Monday, July 27, 2009

Pagi hari ini

jam 3 lewat 15 dini hari dan saya masih belum memejamkan mata.

Ketika saya sudah mulai menutup semua tab yang terbuka, mendadak mata saya terpaku pada status FB salah satu teman saya. "I Cry Now -gue harap bokap gue mati-" Dada ini mendadak sakit. Mulut ini spontan mengucap. Astagfirullah....

Dan saya pun mulai membaca komentar disana satu persatu. Masalah keluarga broken home yang menjadi penyebabnya. Tadinya saya ingin meninggalkan status itu tanpa memberikan kata-kata. Tapi akhirnya saya pun menulis komen yang agak panjang. Intinya tentang kesalutan saya padanya karena mampu bertahan di situasi itu, karena hanya dia yang mampu, dan setelah itu, saya pun blank. Tak tahu harus berkata apa. Sampai akhirnya saya berkata

"gue nggak tau gimana rasanya jadi elo. Gue salut luar biasa sama lo. Tapi gue cuman bisa bantu doa dari sini..."

Tangan ini, ketika menulis postingan ini, masih gemetaran. Dada ini, masih bergemuruh luar biasa. Ya, saya tak pernah tau bagaimana perasaannya. Saya tak pernah tahu apa yang akan saya lakukan jika di posisi dia. Mungkin akan jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Entahlah... Saya pun kemudian mengucap syukur. Betapa luar biasa saya diberikan keluarga seperti ini.

Lalu saya kembali melihat komen-komen di status fesbuknya. Ada seseorang yang sudah ditinggal meninggal kedua orang tuanya ketika umur 1 tahun. Mata ini berkaca-kaca...
Astagfirullah...
Astagfirullah...
Astagfirullah...


Ya Allah... betapa luar biasa bejatnya diri ini karena baru menyadari, betapa luar biasa karunia yang Kau berikan untukku...
Keluarga luar biasa yang telah Kau ciptakan...
Sahabat..
dan orang terdekat lainnya...

Dengan semua lumuran dosa ini, Engkau masih memberiku berkah tak terhingga....

Alhamdulilah... Alhamdulilah..
Subhanallah....

No comments: