Friday, July 24, 2009

Ucapan Terima Kasih

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya dengan tak terhingga kepada Gusti Allah yang Maha Agung dan Maha Tahu karena masih membuat saya bertahan sampai selama ini. Terus menolong saya, terus menopang saya, ketika tak ada siapapun yang bisa saya andalkan. Saya yang hanya setitik debu sangat kecil di mata-Mu, ternyata masih diberi berkah luar biasa. Subhanallah... alhamdulilah....

Kedua, saya berterima kasih kepada permasalahan yang datang silih berganti tanpa koma dan tanpa titik kepada saya karena dengan begitu, saya bisa memahami ini semua dan bisa melihat semua dari sudut pandang yang berbeda (walau sebelum itu, saya pasti selalu nangis-nangis dan keluhan ini terus menerus terucap tanpa henti). Tapi, saya bisa bertahan. Sampai detik ini, saya masih terus bisa bertahan.

Ketiga, saya berterima kasih dengan sangat kepada otak, pikiran, jantung, dan hati saya karena dengan luar biasanya, mampu menahan penat yang luar biasa ini. Juga kepada anggota tubuh saya yang lain, karena bisa diajak kerja sama dan nggak sakit-sakitan.

Hei pikiran, terima kasih karena masih sanggup terus berfikir sampai sekarang. Ga peduli sepenat apapun kamu.
Kepada otak, terima kasih dengan sangat, karena daya ingat kamu luar biasa (walaupun banyak juga memori yang ilang) makasih banget.
Kepada jantung, terima kasih karena masih berdegup. Maaf akhir-akhir ini kamu berdegup dengan lebih kencang karena mendadak saya ingat dirinya. Anggap saja olah raga jantung. Hehehehe....

Dan terakhir, kepada hati... luar biasa saya salut kepada kamu. Karena sebanyak apapun kamu merasa sakit, sebanyak apapun kamu merasa sesak, sebesar apapun rasa sakit itu, kamu masih tetap bisa bertahan. Saya benar-benar salut.


Sekian ucapan terima kasih dari saya.
Sekarang, senyum ini bisa saya keluarkan tanpa beban.
Senyum ini bukan senyum kepura-puraan lagi.
Tulus, saya tersenyum karena bahagia.


Terima Kasih...

Monday, July 13, 2009

K.O.S.O.N.G

Karena rasa hampa dan rasa kosong ini

tak melulu karena cinta

Sunday, July 12, 2009

Saya lelah

Saya sedang lelah berpura-pura bahagia

Saya sedang lelah berpura-pura bahwa tak ada kejadian apa-apa

Saya ingin bercerita pada orang lain, tapi tak bisa

Mau bagaimana pun mereka bilang mereka akan mengerti rasa ini,

mereka tetap tak akan mengerti

Saya ingin membagi rasa sakit ini pada orang lain, tapi tak bisa

Saya tidak ingin tersenyum

Saya tidak ingin tertawa

Saya ingin menangis

Tapi sebanyak apapun saya menangis, rasa sesak ini tetap tak akan hilang

Saya lelah....

sungguh luar biasa lelah...