Monday, March 14, 2011

Everything will be fine



Entah kenapa, hari ini rasanya capeeekk banget.. Tangan, kaki, lutut, pundak, hati... seluruh sendi tubuh dan hati gue rasanya lelah. Entah karena apa.

Dan mendadak iTunes gue dengan ajaibnya, muter Details in The Fabricnya Jason Mraz. Gue repeat terus menerus. Seakan kayak salep yang bisa nyembuhin kegalauan.

Calm down
Deep breaths
And get yourself dressed instead
Of running around
And pulling all your threads saying
Breaking yourself up

If it's a broken part, replace it
But, if it's a broken arm then brace it
If it's a broken heart then face it

And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your own name
And go your own way

And everything will be fine
Everything will be fine
Mmmhmm

Hang on
Help is on the way
Stay strong
I'm doing everything

Hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way

And everything, everything will be fine
Everything

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?

Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you're shocked it's just the fault
Of faulty manufacturing.

Yeah everything will be fine
Everything in no time at all
Everything

Hold your own
And know your name
And go your own way

Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling? (Go your own way)

Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic (Go your own way)
Is it Mother Nature's sewing machine?

Are the things that make you blow (Hold your own, know your name)
Hell no reason go on and scream
If you're shocked it's just the fault (Go your own way)
Of faulty manufacturing

Everything will be fine
Everything in no time at all
Hearts will hold

And everything, everything will be fine..
Yes... Everything will be fine..

Ibitsu

Well, it's been a whiiiiilllleeee since i wrote here *bener ga tu grammarnya? au ah* Dan disinilah saya kembali lagi hadir bersama kalian semua, dan masih tetap menganggur tentunya *kedip2 cacingan*

Anyway kemaren ini gue baru baca komik onlen yang kampret sekampret-kampretnya bikin gue merinding bacanya. Entah karena gue bacanya pas tengah malem, atau emang cerita dan gambarnya yang menurut gue emang sadis.

Judulnya Ibitsu

Sumpe ye, ini komik sampe bikin gue tutup mata dan bikin bulu kuduk merinding, tapi gue tetep nggak bisa berenti bacanya. Dan walaupun udah beberapa hari yang lalu gue baca komik ini, kadang-kadang sampe sekarang gue masih kebayang-bayang adegannya dong. Dyeeemm!

Artworknya menurut gue nggak bagus-bagus amat. Tapi juga nggak jelek. Awalnya gue pikir paling cerita setan biasa lah yang digentayangin segala macem. Tapi ternyata horornya ngegabung juga sama sadis. Sakit lah pokoknya menurut gue mah.

Apa karena gue bacanya pas malem-malem buta ya? Hmmm.. pokoknya komik ini bikin gue merinding disko -_-"

Monday, February 28, 2011

Nganggur lagi

Jadi sudah 3 bulan kira-kira semenjak saya jadi pengangguran *lagi*

Muahahahaha... Menyesali keputusan resign dulu? Nope! 100% nggak apalagi setelah gue tau cerita pas abis gue keluar. Hiiihh!! Malah sangat sangat bersyukur gue kemaren resign *buang muka sambil nyumpah-nyumpah*

Dan yah, cari kerja itu susyeh yaaa... panggilan interpiu pun tak ada buat gue :(( *nangis guling2 sampe kurus*

Keluarga besar yang kepo sering nanyain "kenapa resign? Sekarang kerja dimana? Nyari kerja susah loh. Apa jangan-jangan udah punya pacar trus mau nikah ya?" Pret. Makanya gue lagi anti banget ni ketemuan sama keluarga jauh. Pura-pura ada janji ama temen aja biar ga ketemuan. Ngahahaha...

Nyak babeh juga nanyain mulu "gimana kerjaan? udah ada belom yang baru?" dan kemudian pasti balik lagi ke perusahaan minuman yang dulu tempat gue magang. Meh. Bikin makin depresi aja. Seakan-akan selalu diingetin kalo keputusan yang dulu gue ambil itu salah. Padahal emang waktunya aja nggak tepat. Tau kan gimana rasanya? Hal yang tepat di waktu yang ga tepat. Berat buat ngambil keputusan. Tapi kan akhirnya gue lebih milih nyelesein skripsi dulu.

Pacar pun tak ada. Temen pada sibuk sama kegiatan masing-masing. Jadilah gue di rumah terus. Ngendon biar nggak ngabisin duit nyak babeh. Yah, seenggaknya itu yang bisa gue lakukan ketika jadi pengangguran ga punya duit.

Teuing lah. Pokoknya saya sedang dalam masa-masa depresi karena nganggur dan tak punya pacar. Ngok.

*postingan macam apa ini?*