Thursday, June 6, 2013

donor



Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini gue kepikiran untuk donor lain selain donor darah. Mungkin yang bikin gue kepikiran kayak gini adalah karena seringnya gue nonton Grey's Anatomy. Cerita-cerita di tiap episodenya sering kali berhubungan dengan donor bagian tubuh. Dan jadi pengen aja gitu nolong orang lain. Daripada kebuang sia-sia?

Iseng-iseng, gue pun googling tentang donor tubuh di Indonesia. Kayaknya sih kalau di Indonesia kalau untuk cangkok anggota tubuh masih jarang ya, kecuali untuk darah dan kornea mata kayaknya. Oh, dan ginjal.

Waktu itu iseng-iseng googling dan nemu artikel ini. Sampai detik ini, artikel itu masih gue bookmark dan sesekali masih gue baca.

Beberapa bulan lalu gue ke bandung karena ada sodara yang nikahan. Dan gedungnya pas banget ada di deket RS Mata Aini di Bandung. Saat itu waktu gue jalan dari stasiun ke arah gedung nikahan sodara gue dan melewati RS itu, tekad gue bulet banget buat masuk ke dalam dan nanya-nanya segala macem tentang donor mata. Gue pengen banget ngedonorin mata gue kalau nantinya gue meninggal.

Tapi mendadak gue inget di artikel yang gue baca itu, bahwa harus ada surat keterangan juga dari orangtua atau wali surat wasiat mungkin lebih tepatnya ya  yang isinya memperbolehkan pihak Bank Mata ngambil kornea mata kalau nantinya gue meninggal. Dan itu bikin gue mendadak gamang untuk masuk ke dalam rumah sakit itu. Gue sama sekali belum cerita tentang keinginan gue ini sama orangtua gue. Dan gue pun nggak tau mereka bakal ngizinin atau nggak.

Untuk beberapa saat, gue cuma ngeliatin gedung rumah sakit di depan gue itu dan kemudian gue pun mengurunkan niat kesana.

Beberapa minggu lalu, niatan gue yang hampir terlupa itu mendadak keinget lagi. Waktu itu gue cuma berdua sama bokap di mobil. Kita berdua lagi cari makan di luar karena nyokap waktu itu lagi pergi.

"Yah, aku waktu itu baca artikel." kata gue, memberanikan diri membuka percakapan. "Tentang donor mata di Indonesia."
"Oh." tanggepan babeh awalnya cuma itu.
Gue narik nafas panjang, "Aku pengen donor mata, Yah."
Bokap sempet diem, nggak ngerespon kata-kata gue sama sekali. Gue pun nggak tau harus ngomong atau nambahin apalagi.
"Buat apa sih? Nggak usah lah."
"Ya kan bisa buat nolong orang Yah."
Gue mendengar tarikan nafas panjang bokap, "Nggak usah lah."

Dan kemudian gue cuma bisa diem. Nggak tau, keberanian gue untuk membicarakan itu lebih lanjut mendadak ilang abis denger suara bokap waktu itu. Kayak gimana ya? Kayak beda dari suara yang biasanya gue denger. Gue pun nggak nerusin lagi obrolan itu. Well, sampai detik ini gue belum nerusin lagi obrolan itu.

Tapi ya, keinginan itu masih ada. Toh donor mata diambil ketika gue udah meninggal. Beda dengan ginjal yang bisa aja diambil ketika kita masih hidup. Kalo untuk ginjal, gue takut. Nggak berani sama sekali sampai detik ini.

Nggak tau lah. Mungkin nanti gue bakalan ngomongin lagi tentang donor ini ke bokap nyokap. Mudah-mudahan saat itu gue lebih bisa kuat sama pendirian gue ya. Amin.


2 comments:

agyu said...

*terharu*

Poooffy said...

*muter-muter nari balet*