Thursday, May 27, 2010

Nyesel... :((

Gue sering sih ngerasa nyesel...

Tapi kali ini nyesel banget...

Kemaren, bokap ngajakin gue ke bandung. Doi ada kerjaan gitu di bandung. Kan mayan kalo gue ama nyokap ngikut, jadi bisa nemenin.

Sayangnya, pas hari H, karena gue lagi kesel, trus gue melipir ke bioskop deket rumah. Eh, khilaf... Tau-tau gue nonton 2 film aja gitu. Prince of Persia sama Robin Hood.

Pas jam 8 malem (gue masih di dalem bioskop nonton Robin Hood), mendadak nyokap sms "mama sama ayah berangkat. Kamu di rumah ati-ati ya sama dede."

Gue lupa aja dong harusnya ke bandung! Ah ya udah. Gue pikir, paling kayak biasanya.

Eh... besoknya pas nyokap ama bokap pulang, bokap langsung ngomong, "Kamu nyesel nggak ikutan ke bandung."

"Ha? Kenapa yah?"

"Di restorannya, dari pagi ampe malem, itu sushi beterbaran di sana-sini. All you can eat pula!"

"HAAAAAAA?????"

Gue langsung bengong.

KENAPA TUHAANN?? KENAPAAAAA????

Sunday, May 23, 2010

Kick ass is Bad Ass!!



Pertama gue liat trailernya sekilas, gue langsung mikir "Idih, film apaan ni??"

Waktu itu yang gue liat di trailer adalah seseorang dengan baju ijo-ijo aneh nggak jelas, lagi berantem dikeroyok 3 orang dan kejadian itu di rekam sama seseorang lewat handphone kemudian di upload ke Youtube. Dan kemudian, terkenallah si pahlawan bernama Kick Ass itu. Pahlawan 2.0 (dan gue pun langsung close tu tab)

Ternyata, nggak beberapa lama, muncullah review orang-orang yang udah nonton Kick-Ass ini. Dan mereka rata-rata bilang "Bagus! Keren banget!!"

Gue pertamanya skeptis. Film kayak gitu dibilang bagus? Yang bener aja!

Tapi sangking penasarannya, akhirnya gue pun nonton. Dan ya, film ini ternyata keren!

Cerita dimulai dengan seorang pemuda maniak komik yang pengen jadi pahlawan. Dia muak karena pahlawan cuman ada di komik-komik, sedangkan orang jahat? Orang jahat bukan hanya ada di komik. Orang jahat pun ada di dunia nyata. Jadi kenapa nggak ada pahlawan di dunia nyata? Dan dia pun bertekad pengen jadi pahlawan di dunia nyata.

Dengan segala lika-liku pemuda biasa yang nggak punya kekuatan atau pun kemampuan lebih, dia jadi pahlawan (yang sebenernya lebih patut dikasihani dibanding di agung-agungkan). Dia pun jadi pahlawan yang nggak diketahui siapa-siapa.

Sampai akhirnya, dia nolong seseorang yang dikeroyok. Setelah kejadian itu, dia kemudian dikenal di dunia maya. Karena pas dia nolong orang itu, ada orang lain yang ngeliat kejadian itu (lebih ke banyak orang yang ngeliat sih sebenernya) dan kemudian ngerekam lewat hapenya terus di upload ke youtube. Terkenallah dia sebagai pahlawan di dunia nyata bernama Kick-Ass.

Ternyata, ada jagoan lain selain dia. Dan jagoan-jagoan ini, adalah jagoan yang bener-bener jagoan yang punya kemampuan dan keahlian luar biasa dengan tubuh serta senjata. Mereka adalah Big Daddy (yang pakaiannya kayak Batman tapi kurang keren) dan Hit Girl (anak cewek yang baru berusia 11 atau 12 tahun tapi keahliannya keren banget). Ya, mereka ayah dan anak.

Awal film, gue masih ngerasa kurang tertarik sama film ini. Gue masih belum tau apa yang menarik dari film ini. Tapi lama kelamaan, ya, film ini menjadi sangat menarik.

Film ini emang sedikit lebih hardcore dibanding film pahlawan lainnya. Dari bahasa. Banyak bahasa kasar yang di gunain di film ini. Dan gue sendiri sempet kaget karena si Hit Girl (yang emang baru berusia 11 atau 12 taun ini) mengucapkan kata-kata kasar dengan santainya. Kalo lo nonton, coba untuk dengarkan baik-baik dialognya. Hahahahaha...

Yang kedua, film ini banyak darah! Ya. Bukan darah kayak slasher Saw yang sadis gitu. Yang ini lebih smooth (dikit). Tapi tetep, banyak darah bercipratan disana- sini (gue puas!)

Yang ketiga, film ini walaupun fantasi tapi agak lebih masuk akal dibanding film pahlawan lainnya. Karena mereka nggak punya kekuatan super. Tapi mereka punya keahlian diri dan kemampuan yang luar biasa dalam memakai senjata yang familiar oleh kita (pistol, pisau lipat, bazooka). Bahkan si Kick-Ass ini beli kostumnya di semacam kayak e-Bay gitu :D

Karena film ini, gue jadi penasaran banget sama komiknya. Pengen beliiiiii!! Karena katanya sih, komiknya jauh lebih hardcore (Ya Tuhan. Gue berasa agak-agak sikopat)

Yeah well, overall film ini keren! Sayang, gue ngerasa film ini sangat sangat menarik ketika seperempat akhir film. Tapi ya, gue puas sama film ini! Film ini bikin gue ngakak, nelen ludah, dan juga sampe berkaca-kaca karena ada satu adegan yang sedih banget :((

Kick ass is bad ass and Hit Girl's definietly my new hero!!!

Shrek Forever and Ever



Bukan. Itu bukan judul Shrek 4. Judul Shrek 4 sih Forever After. Kali ini gue cuman pengen ngebahas film-film Shrek keseluruhan. Yah well, secara gue emang penggemar berat Shrek, jadi kayaknya kurang gimana gitu kalo gue nggak nulis postingan tentang Shrek *halah. Berasa penting aja gue*

Siapa sih yang nggak kenal Shrek? Shrek adalah tokoh utama dalam sebuah film animasi yang berbeda dari yang lainnya. Baik dari gambar maupun cerita. Biasanya dalam sebuah cerita fantasy, diceritakan seorang putri yang terkurung di menara dan dijaga oleh naga, akan ditolong oleh seorang pangeran tampan dan membangunkan si putri dengan ciumannya. Nah, gimana kalo ternyata pangeran yang ditunggu ternyata adalah Ogre (monster yang berwarna hijau) yang ditakuti orang-orang dan kuda putih si pangeran ternyata cuman keledai cerewet yang nggak berenti nyanyi atau ngomong?

Apakah Putri Fiona kecewa karena pangeran yang ditunggunya hanya monster dan bukan pangeran tampan? Rahasia apa yang disembunyikan Sang Putri? Dan kemudian cerita pun mengalir.

Karena cerita yang beda pun, Shrek mendulang kesuksesan yang luar biasa! Shrek juga memenangkan Academy Awards untuk kategori film animasi terbaik :D

Dan karena kesuksesannya itu, pihak Dreamworks pun membuat sekuel Shrek. Shrek 2 menurut gue, adalah film terbaik dari keseluruhan Shrek. Ceritanya pun lebih berwarna dibanding film pertama. Pokoknya ini favorit gue banget!


Film kedua menceritakan tentang Shrek dan segala rasa mindernya karena menjadi suami dari putri kerajaan Far-Far Away. Shrek pun ditentang oleh ayah Fiona, yang adalah Raja dari kerajaan Far-Far Away. Dan Shrek pun merasa Fiona akan lebih bahagia jika bersama dengan seorang manusia dibanding bersama Ogre yang ditakuti semua orang. Shrek pun akhirnya mencari jalan untuk menjadi manusia.

Karakter-karakter di film pertama, udah bikin gue jatuh cinta banget. Shrek, Putri Fiona, Donkey, Lord Farquaad. Karakter mereka nggak mudah untuk dilupakan.

Di Film kedua ini, karakter pun bertambah (minus Lord Farquaad tentunya). Ada Raja dan Ratu dari Far-Far Away yang adalah orangtua Fiona, Fairy Godmother yang licik (sangat berbeda dengan film lain dimana ibu peri itu selalu baik hati), ada Prince Charming (secara fisik, dia memang pangeran berkuda putih yang selama ini selalu diimpikan Fiona untuk menolongnya di menara. Sayang, orangnya terlalu narsis. Gue aja geli ngeliatnya), dan terakhir, karakter yang paling nggak bisa dilupakan, Puss in Boots!

Kucing pemakai sepatu boots ini bener-bener bikin orang jatuh hati dari pas pertama ngeliat. No wonder dia jadi salah satu karakter penting di film Shrek 2 sampai Shrek 4 ini.


Sekuel dari Shrek pun meraih sukses! Dan kemudian, pihak Dreamworks kembali memberikan kita suguhan Shrek ketiga atau yang lebih dikenal dengan Shrek The Third.

Di film ini, cerita kemudian semakin berkembang. Raja Far-Far Away meninggal. Dan dia menunjuk Shrek untuk menjadi raja pengganti. Sayangnya, Shrek amat sangat tidak berminat untuk menjadi raja pengganti karena dia merasa tidak cocok dan tidak punya kemampuan sebagai Raja. Dan kemudian, Shrek, Donkey dan Puss in Boots memulai perjalanan untuk mencari Artie, yang adalah sepupu jauh Fiona yang bisa menjadi raja pengganti.

Selama Shrek tidak ada, kerajaan Far-Far Away mendadak diserang oleh para penjahat yang ada di film-film fantasi. Mereka berontak karena mereka pun ingin mendapat hidup yang bahagia selamanya. Di pimpin oleh Prince Charming (yang terobsesi menjadi raja dan ingin membalas dendam pada Shrek atas kematian ibunya, Fairy Godmother), para karakter jahat itu menyerang kerajaan Far-Far Away beserta seluruh warganya.

Bukan hanya itu konflik yang ada di film ketiga ini. Shrek pun harus berjuang dengan dirinya sendiri dan bertanya-tanya apakah dia pantas menjadi seorang ayah karena Fiona ternyata mengandung anak mereka.

Menurut gue, film ini kurang greget dibanding yang kedua. Nggak tau ya, menurut gue film kedua itu udah klimaks banget. Jadi nggak perlu ditambah lagi. Tapi ya, untuk lucu-lucuan dan buat ngilangin penat, film ini okelah buat ditonton.


Yang keempat adalah film Shrek Forever After. Beberapa ada yang menyebut Shrek The Final Chapter karena konon katanya, Shrek yang keempat ini adalah film Shrek yang terakhir.

Kali ini Shrek diceritakan dia lelah dengan kehidupan yang dijalaninya sekarang. Dulu, dia adalah Ogre yang ditakuti semua orang. Sekarang? Dia merasa tak lebih dari seorang Ogre yang sudah kehilangan harga diri Ogrenya *halah. opo toh* Intinya, dia merindukan masa-masa dulu ketika dia masih menjadi Ogre yang ditakuti oleh orang-orang.

Akhirnya, ada seorang yang memiliki kekuatan sihir yang bisa mengabulkan keinginan Shrek. Dia adalah Rumpelstintkin. Dan kemudian, Shrek pun pergi ke dunia dengan dimensi yang lain. Dimana dia adalah Ogre yang ditakuti. Sayangnya, semua berbeda. Sangat berbeda. Ogre yang ditakuti orang-orang, ternyata ditangkapi oleh pemerintah dan Ogre pun dijadikan budak.

Bukan hanya itu perubahan yang ada di dunia lain ini. Semua berubah dengan sangat drastis. Donkey tidak mengingatnya, Puss In Boots menjadi luar biasa gemuk (jadi lebih mirip Garfield) dan tidak mengenal Shrek tentunya, lalu Fiona, yang adalah belahan jiwa Shrek, tidak lagi menjadi Putri dari kerajaan Far-Far Away. Fiona yang ada di dunia berbeda dimensi ini adalah pemimpin dari kelompok Resistance yang tidak setuju dengan pemerintahan Far-Far Away. Dan dia tidak mengenal Shrek.

Penasaran siapa Rumpelstintkin itu siapa dan bagaimana Shrek bisa ke dunia beda dimensi itu? Nah, mending tonton ajaa... :D

Menurut gue, film keempat ini lebih kurang gregetnya lagi di banding film ketiga. Tapi film ini nggak kalah lucu dibanding 3 film Shrek yang lain. Gue ketawa ngakak banget nonton ini! Sumpah kocak abis! Film ini bisa jadi film penghibur yang asik. Tapi kalo dari sudut cerita, dibanding ketiga film lainnya, gue ngerasa kurang gregetnya.

Tapi gue jauh lebih suka cerita pas mereka berada di dunia dengan dimensi lain. Dimana ada resistance yang memberontak. Penyegaran untuk Shrek lah :D

Gue nggak tau apakah nanti akan ada Shrek 5 atau nggak. Rumor yang beredar masih simpang siur soalnya. Ada yang bilang ini adalah film terakhir, tapi itu semua masih bisa berubah kan? :D

Yah well, begitulah review panjang gue tentang Tetralogi Shrek ini. Shrek emang film yang longlasting banget. Bahkan Shrek ini udah dikategorikan sebagai salah satu film klasik. Keren!!

Viva Forever, Shrek!!!!