Dan tentunya seiring berita bahagia itu, pertanyaan 'kapan nyusul' pun pasti semakin tinggi juga ya intensitasnya. Heuheuheu... Yah well, apa mau dikata. Kadang basa basi itu menyebalkan.
Dibalik jawaban gue yang kalo ditanya tentang itu suka ngejawab 'makanya cariin dong', gue rasa gue bukan tipe yang akan menyusul mereka dalam waktu dekat ini. Gue bahkan merasa gue kayaknya bukan tipe yang akan menikah muda. Ya selain calonnya juga belum ada, gue kayaknya punya trust issue.
Gimana nggak? Hidup gue dikelilingi oleh perselingkuhan. Temen gue, saudara gue, orang yang paling gue percaya sekali pun juga melakukan itu. Dan gue sudah melihat dari ketiga sudut pandang. Dari pihak yang selingkuh, dari pihak yang diselingkuhi, dan dari pihak ketiga. Dan semakin kesini, entah kenapa permasalahan itu kayak semakin berkumpul di dekat gue.
Entahlah, mungkin itu yang bikin gue agak susah percaya sama orang. Gue tipe yang nggak mudah membuka diri ke setiap orang yang gue kenal, even mereka curhat ke gue. Gue biasanya hanya membuka diri ke orang-orang yang amat sangat gue percaya.
Itu juga sih yang sering jadi doa gue tentang pendamping kalo abis solat. Yang pertama dia bisa jadi imam dunia akhirat yang baik, yang kedua jangan pernah ada tertanam di pikirannya untuk dia selingkuh atau poligami. Dua poin paling penting buat gue.
Mungkin itu kenapa ada rasa dimana gue pengen pasangan gue nantinya pernah merasakan bagaimana di selingkuhi, supaya dia nggak akan berbuat hal yang bisa menyakiti seperti itu karena dia udah tau rasanya. Sakitnya anjir-anjiran. Sakit banget.
Again, postingan nggak jelas karena deg-degan ujan gede. Takut banjir lagiiiiii aaaakkk >,<
posted from Bloggeroid