Wednesday, October 6, 2010

Marmut Merah Jambu

Oke, gue udah lama buanget beli buku ini. Cuman baru pengen share sekarang aja sih.

Untuk orang-orang yang kenal Raditya Dika dengan karya-karyanya, pasti orang langsung inget sama blognya yang di bukukan yang isinya pengalaman kocak yang berasal dari kehidupannya si Raditya Dika itu. Dan kebanyakan, memang agak-agak unik. Entah itu memang kejadian biasa yang diberi kata-kata yang agak berlebihan, atau memang kejadian aslinya seunik itu. Bagaimanapun kejadian aslinya, Raditya Dika berhasil bikin kita terbawa sama kata-kata yang ditulisnya. Dengan baca bukunya, kita bisa ketawa mulai dari pelan sampe ngakak guling-gulingan. Bahkan kita juga ngerasa sedih banget pas baca beberapa cerita yang cukup mengena di hati. Kita pun sebagai pembaca, merasa semakin dekat dengan kehidupan asli sang penulis dan keluarganya, juga teman-temannya.

Marmut Merah Jambu ini adalah bukunya yang paling terbaru, yang menurut gue paling serius diantara buku-bukunya sebelumnya, dan yang paling gue suka di antara buku-bukunya yang lain. Khususnya, untuk orang-orang di luar sana yang pernah ngerasain pahitnya jatuh cinta *ohok ohok*

Sebenernya formatnya mirip sama buku-bukunya yang sebelumnya. Semua berasal dari kisah nyata sang penulis. Hanya saja, kali ini dalam setiap akhir bab cerita yang ada, ada kalimat atau paragraf pamungkas yang menjadi klimaksnya cerita dari bab itu. Dan sadisnya, kalimat atau paragraf pamungkas itu selalu menohok tepat ke ulu hati. Istilah gaul jaman sekarang mah `mak to the jleb`

Gue nggak akan berkomentar lebih panjang lagi. Pokoknya, ini bukunya yang paling gue suka. Dan gue akan mengutip salah satu paragraf pamungkas dari salah satu cerita yang ada di buku itu.

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam, pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam, hanya bisa seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian"

No comments: