Sunday, February 10, 2013

Mungkin malam

Mungkin malam selalu identik dengan kenangan.

Mungkin karena aku bisa menggambarkan apa yang ada di benakku pada langit yang seperti kanvas kosong itu.

Mungkin karena keheningan total yang menyelimuti, sehingga aku bisa mendengarkan dengan lebih jelas bisikan-bisikan masa lalu yang tidak terlalu terdengar di siang hari.

Mungkin karena gabungan keduanya sehingga aku bisa menggambarkan bagaimana dirimu yang hampir terlupa, serta mendengar lagi bagaimana suaramu yang hampir tak bisa kuingat.

Mungkin malam menjadi satu-satunya waktu ketika aku bisa berdansa dan memabukkan diri dengan seluruh ingatanku tentangmu yang perlahan mulai memudar.


*balada mati lampu. 8$+#))£&@G#$(5g9£*


posted from Bloggeroid

Banjir

Oh well, okay. Rumah gw kebanjiran (lagi). Setelah 2002, 2007, januari 2013 kemaren rumah gw kebanjiran. Masuk rumah selutut.

Anyhow, walaupun udah sebulan abis banjir kemaren, tapi keadaan di rumah gw masih kacau balau. Baju-baju gw masih banyak di dalem plastik sampah yg item gede itu (semuanya malah), gw sebulan ini tidur di kursi kayu, komputer gw masih berupa pretelan. Kata nyokap jangan diturunin dulu sebelum februari selesai.

Selain itu, gw juga sekarang suka panik kalo denger orang berisik di depan rumah, inget para tetangga yang heboh karena banjir. Dan setiap kali gw denger berita tentang hujan gede, either di bogor, bekasi atau jakarta, bawaannya selalu panik.

So yeah, kayaknya masih trauma berat sih. Dan gw masih belum kembali ke kehidupan normal. Oh well...
posted from Bloggeroid

Tuesday, January 8, 2013

Start over

Akhir-akhir ini mikir kayaknya mau memulai sesuatu, tapi kepentok umur, kepikiran apa tanggapan orang-orang sekitar nantinya.

Barusan liat dialog sama seorang biksu yang ngebahas tentang hal sama. Well, dia bilang, mulai aja kalau memang mau mulai suatu hal dari awal.  Nggak usah pikirin orang lain. Pikirkan baik-baik apa yang mau dilakukan dalam hidup ini. Jangan sampai nyeselnya nanti.

Hmmm...