Ada satu momen yang setiap hari selalu saya tunggu-tunggu. Momen dimana saya pulang naik ojek dari stasiun menuju ke rumah saya.
Bukan, bukan mau bertemu abang ojek langganan tapi karena setiap kali naik ojek dalam perjalanan pulang, saya bisa dengan bebas melihat langit yang hampir selalu menampakkan bintang-bintang dan bulan yang kadang separuh tertutup awan, kadang bulat tanpa cela.
Perjalanan dari stasiun menuju rumah saya tidak lama. Hanya sekitar 5 menit. Tapi di menit-menit tersebut, setiap kali saya memandang langit, pikiran saya bisa terbebas dari hal-hal yang membuat saya penat. Isi kepala saya otomatis berpetualang jauh. Kadang saya memikirkan diri saya yang sedang merebahkan diri di sebuah padang rumput dengan langit terbentang luas dan bintang-bintang bertaburan sampai tak terhitung, kadang saya memikirkan diri saya sebagai seorang astronot yang berada di luar angkasa dan yang ada hanya kesunyian tidak seperti di Gravity yang membuat jantung berdetak kencang. Tapi lebih seperti manga Planetes. Memikirkan esensi hidup dalam keheningan
Selama 5 menit, isi kepala saya bisa dengan luasnya berimajinasi. Walaupun tak jarang juga saya hanya mengosongkan kepala dan melihat langit. Berharap langit hitam itu bisa menghisap semua rasa lelah, resah dan ragu yang ada.
Bangunan-bangunan rumah pun kemudian menghalangi pandangan saya dan ojek pun berhenti di rumah yang sudah saya tinggali selama 10 tahun lebih. Langit malam mungkin tidak menghisap semua rasa lelah saya, tapi dia memberi saya ketenangan walau hanya sejenak.
2 comments:
Hayok kita bikin trip ke hemparan bukit rumput untuk tiduran sambil liat bintang~
@agyu: ih hayoooooookkkkkkkkkk
Post a Comment