatap saya.
"Mereka menjalani hidup mereka. Bukankah kamu juga seharusnya begitu?"
Saya termenung mendengar kata-kata diri saya yang satu lagi. Mendadak, saya jatuh terduduk. Menatap kosong ke arah depan. Sedih rasanya. Saya merasa kehilangan. Rasanya, ingin kembali ke masa-masa dahulu. Ketika kami semua berkumpul dan bersenang-senang.
Tak lama, diri saya yang satu lagi menghampiri saya dan duduk berdampingan dengan saya.
"Mereka sudah memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana dengan kamu? Haruskah kamu terdiam disini dan terus-terusan berharap bahwa waktu akan berputar kembali? Kejar mimpimu. Ikutilah arus kehidupan yang membawamu. Jangan sampai kau terhenti sementara yang lain tetap berlari untuk mengejar mimpi mereka." sahut diri saya yang satu lagi sambil menepuk pundak saya. Kemudian, dia mengakhirinya dengan satu kalimat tanya :
"Apa mimpimu?"
Saya termenung. Kemudian saya menatapnya dengan raut wajah yang bingung.
"Saya... belum tahu..." jawab saya pelan. Kemudian saya kembali menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
1 comment:
(cozy)(cozy)
Post a Comment