"Aahh... rasanya gue jatuh cinta..." katanya dengan senyum merekah. Tak pernah selama ini dia terlihat begitu bersinar.
"Ha? Sama siapa?"
"Dia... selalu dia..." katanya lagi sambil mendesah.
"Dia siapa?"
"Dia!" Jawabnya bersikeras.
"Iya dia siapa?"
"Dia yang selalu berada di samping gue.. Dia yang selalu bisa menenangkan gue.. Dia yang selalu bisa bikin gue ketawa abis nangis..." dia kemudian tertawa kecil mengingat semua kejadian itu.
"Ya ampun... elo beneran jatuh cinta yaa??"
"Err... what did i just tell you? Kan gue udah bilang dari awal kalo gue lagi jatuh cintaaaa!!" ujarnya sambil tersenyum lebar. Tapi kemudian senyum itu lenyap.
"Loh, kenapa?"
"Rasanya.. rasanya nggak mungkin..." Senyum itu menghilang. Kepalanya menunduk lesu.
"Kenapa?"
Dia tidak menjawab. Hanya menggeleng.
"Cerita dong sama gue. Ada apa? Dia cowok orang?"
Dia menggeleng
"Dia suami orang?"
Dia kembali menggeleng.
"Dia..." kemudian dia kembali terdiam dan menghela nafas panjang. Setelah itu dia mendongak sambil tersenyum simpul.
"Dia lagi melayang di belakang lo sekarang..."
2 comments:
geblek!! antara spooky n speachless lah w
Nury : lo bacanya malem-malem ga? Gue ngetiknya malem-malem tuh. Sambil sesekali ngelirik ke belakang takut ada yang ikutan melayang. Bwahahahahaha...
Post a Comment