Sunday, May 10, 2009

Insomnia menyerang (lagi) dan gue inget masa lalu

Lagi-lagi insomnia ini menyerang Dan karena gw bingung mau ngapain, gw akhirnya blogwalking.

Malem-malem buta gini, gw shock ngebaca beberapa blog dan notes temen-temen gue. Hal yang terjadi sama mereka, menurut gw jauh lebih berat daripada hidup yang gw jalanin sekarang. Broken home, diikutin stalker, cowok nya suka mukulin dia, selalu berantem sama orang tuanya. Dan gw baca kalimat itu. PENGEN MATI.

Gw pernah ada di posisi "pengen mati" itu. Ada satu kejadian beberapa tahun lalu, yang bikin gw amat sangat down. Gw bahkan nggak ngerasa "hidup" saat itu. Pulang sekolah, gw langsung ke kamar. Nggak jarang, gw skip makan. Gw seakan ga punya rasa lapar. Gw terlalu shock atas masalah yang gw hadapin. Gw tau orang-orang di rumah gw menyadari perubahan sikap gw yang mendadak berubah. Gw tau mereka menerka-nerka apa yang terjadi sama gw. Mungkin mereka pikir, gw cuman sakit hati karena seorang lelaki atau mungkin nilai-nilai gw yang mendadak kayak jatoh ke jurang.

Tapi kenyataannya, hal yang menimpa gw, jauh lebih besar daripada itu. Ini masalah tentang apa yang gw hormatin dan kenyataan yang ternyata melenceng jauh dari apa yang gw hormatin dan gw percaya selama ini. Dan karena masalah ini gw rasa personal, gw nggak berani cerita ke siapa-siapa. Gw nggak berani cerita ke orang tua, gw nggak berani cerita ke adek gw, bahkan gw pun nggak berani cerita ke diary. Dan akhirnya gw cuman ngurung diri di kamar. Tiap malam, gw nyalain radio kenceng-kenceng. Dan gw menangis. Bingung harus berbuat apa. Bertanya-tanya kenapa harus gw yang menanggung beban seberat ini dan lalu mengingat-ngingat kesalahan gw selama ini. Mungkin ini karma yang harus terjadi atas hal-hal biadab yang gw lakuin.

Dan ketika hari esok mulai datang dan gue harus kembali ke aktifitas yang biasa, gw mulai masang topeng "ceria" itu kembali. Gw senyum selebar-lebarnya. Di sekolah pun, gw tertawa sekencang-kencangnya agar bisa menutupi rasa hancur gw. Kalo gw bengong dan temen gw nanyain gw kenapa, gw langsung bilang "kapan ya gw kurus?" dan mereka tertawa. Gw pun tertawa. Tapi gw juga nangis. Rutinitas gw tiap hari, ya gitu. Masang topeng setiap saat, dimana pun ada orang di sekitar gw.

Temen gw sempet ada yang bilang :
"Enak ya met jadi lo. Lo nggak punya masalah. Gw kalo ngeliat lo, kayaknya lo tuh ketawaaa terus. Kayak nggak punya masalah."
Gw sempet diem. Dan cengiran konyol gw, spontan langsung terpasang sempurna di muka gw.

Dia nggak tahu, setiap malam gw menangis. Dia nggak tau, kalo di butuhkan kekuatan yang amat besar untuk tertawa dan terlihat ceria dan gw mengerahkan segala kekuatan gw untuk tetap terlihat ceria. Dia nggak tau, setiap harinya, gw bertanya-tanya kapan nyawa gw bakalan diambil karena gw udah nggak kuat lagi. Dada ini terus-menerus merasa sesak karena masalah itu. Dia nggak tau. Nggak ada seorang pun yang tau.

Satu-satunya tempat ketika gw bisa melepas topeng itu adalah ketika gw di kamar sendirian. Ditinggal di rumah sendiri pun, adalah salah satu hal yang bisa bikin gw merasa lega. Gw akhirnya bisa menghela nafas panjang dan bisa menangis sekeras-kerasnya tanpa harus takut didengar oleh orang tua atau pun adek gw. Gw bingung. Gw nggak punya siapa pun yang bisa gw ajak berbagi.

Sampai akhirnya, gw tiba-tiba tersadar. Ada yang mau dengerin semua keluh kesah gw tanpa membocorkan masalah ini. Gw langsung ambil air wudlu terus solat. Gw nangis. Gw luapin semua. Gw merasa sangat luar biasa bejat karena baru menyadari-Nya yang selalu ada di dekat gw. Gw merasa sangat brengsek karena baru ingat Dia ketika gw mendapat hal yang membuat gw jatuh sejatuh-jatuhnya. Gw tau selama ini Allah memang ada. Gw tau. Gw pun inget ketika gw ada masalah, gw hanya bisa mengadu ke Allah. Tapi, gw baru bisa merasakan kalau dia benar-benar ada, ketika gw akhirnya tersadar. Selama ini, gw tau, tapi gw nggak sadar.

Tiap malam akhirnya gw selalu mengeluh kepada-Nya. Walaupun gw tau Dia udah tau semua yang terjadi sama gw, hati dan mulut ini gak berhenti-berhenti mengeluh. Menceritakan semua hal yang membuat suatu perubahan besar dalam hidup gw dan sangat mempengaruhi mental gw. Gw mulai mencoba untuk mengenal-Nya lebih jauh. Gw perlahan-lahan, mulai merasakan-Nya di setiap shalat gw. Nggak kayak dulu. Yang gw cuma shalat karena itu adalah keharusan.

Dan perlahan, seperti ada yang menuntun gw untuk kembali ke rutinitas normal. Ada yang menuntun gw untuk melepas topeng "ceria" gw dan membantu gw untuk melepaskan beban berat yang ada di gw. Seperti ada yang berbisik "tenang... ini akan berlalu. Yang harus dilakukan, hanya bertahan dan terus berdoa"

Alhamdulilah, gw berhasil bertahan sampai menit ini, detik ini. Melihat postingan temen-temen dari blog yang gw telusurin barusan, gw cuman bisa berdoa. Mudah-mudahan mereka bisa "menyadari" bahwa ada tempat untuk mereka mengadu. Ada tempat dimana ketika mereka menemukan tempat itu, mereka nggak bakalan merasa sehancur itu. Tempat dimana ketika mereka menemukan tempat itu, beban mereka tidak akan terasa seberat itu. Gw pun bisa menyingkirkan topeng "ceria" itu. Kali ini, gw ceria karena gw memang merasa bahagia. Walaupun gw nggak memungkiri, kadang kejadian itu masih terus membayangi gw sampai sekarang. Dan gw masih bingung bagaimana akhir dari kejadian itu, karena sampai sekarang, permasalahannya belum selesai. Gw pun masih suka menangis memikirkan permasalahan itu. Gw masih suka down. Tapi setidaknya, masa-masa kehancuran gw dulu, nggak bersambung sampai sekarang.

No comments: