Lebaran tahun ini rasanya menyakitkan
Orang dengan gampangnya nyuruh kesana kesini
Mereka nggak tahu setiap kali napak, kaki gue rasanya sakit
Mereka nggak tahu setiap kali gue nggak bisa ikut ke rumah
saudara ini atau itu dan cuma bisa diam di rumah eyang, rasanya sedih
Kemarin aja nggak shalat ied karena shalatnya di lapangan dan datarannya banyak kerikil
Iya, memang gue selama ini shalatnya duduk
Tapi kan gue juga tetep harus berdiri dan gue nggak bisa berdiri di atas kerikil
Gue juga nggak bisa ke makam eyang karena harus menanjak
Gue nggak bisa
Kemarin aja nggak shalat ied karena shalatnya di lapangan dan datarannya banyak kerikil
Iya, memang gue selama ini shalatnya duduk
Tapi kan gue juga tetep harus berdiri dan gue nggak bisa berdiri di atas kerikil
Gue juga nggak bisa ke makam eyang karena harus menanjak
Gue nggak bisa
Terus ngapain gue kesini?
Mendingan di rumah aja
Nggak usah naik turun tangga setiap kali mau makan atau mau
ke toilet
Nggak usah ngerenyit kesakitan setiap kali naik turun tangga
jahanam ini
Mendingan di rumah aja
Nggak dengar pertanyaan ‘terus kata dokter apa?” dan gue
jawab “dokternya aja nggak ngerti kenapa bisa sakit kayak gini.”
Mau mati nggak lo kalo denger kayak gitu? Dokter ahli aja
nggak tau apalagi gue. Dan dokternya cuma bisa ngasih painkiller terus-terusan
Mau bikin ginjal gue ancur? Selain kaki, terus ginjal gue ancur?
Mendingan di rumah aja
Nggak dengar selentingan bercandaan ‘harusnya eyang yang
pake tongkat. Bukannya malah cucunya’
Dikira gue mau kayak gini?
Dikira ada yang mau kayak gini?
Damn
Mulut gue udah hampir terlontar semua umpatan umpatan
Tapi kan cuma bisa diam
Mau jadi anak durhaka apa pas lebaran malah ngatain om
sendiri?
Mendingan di rumah aja
Lebaran juga nggak kerasa kayak lebaran
Nggak harus dengerin bercandaan yang nyakitin hati. Dari
orang yang katanya keluarga tapi cuma ketemu setahun sekali
Nggak harus bolak balik kesana kesini tertatih tatih susah
payah dan harus dilihatin sama orang-orang karena langkah kaki yang pelan
Mendingan di rumah aja
Nggak usah pulang kampung
Dibanding kepikiran
Tahun depan udah sembuh apa pakai tongkat lagi? Atau malah
kursi roda?
Mendingan di rumah aja
Nggak perlu berpura-pura di depan orang lain kalau gue baik-baik aja
Padahal kerjaan tiap malem mewek terus
Mikirin hidup gue kayak gimana kalau gini terus
Mendingan di rumah aja
No comments:
Post a Comment